Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Ular


__ADS_3

Zea dan Cika keluar dari kampus Abiyan sudah menunggui Zea pulang.


"Tuh.. Gus unta mu jemput".ulas Cika cengengesan.


" Dih... ngatain Unta gue sepak tu mulut".saut Zea.


"Hehehe."


"Lo ga kan ga bawa mobil jadi lo ikut gue, nanati gue anterin pulang".ajak Zea.


" Ga usah gue bisa pulang pake taksi".tolaknya.


"Eits... lo ga boleh nolak ajak kan gue, ayo".Ucap nya menarik Cika masuk ke mobil Abiyan.


Cika pun menyerah dan menurut kini Cika dan Zea duduk di belakang Abiyan pun merasa seperti sopir pribadi.


" Maaf ya, By aku duduk dibelakang ya".ucap Zea.


"Iya gapapa".


Cika sedikit tertawa kecil


" Zea, besok liburkan? ".


" Hmm... emang nya kenapa? ".


" Besok di pesantren ngadain haul jadi kita diharuskan ke sana ".ajak Abiyan.


" Tapi boleh ga, By aku bawa temen? " .

__ADS_1


"Boleh".


Zea melirik Cika namun Cika melotot tajam ke arah Zea "Ci, lo mau kan gue ajak ke pesantren" .


Cika pun menghela napsu panjang karena tidak enak jika menolak iya mengiyakan ajak kan Zea mengangguk kepalanya.


"Makasih ya, Cik lo bener-bener sohib gue the best".ucap Zea seraya merangkul Cika erat.


" Uhuk uhuk,, udah Zea gue ga bisa napas nih" . teriak Cika.


"Sory, gue kesenengan lo mau gue ajak".


Cika pun membatin" padahal gue kan ga bisa ngaji apalagi kalo disuruh ke pesantren ngaji mata kutu deh".gumam dalam batinnya.


.


.



Tak bisa dipungkiri memang pesona Abiyan saat ini membius para santri santriwati Zea pun juga menggangu mi suaminya yg sekarang memakai kemeja putih lengan panjang dan celana hitam kas dosen nya, senyum nya dikala Zea menatap nya membuat Zea seakan seperti lilin yg meleleh terkena api ia benar-benar sudah terhipnotis pesona Abiyan.


"Zee.. lo baik-baik aja kan? ".tanya Cika menipuk bahu nya.


" Emang gue kenapa? ".


" Lo dari tadi ngelamun terus".ucap Cika.


"Hehehe... "

__ADS_1


"Hmmm.. pasti otak lo lagi travelling sama Abiyan"


"Hus... jaga tu mulut ini ada dipesantren Cika".sarkas Zea.


Sesampainya di ndlem Abah dan Umi duduk.


" Asalmualakum " .


"Walaikumsalam, kalian baru datang".tanya Umi


" Iya Umi, Bah".saut Abiyan kemudian mencium punggung tangan keduanya diikuti Zea dan Cika.


"Zea sini nak, pasti capek seharian di mobil".


" Nggak Umi, Zea ga terlalu capek soalnya Aby banyak berhenti istirahat ".ulas Zea.


" Oh.. iya Umi ini temen Zea, namanya Cika dia temen dari SMA "


"Salam kenal bibi, saya Cika".


" Kenal juga Umi sarah" . sautnya.


"Yasudah bentar Umi buatkan minum".


tak selang lama Umi Sarah membawakan 3 cangkir teh seraya Nisa yg berada dibelakang Umi membawa cemilan Zea sontak terkejut kenapa Nisa bisa ada dipesantren?.


" Oh.. ini Nisa Umi belum bilang jika Nisa sekarang ada disini mengajar para santri santri".lanjut Umi


Zea hanya mengangguk kepala Abiyan hanya diam tak melihat Nisa.

__ADS_1


Cika pun melirik Zea dan berbisik"itu si ular kenapa masih aja berkeliaran " . bisik Cika. Zea hanya mencubit lengan Cika.


"Duh.. sakit".


__ADS_2