Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Ketemu


__ADS_3

Dokter kembali memasangkan alat ventilator pada Abiyan,sedangkan Zea mundur beberapa langkah memberikan Dokter kembali memeriksa nya.


"Terimakasih,Ya raab. engkau tlah mendengar doa ku".batin Zea


Sedangkan Abah dan Umi melihat dan menyimak dibalik kaca jendela ruan ICU,Sarah yg tidak kuat menahan tangis nya jatuh pingsan,Zaid membawa Sarah keruang perawatan.


...----------------...


Setelah Zea, mengetahui Abiyan jika detak jantung nya kembali berdetak namun lemah Zea bersyukur Abiyan melewati masa kritisnya dan Abiyan di pindahkan Dokter ke ruang rawat inap.


Zea berpamitan pulang pada Abah dan Umi untuk pulang ke rumah karena Arshaka membutuhkan nya , zea merasa sedikit tenan dan lega masalahnya kini sudah hampir selesai meskipun zea tidak tahu pasti bagaimana kejadian nya.


Zea sampai di rumah dengan menggendong Arsha,


"Kamu tidak jadi berpisah kan? ".tanya maya.


" Engga, Mah. zea akan cabut berkas permohonan cerai di pengadilan ".


" Ingin, mama temani? ".


" Ga usah, Ma. Besok pagi zea ajak Cika aja".


"Kamu ga ke rumah sakit lagi? ".


" Ga ma, Shaka butuh Zea sekarang, mungkin besok,Zea pompa ASI dulu buat Shaka besok dan Zea berangkat pagi ke pengadilan cabut berkas setelah itu pergi ke rumah sakit, Mama, Zea nitip Shaka ya".


"Iya sayang, Mama senang karena kamu tidak berpisah dengan Abiyan".


...----------------...


Sehabis membatalkan permohonan cerai, zea dan Cika segera pulang menaiki bus umum karena mobil Cika sedang diservis.


" Zea makan dulu yuk? Tuh diwarung itu aja".


"Engga deh, Cik. aku mau cepet-cepet kerumah sakit ketemu Abiyan.


" Lo belum makan, Zea gue yakin dari semalem lo ga makan dan sekarang udah waktu nya makan siang ".


" Tapi_".


"Lo mau, Abiyan sembuh terus lo sakit? mau? ga kasihan lo sama Shaka? ".

__ADS_1


Zea menunduk dan mengangguk " yuk makan dulu, gue traktir Zea".ajak Cika.


"Mau makan apa? ".


" Apa aja deh".


"Ayam goreng ayam bakar, ayam pop, ayam rock atau ayam-ayaman ".ledek Cika.


" Mmm.. ayam goreng aja".


Cika memesan makanan dan minuman, selagi menunggu, Zea menatap Map yg berada di meja.


"Cik, dosa ku besar banget pasti karena udah berburuk sangka sama suamiku. Sampe menggugat cerai Abiyan padahal Abiyan ga salah. Untung aja gugatannya masih bisa di cabut".


"Lo gak salah, kalau gue jadi lo mungkin juga melakukan hal yg sama. gak perlu menyalahkan diri lo, Setelah gue denger cerita lo kemarin menurut gue lo masih baik sih karena ga sampai membunuh ustazah gadungan itu".


" Udah sekarang ga usah sedih lagi. Sekarang waktu nya berbenah lo minta maaf sama suami lo, dan berjanji ke diri lo sendiri kalau lo ga akan mengambil keputusan sebelum mendengar semua penjelasan dengan jelas".tambah Cika.


...----------------...


Sesampainya di rumah sakit Zea mengetuk pintu ruangan Abiyan menarik napas dalam-dalam sebelum masuk kedalam. Dilihat Abiyan sedang bersandar dikepala brankar.


"Asalamualaikum".


" Diman Umi dan Abah? ".zea menghampiri Abiyan hendak duduk di kursi tetapi Abiyan susah meminta Zea agar duduk disebelah tepi ranjangnya.


"Sudah baik? ".tanya Zea dengan tersenyum.


" Sudah jauh lebih baik saat istriku kesini".


Zea menghembuskan napas ia menurunkan tangan Abiyan yg berada di pipinya.


"Abiyan".


" Iya sayang? ".


Zea menyerah kan Map pada Abiyan.ia melirik map yg disodorkan Zea, saat melihat tulisan yg berada di map tersebut, Abiyan menggeleng kecil.


" Aku ga akan .Terima itu".ucap Abiyan menyimpan tangan dengan bersedekap dada.


"Baca dulu".

__ADS_1


" Engga Zea. aku ga mau berpisah sama kamu".


"Baca dulu Abiyan".


Abiyan mengambil map tersebut hendak merobek nya tetapi Zea menahannya.


" Jangan disobek, aku mohon baca dulu".


"Engga! ".


" Abiyan ".


Abiyan menghela napas kasar, ia membuka map tersebut dengan sedih.


" Ayo.. baca".


Abiyan membaca kertas yg berada di map, wajahnya sangat bingung.


"Zea".


" Maaf ".


" Maafin aku".zea menunduk kepala.


Zea segera memeluk tubuh Abiyan menyandarkan kepala didada Abiyan lalu menangis tanpa suara.


"Maafin aku, By. Aku udah berburuk sangka sama kamu, aku minta maaf, Aku durhaka, aku berdosa aku minta maaf".


Abiyan membalas pelukan Zea dengan erat tangan kirinya menaruh Map tersebut kesamping meja nakas.


" Sssttt.. jangan nangis sayang. Lihat aku".Abiyan mendongakkan wajah Zea untuk menatap nya.


"By, maaf".


Abiyan menghapus air matanya sehingga Abiyan bisa melihat wajah Zea yg sebam dan bernanak sungai. Abiyan menghela napas panjangnya dan mengecup kening Zea.


" Terimakasih, Zea. terimakasih karena sudah mencabut gugatan itu. Percaya sama aku, kalau aku hanya mencintai kamu dan selamanya akan terus mencintai kamu, hanya kamu satu-satunya wanita yg menjadi tempat keluh kesah ku, tempat aku memuaskan syahwat ku, tempat aku kembali pulang. Hanya kamu Zea Nacita Salika".


...****************...


Lega kan??

__ADS_1


Istighfar... mau flashback kejadian sebenarnya??


Lanjut???


__ADS_2