
Maya yg tengah menuangkan air putih disebelah Zea menatap mata nya yg sebam"Mau sampai kapan menangis terus? usah seminggu loh, Zea? ".ucap mamanya seraya menaruh satu piring nasi goreng.
" Zea takut, ma!! ".
"Kenapa takut? Abiyan baik gak usah suudzon sama dia, seminggu lagi acara lamaran kamu, 2 minggu setelahnya acara pernikahan mu".
Zea menutup telinga nya" Mama, bisa gak sih jangan omong itu terus? Zea gak kuat".
Ahmad dan Maya terkekeh melihat tingkah konyol Zea "Udah-udah, ayo dimakan sarapannya".titah Ahmad.
Zea lalu melahap makanannya selesai sarapan Zea mencuci piring.
" Zea cepetan abiyan udah nunggu kamu".seru Ahmad.
"Abiyan ngapain dia kesini? ".tanya, Zea.
" Loh, kan mau beli seserahan ".
" Tapi Mama ikut kab? Zea gak mau kalau cuma berdua sama dia, nanti kalo Zea di apa-apain gimana? ".
" Iya, Mama ikut".
__ADS_1
"Terimakasih, Nak Byan Salam untuk Umi dan Abah ya, ".ucap Maya.
Abiyan tersenyum dan mengangguk, " nanti saya salam kan, Ma".
"Nak, mampir dulu? ".
" Ndak, Ma makasih saya ada acara nanti malam".
"Yasudah kalau gitu, jaga kesehatan jangan sampai sakit".
" Tentu "
Maya melirik Zea yg cuek, Maya mendekati Abiyan berucap pelan"maklum in, sikap Zea ya nak Biyan yg sabar, Zea memang seperti itu nanti dia juga luluh".
Abiyan hanya mengangguk dan tersenyum dan langsung berpamitan.
Seminggu kemudian dirumahnya sudah banyak orang yg hadir karena akan ada acara pertunangan Zea dan Abiyan, kini kedua keluarga besar sudah menunggu, Zea dan Abiyan yg sudah duduk bersebelahan akan memasangkan cincin nya.
"Nak, Abiyan ayo mulai pasangkan cincinnya".titah Ahmad
Abiyan tersenyum tipis" Baik".ucapnya
__ADS_1
Zea terlihat masam tak ada rona wajah bahagia malah sebaliknya Zea bersikap sedih,cemberut dan cuek "Zea, sekarang giliran kamu".ujar Papanya Zea segera kilat memasang cincin ke Abiyan dan menatap ke sembarangan arah.
" Alhamdulillah "ucap syukur semuanya kini apa yg di idam-idamkan kedua pihak keluarga sudah terlaksana kini tinggal pernikahan mereka.
Selesai acara keluarga Abiyan berpamitan pulang, Zea pun langsung masuk ke kamarnya memandangi cincinnya yg tersemat dijari manis nya " seharusnya ini milik mu Lea".ucapnya lirih menatap fotonya dengan Lea.
#Oh iya ini visualnya ya,, Zea dan Lea mereka kembar tapi berkarakter berbeda, namun mereka terpisah karena Lea lebih dulu dipanggil Allah#.
********"""***"""""""************
Lea yg menggunakan baju oren, sedangkan Zea menggunakan baju putih mereka sangat lah mirip namun watak dan sifat nya berbeda.Lea yg lebih solehah, penurut,pintar, sopan dan selalu menutupi kekurangan kakaknya. sedangkan Zea yg bar-bar, emosian, pembangkang namun ada sisi baiknya dia peduli juga sayang ,cerdas dan berteman dengan siapapun tanpa memilih-milih.
Hari ini pertama nya Zea kuliah dia disibukan ospek kurun waktu 1minggu hingga tak pernah bertemu Abiyan, Zea yg bersyukur karena tidak bertemu Abiyan karena dirinya merasa bahagia jika tak bertemu Abiyan ketimbang ketemu dengan nya.Abiyan sengaja tak menemui Zea karena tidak ingin mengganggu nya
Selepas pulang kuliah Zea kini merasa kelelahan, Cika dan Zea memilih mampir di kedai untuk mengistirahatkan tubuh mereka sambil meminum Coklat coffee kesukaan mereka.
"Huftt.... gue bener-bener capek, Cik".
" Sama, Zee mana ketua ospek nya galak ".
__ADS_1
" Masih 3 hari lagi kita ospek, Cik kita harus kuat".ucap Zea sambil menengguk minumannya.
"Hmmm".