
Abiyan masih setia menunggu Zea yg di rumah sakit, kini Cika dan Nara menjenguknya.
"Asalamualaikum".ucap Cika dan Nara.
" Walaikumsalam ".saut Abiyan dan Zea.
" Sory, Zee kita baru bisa jengguk lo".
"Gapapa lagi kan gue udah baikkan".
" Omong-omong lo ga tau tu siapa yg celakain lo?. tanya Nara.
Zea menggeleng Abiyan hanya duduk di sofa setela sahabat sahabat Zea datang.
"Si inget gue mobil nya silver tapi platnya kayak nya ditutup gitu".ujar Zea.
" Untuk aja lo cuma luka ringan".ulas cika.
Abiyan merogoh ponselnya di lihat ada notifikasi dan akhirnya ia memutuskan menelfon balik ia meminta ijin Zea keluar sebentar Zea membolehkan.
"Suami lo dingin banget, irit bicara".sarkas Nara.
" Mungkin lagi banyak urutan ".saut cika
" Udah lanjut ngerumpinya".ajak Zea.
Hingga pukul 2 sore mereka segera berpamitan pulang kini Zea sendirian entah kemana Abiyan pergi , Zea mengambil ponselnya dilihat notifikasi dari Hans.
"Hans;Zea maaf kali ini aku harus memberi tahu mu tentang ke busukkan suami kamu, aku lihat suami kamu sedang pergi dengan perempuan lain".
__ADS_1
" Ting".Notif masuk dengan sebuah foto perempuan sedang Abiyan gendong masuk ke mobilnya.
"Astaghfirullah".pekik Zea saat melihat foto itu
" Gue gak boleh biarin Abiyan selingkuh dan poligami gue, gue gak mau! ".umpat Zea.
Pukul 7 malam Kedua orang tua nya dan kedua orang tua Abiyan datang namun Zea kesal Abiyan belum juga pulang-pulang.
" Asalamualaikum".
"Walaikumsalam, Pi, Mi, Umidam Abah".saut Zea menyalami ke empat nya.
" Lho mana Abiyan? ".tanya Umi mencari keberadaan anak nya.
" Lagi keluar Umi, dari tadi juga ga balik halik ".keluh Zea.
" Kemana, tu bocah ".saut Abah.
"Baik ".
" Gak aktif no nya".seru Abah.
"Udah Umi, Abah mungkin Abiyan lagi sibuk".sarkas Zea.
lalu Maya dan Umi saling melempar tatapan " "Yasudah tadi mami masak banyak, kita makan bareng ya".ajak Maya.
Zea mengangguk kini Maya dan Sarah menyiapkan makan.
.
__ADS_1
.
Abiyan masih di rumah Nisa karena orang tuanya meminta Abiyan datang ke rumah nya.
, ia menenangkan Nisa yg sedang depresi berat ingin berusaha bunuh diri ingin menyayat urat nadi tangannya.Abiyan mendekati Nisa dan berbicara baik-baik.
"Nis, saya mohon jangan seperti ini? ".
Nisa yg masih teguh berdiri memegangi pisau dengan isak tangis nya" kak, Azam harus janji sama saya".ucapnya
Abiyan menggeleng ia bingung harus bilang apa jika di menolak maka Nisa akan nekat, namun jika ia menerima maka akan menyakiti Zea"Nis, kita bicara baik-baik dulu tenang".lirih Abiyan.
Nisa menggeleng "gak , Nisa gak percaya! ".pekik nya.
" Aku minta Kak Azam nikahi saya".pinta Nisa.
Kini Bunda juga ikut bicara "Abiyan, Bunda mohon tolong kami hanya kamu yg bisa ".
" Tapi Abiyan gak bisa, tante maaf".
Nisa masih menangis dan merasa permintaan nya tidak Abiyan Terima, "Untuk apa, Nisa hidup kalo orang yg Nisa cinta nolak Nisa".
" Saya mohon, Nis biarkan saya berpikir dulu".
Nisa menggeleng masih mencengkram pisau dengan erat seraya melangkah mundur Abiyan melangkah maju ingin merebut pisau yg dipegang Nisa.
Abiyan meraih tangan Nisa dan ditarik dalam pelukan nya membenamkan wajah Nisa di dada nya"Nis, jangan seperti ini".seraya mengusap pucuk kepala nya Nisa yg masih sesenggukan.
Abiyan kini bisa menenangkan Nisa dalam pelukan nya dan menangkup wajah Nisa menatap dengan lekat mengusap air matanya yg sudak menanak sungai"NIS aku mohon".ucap Abiyan.
__ADS_1
Nisa yg kerasa pusing kepala nya ia jatuh pingsan dan Abiyan mau tak mau harus membawa Nisa ke rumah sakit membopong Nisa masuk mobilnya, namun ada dua pasang mata melihat Abiyan membawa Nisa ke mobil, yaitu Hans kala itu dia sedang pulang dari rumah temannya kebetulan rumah temanya berdekatan dengan rumah Nisa "momen yg tak terduga".ulas Hans seraya Memotret nya.