Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Pesona


__ADS_3

"Asalamualaikum".ucap Abiyan lagi ketika pintu kamar mandi terbuka oleh Zea,


" Walaikumsalam ".balas Zea, namun ia segera berganti pakaian nya di ruang ganti, Abiyan yg masih berkutat dengan ponsel nya 1 menit sudah Zea ganti memakai kaos oblong hitam dan celana hotpants nya karena malam ia lebih leluasa memakai pakaian yg simpel dan nyaman.


"Baru pulang, By? ".


" Hmmm".saut nya.


"Ih... nyebelin di tanya jawab nya gitu doang".kekeh Zea.


" Maaf, iya baru pulang ada mata kuliah tambahan jadi saya ngajarnya dobel".


Zea ketakutan ingin sekali bercerita tentang apa yg ia alam tadi siang.


"By".


" Maaf".tambah Zea.


"Ada apa? kenapa Zea? ".tanya Biyan


" A... ku tadi pulang nya dianterin, Kak ilyas ".ucap Zea ketakutan, takut Abiyan marah.


"Kenapa? apa maksudnya?.


" Jangan marah, ya aku mohon".


Air mata Zea sudah menanak sungai, segera Abiyan memeluknya Zea semakin erat di pelukan Abiyan.


Tubuh Abiyan membeku mendengar penuturan sea, tangisnya semakin keras, perlahan Abiyan melepaskan peluk kan nya menangkup wajah Zea


"Abiyan kamu boleh hukum, aku ".ucap Zea masih menangis menatap Abiyan


" Ini kenapa? tanganmu memar seperti ini? ".


Abiyan beralih menggenggam pergelangan tangan Zea.


" Tadi Hans tiba-tiba dateng, narik aku untuk ikut sama dia, tapi Kak Ilyas dateng bantuin aku, terus mereka berantem".


"Lalu? "


"Aku dianterin kak ilyas pulang tapi aku gak berdua sama Cika juga" tambah nya.


"By, maaf".


Helaan nafas Abiyan sebelum beranjak pergi dari hadapan Zea. melihat Abiyan pergi Zea menangis menundukkan kepalanya.


" Mana tangan kamu".ucap Abiyan.

__ADS_1


Zea mendongak menatap Abiyan yg sudah duduk di sofa Zea pun segera mendekati Abiyan dan duduk disebelahnya, Abiyan mengambil tangannya membuka P3K. menaruh tangan Zea Kepangkuan nya, Zea meringis kesakitan setelah Abiyan mengusap alkohol yg dituang di kapas,, Zea menatap sendu wajah Abiyan "Abiyan" panggil Zea.


"Kamu masih marah? ".


Abiyan menggeleng dan memberikan obat merah pada pergelangan tangan Zea" terimakasih ".ucap Zea sebari tersenyum manis menggenggam tangan Abiyan dan mencium punggung tangan nya.


Abiyan membalas senyum ke Zea, selesai mengobati Abiyan beranjak untuk membersihkan diri.


.


.


.


Pagi hari Zea yang sudah bangun dan selesai sarapan dengan Abiyan karena hari ini mereka free Abiyan yg masih mandi segera Zea mencuci piring bekas sarapan nya. Zea yg sudah mandi memakai pakaian santai dan tertutup namun menggunakan hijab simpel nya. Bel berbunyi tanda ada tamu yg datang Zea pun beranjak membukakan pintu saat terbuka terlihat 3 prang perempuan dan 3 laki-laki dihadapan nya sama-sama bingung.


"Maaf, cari siapa? ".tanya Zea.


" Maaf, Kak seperti nya kami salah alamat".


"Emangnya cari siapa? "


"Kami mencari rumah dosen kami pak Abiyan".


" Ohhh..., Abiyan? kalian gak salah kok, ini memang rumah nya".


" Ehh... maaf, Bu, kami gak tau jika Pak Abiyan sudah punya istri ".


" Kami sudah ada janji dan disuruh datang ke rumah nya".saut perempuan berhijab pink.


Zea mengangguk mengerti "jangan panggil saya Bu".


" Masuk, biar saya panggil kan Abiyan ".ketus Zea segera keenam bocah itu masuk menuju ruang tamu dengan canggung" kalian duduk dulu".ucap Zea.


"Iya".jawab mereka.


Zea segera berlalu memanggil Abiyan yg berada di kamar, mereka pun duduk dan meng gibah.


" Njirrr... istri pak Abiyan cakep banget, keliatan masih muda".


"Hoo gak heran pak Abiyan yg ganteng dapet bini bening kyk gitu".


" Itu mah kali bini muda nya, Bini tua nya ada di Mesir ".saut nya


Kelima nya pun tertawa namun satu gadis berhijab pink terdiam tak ikut gibah.


Zea sampai di kamar nya terlihat pintu kamar mandi masi tertutup " Abiyan diluar ada mahasiswa kamu, mereka bilang mau bimbingan udah bilang mau ke rumah".

__ADS_1


"Buruan keluar ya, jangan lama-lama


Abiyan mengiyakan, ia mengerti Zea pun beranjak pergi ke dapur menyiapkan minuman dan cemilan.


"Zea".panggil Abiyan yg mendekati Zea seraya menyugar rambutnya pesona Abiyan sungguh luar bisa yg melihat pun akan terpesona Zea pun segera menepis pikiran nya, dilihat Abiyan memakai kaos oblong polos hitam dan celan panjangnya.


" Ada berapa?".


" Enam, 3 perempuan dan 3 Laki-laki ".


" Kamu temui, sana mereka udah lama nungguin".


Abiyan menarik tangan Zea melihat pergelangan tangannya"udah baikan, belom tangannya? ".


"Udah kok,makasih ya".jawab Zea.Abiyan hanya mengangguk.


" Ya sudah saya temui mereka dulu".


Abiyan datang menghampiri mereka yg sedang duduk menunggui nya.


"Pagi pak".seru mereka.


" Pagi, maaf menunggu lama"


"Rambutnya basah cuy, abis ngapain, ya? ".bisik laki-laki satunya.


" Siapa tahan punya bini secakep itu kalo gak nggapan-ngapain, Mubazir kalo di anggurin".balas temannya.


"Oh iya bukanya kemarin janjinya cuma berlima ini kok berenam? ".tanya Abiyan.


" Maaf Pak saya mendadak ikutan karena saya pikir saya perlu bimbingan bersama Bapak, Pak Abiyan tidak keberatan kan? ".ucap gadis berjilbab pink


" Tidak".saut Abiyan.


"Kalo gitu mari kira mulai".titah Abiyan.


Baru saja mau dimulai Zea datang membawa nampan berisikan minuman dan cemilan.


" Terimakasih, Bu".


"Jangan panggil saya Bu, cukup Zea".pinta Zea.


Mereka mengangguk, Zea tersenyum tipis melirik Abiyan yg tengah menatap nya" Aku kekamar dulu ".bisik Zea sebelum beranjak pergi , Abiyan menggeleng menghela napas pendek memulai kegiatan belajar nya.


" OMG ".bisik mahasiswa laki-laki


" Iya romantis bingit".saut temanya.

__ADS_1


__ADS_2