
"Sini Abizan pejamkan mata ya, rasakan pelukan Umma dan bayangkan kalau saat ini yg peluk Abi adalah Abba".Zea memeluk Abizan dengan erat sebisa mungkin Zea menahan tangisnya agar tak terlihat Abizan.
...****************...
Pukul 04.30pagi Zea membangunkan Abizan untuk sholat subuh berjamaah,selesai sholat Zea menyiapkan keperluan sekolah Abizan pagi ini dengan sejuta kesibukannya ia menjadi Dokter sekaligus singel mother, seusai mengantarkan Abizan sekolah dan kedua anak kembarnya.
Hari ini jadwal Zea memeriksa pasien anak ia menggantikan tugas dari dokter anak yg tidak hadir. saat Zea melewati lorong rumah sakit seorang wanita yg tengah menggendong anak. Terlihat wanita itu memohon pada resepsionis.
"Mba saya mohon anak saya sudah lemah, dia membutuhkan pertolongan.
" Mohon maaf, Ibu. Rumah sakit kami tidak melayani kartu bantuan karena rumah sakit ini swasta. terlebih saat ini Dokter spesialis jantung sudah jamnya pulang".
"Ada apa? ".
" Eh.. Bu Dokter? Anak dari ibu ini menderita lemah jantung , kondisi nya sudah menurun. Tetapi Ibu ini tidak memiliki biaya dan ingin menggunakan bantuan kartu kesehatan "Tolong kamu urus administrasi nya, biayanya saya yang tangguh dan anak itu bisa langsung dibawa keruangan saya, untuk saya periksa".Zea menoleh memperhatikan wanita dan anak itu. Kemudian kembali menuju ruangannya, mempersiapkan alat-alat pemeriksaan sedangkan Resepsionis dan wanita itu terkejut dengan perkataan Zea.
" Mba siap Dokter itu? ".
" Dokter Zea Nacita Salika, beliau Dokter spesialis Jantung terbaik dirumah sakit ini, Oh iya boleh saya tahu nama Ibu? ".
" Dara".
...****************...
Dara masuk kedalam ruangan Zea dengan menggendong anaknya.
"Silakan diletakkan di brankar".
Zea menghampiri Dara yg tengah meletakkan anaknya.
" Usia berapa anak Ibu? Dan sudah berapa lama diketahui mengidap lemah jantung? ".
" Usianya 5tahun, 2 tahun belakangan ini diketahui anak saya menderita lemah jantung karena faktor keturunan. Tapi 6 bulan terakhir saya tidak bisa membawa anak saya berobat karena keterbatasan biaya ".
"Tahan sebentar ya, biar Dokter infus dulu" ucap Zea.
__ADS_1
Dara mengangguk "iya Dok".
" Setelah ini putri anda akan dipindahkan ke ruang inap, untuk seminggu ke depan putri anda harus dirawat ".
" Terimakasih, Dokter Zea".
Zea terkejut ternyata Dara mengenalinya?.
Keduanya saling bertatap, kemudian Dara bersimpuh dilantai dihadapan Zea Dara menundukkan kepala di kaki Zea membuat Zea segera ikut turun mensejajarkan dia dengan Dara tubuhnya gemetaran Dara seakan tercekat ingin membuka mulutnya. .
"Hey, apa-apaan yang Anda lakukan? ".
"Maafin, aku Zea. Maaf.. maaf".
Dara bersimpuh dan memegangi tangan Zea.
Zea menggeleng" tidak perlu minta maaf saya sudah memaafkan anda dan yang lainnya, ayo bangun".
Zea memapah Dara untuk bangkit bangun wanita itu sudah menangis terisak dihadapan Zea.
Drtt.. drtt.
"Walaikumsalam, iya sayang? ".
".... ".
" Sebentar lagi pulang kok, Abi mau nitip dibelikan apa? ".
"... "
"Yaudah kalau gitu tunggu di rumah ya, sayang".
Panggilan terputus Zea kembali memasukkan ponselnya, ia kembali menatap Dara yg tengah mengembangkan senyum.
" Abiyan? suami anda beruntung punya istri sebaik anda! ".
__ADS_1
" Saya yang beruntung punya suami seperti Abiyan ".
" Zea boleh saya bertemu dengan Abiyan? saya ingin minta maaf atas apa yang sudah saya perbuat tempo dulu membuat rumah tangga kalian kacau".
Zea terdiam sesaat "Anda ingin bertemu Abiyan? ".
" Iya Zea saya bener-bener menyesal ".
Zea mengangguk sebagai jawabannya.
...----------------...
Dara mengernyit bingung kenapa Zea membawa nya ketempat Pemakaman, ia memperhatikan Zea berjalan di depannya dengan membawa sebuket bunga.
" Zea, untuk apa kita ke makam? ".
Zea menghentikan langkah nya, membuat Dara ikut terhenti.
" Katanya ingin bertemu suami saya? Ini suami saya".
Zea berjongkok disebelah makam bertuliskan nama Abiyan di nisan makam tersebut , Dara terkejut melihat papan nama nisan tersebut.
"Assalamu'alaikum, Zauji".ucap Zea seraya menaruh buket bunga di makam Abiyan.
" Maaf, Aku dateng lagi. Tapi kali ini aku ga dateng sendiri, By. atau sama anak-anak. Aku dateng sama Dara".
"Kamu inget Dara kan? Iya temen kecil kamu dan mantan ipar kamu, Dara ingin bertemu kamu karena Dara bilang, dia ingin minta maaf sama kamu".
Zea menoleh pada Dara yg masih terpaku ditempat.
" Dara? ".
Dara terkesiap ia ikut berjongkok duduk disebelah Zea.
"Abiyan, saya Dara, saya ingin meminta maaf".
__ADS_1
" Sekali lagi saya minta maaf, menyesali apa yg saya perbuatan tempo dulu, Abiyan saya merasa bersalah membuat kamu menderita atas perbuatan saya".
Dara menangis didepan makam Abiyan, Zea pun ikut meneteskan air mata nya.