
Besok Abiyan dan Zea sudah pindah ke rumah Maya dan Ahmad, sesuai permintaan Maya, mereka akan tinggal 2minggu disana setelah 2 minggu berada di pesantren.
Selama mereka tinggal di pesantren yg menjaga rumah Abuyan adalah Bang Aji, agar rumah mereka tak kosong, Bang Aji diperintahkan Zaid untuk bermalam disana.
"Ning Zea".Zainab memanggilnya.
Zea menoleh ke Zainab yg mendekati Zea dan Abiyan tengah berjalan menuju kamar nya yg cukup jauh dari area pesantren.
"Asalamualaikum,Ning,Gus".sapa nya.
" Walaikumsalam, ada apa Zainab".saut Zea.
" Mohon maaf sebelumnya Ning, tetapi Zainab perlu dengan Ning Zea, boleh kalau Zainab berbicara berdua saja".ucap Zainab.
"Boleh kok".jawab Zea.
" By, kamu duluan aja ke kamar, aku mau bicara sebentar sama Zainab".
Abiyan mengangguk Zea mendekati Abiyan dan berbisik"Sebentar aja ya, sayang? Janji abis ini aku langsung ke kamar, aku tuntaskan keinginan kamu ya, kamu tunggu di kamar, tahan sebentar aja boleh ya sayang? ".bisik Zea.
"Iya-iya ".
Abiyan berlalu menuju kamar sedangkan Zea sudah mengambil duduk di bangku panjang yg berada di lorong pesantren.
" Zainab kamu mau bicara apa? ayo duduk".
"Ning, maaf banget ya kalau Zainab mengganggu waktu Ning Zea dan Gus Abiyan".
__ADS_1
" Zea tersenyum kecil "gapapa kok, Zainab ingin bicara apa? ".
" Mohon maaf Ning, Zainab ingin bicara ini karena besok Ning kam sudah tidak ada di pesantren, Zainab ingin meminta saran sama Ning Zea? ".
" Saran? "
Zainab menunduk kepala menatap Arshaka tertidur di gendongan Zea.
"Ning, menurut Ning Zea, perjodohan itu gimana?".
" Eum.. baik-baik aja, ga ad yg salah, ada apa? Zainab mau dijodohin? ".
" Bukan... bukan saya Ning. Tapi temen Zainab'.
"Yang jadi masalahnya apa? ".
"Calon suami pilihan orang tuanya ga mengizinkan dia untuk melanjutkan kuliah, jadi 3 bulan lagi kan Zainab dan dia lulus dia akan dinikahi dalam waktu 6 bulan. Tapi calon suami nya ga perbolehkan dia melanjutkan pendidikan, padahal dia pinter terus pengen lanjutin kuliah di universitas Islam Darusman, tempat Gus Abiyan mengajar ".
" Namanya Syhda, dia santriwati teladan, pintar dia mendapatkan beasiswa masuk kuliah Universitas islam Darussalam, tapi terhalang sama perjodohan konyol itu".
"Orang tua Syhda gimana? tanya Zea.
" Justru mereka yg ingin cepat-cepat menjodohkan Syhda sama laki-laki itu, Umur nya 25th laki-laki itu, orang tua Syhda berpikir bahwa pria itu sudah dewasa".
"Terus apa yg membuat dia ragu? ".
" Pertama, karena Syhda ingin kuliah. Kedua, karena Syhda ga yakin dengan pria itu. Pria itu memang santri disalah satu pondok pesantren dia merasakan keraguan kalau laki-laki itu ga sebaik yg terlihat ".
__ADS_1
" Maksudnya? "
"Gini Ning, covernya aja santri tapi dalamnya ga baik gitu, Zainab pun berpikir seperti itu".
Zea tersenyum kecil " Zainab, suudzon ya sama orang? ".
" Astaghfirullah.. ".
"Zainab kita ga boleh suudzon sama orang tanpa kita melihat langsung atau pun mengenai nya, contohnya seperti Abiyan, bisa juga laki-laki yg kita sangka buruk tapi ternyata sangat baik".
" Dulu, Zea juga suudzon sama Abiyan. Zea pikir dia menerima perjodohan ini tanpa penolakan karena Zea ini anak perempuan pertama yg satu-satunya ahli waris Papa. Tapi harta Abiyan jauh lebih banyak daripada keluarga Zea, Dan seiringnya waktu Zea paham kenapa Abiyan menerima perjodohan i i tanpa penolakan, juga kenapa orang tuanya dan orang tua ku menjodohkan kami".
"Oh.. gitu ya Ning! Syhda ga mau cerita masalah ini keorang lain selain dengan Zainab, karena Syhda orang nya pendiam, tapi karena Zainab bingung, akhirnya Zainab tanya sama Ning Zea yg menikah karena dijodohkan".
"Perjodohan antara Abiyan dan Zea hanya sebagai perantara bahwa sebenarnya Takdir Allah sudah menuliskan bahwa Abiyan dan Zea sudah berjodoh".
" Bisa pula Syhda perjodohan akan berakhir diantara dua hal, yaitu kebahagiaan dan kepahitan. Zea berdoa semoga keputusan orang tua Syhda adalah yg terbaik, sehingga perjodohan itu berujung kebahagiaan ".tambah Zea.
"Iya, Ning amin makasih banyak ya Ning atas saran dan masukannya Nanti Zainab sampaikan ke Syhda".
"Ning Zainab bersyukur bisa deket sama Ning Zea, karena jarang seorang Ning mau akrab berteman dengan santriwati karena mereka istri dari Gus ataupun seorang kyai".
" Zainab derajat manusia itu sama yg berbeda hanya amal saleh nya, manusia dibangkitkan sesuai amalannya, bukan derajat pangkat! Gak ada tuh barisan khusus Gus atau Ning yg ada barisan orang-orang shalih dan shalihah ".
" Masyallah Ning, udah cantik pintar, sholihah. Gus Abiyan beruntung banget punya istri seperti Ning".
"Ga malahan Zea yg beruntung punya suami kayak Abiyan yg bisa Mempimpin dan membimbing keluarga".
__ADS_1
...----------------...
Maaf setelah Episode ini author mau bikin rumah tangga Zea sedikit sedih dan melow.. author kasih pelakor tapi tenang ga lama kok pelakor nya hanya saja sebagai halang rintangan cinta Abiyan dan Zea. ๐๐ป๐๐ป๐๐ป๐๐ป๐นโบโบ