Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Pendosa


__ADS_3

Setelah berbicara berdua Abiyan membujuk Zea pulang akhirnya Zea mau mereka berpamitan ke dua orang tuanya .Sesampainya di rumah Abiyan dan Zea membereskan pakaian nya dari koper ke almari.


"Kamu ga ngajar? ".


" Ga hari ini saya ijin ".


Zea menganggukkan kepalanya"By, boleh aku bertanya? ".


" Apa? ".


" Kapan mau bilang ke Nisa? ".


" Besok kita temui Nisa dirumah nya".jawab Abiyan.


"By... kamu Ikhlas kan? ".


" Ikhlas lahir batin Zea saya bener ga punya hubungan apa-apa ".terang nya.


Zea tersenyum lebar Abiyan pun membalas senyum .


.


.


.


Pagi hari Abiyan sudah siap membaw Zea ke rumah Nisa selang 3p menit mereka sudah sampai di rumah Nisa.


" Asalamualaikum " salam Abiyan dan Zea.


"Walaikumsalam".jawab Bunda Nisa dan Bang Aji.

__ADS_1


" Eh... Biyan masuk Nak".


Abiyan dan Zea pun masuk dan duduk di sofa.


"Makasih, Bun ini Abiyan kesini mau menjenguk Nisa".ulas nya.


" Ohh... Nisa masih di kamar nanti juga turun".balas Bunda Nisa.


"Maaf bun, perkenalkan ini istri saya Zea ".ucap Abiyan.


"Cantik sekali istrimu, Biyan".ujar Bunda.


" Zea tante" . Zea memperkenalkan diri.


"Panggil Bunda aja Zea".


Zea mengangguk kepala lalu menoleh keatas melihat Nisa turun dari kamar nya.


" Nis.. Nisa apa-apa kamu, lepasin saya".pekik Abiyan.


"Nisa kangen sama kak Azam".


" Nisa stop".ucap Abiyan lalu menepis tangan Nisa yg melingkar di leher nya.


Zea yg melihat sedikit kesal mendengus raut wajahnya berubah seperti kebakaran jenggot.Bang Aji lalu menarik Nisa untuk duduk di sebelahnya.


"Apa-apa kamu si Bang saya kan masih kangen Kak Azam".


" Duduk".pekik Aji.


Abiyan menghela napas panjang dan menegangkan diri Zea yg terlihat marah masih cemberut.

__ADS_1


"Sebelum saya minta maaf atas kelakuan Nisa".ucap Bunda.


" Iya bun, saya maafkan".balas Abiyan ".


" Saya kesini bertujuan untuk memberikan tahu Nisa, jika saya tidak bisa menikah i kamu, saya harap kamu mengerti saya sudah punya istri ".ucap Abiyan seraya menggenggam tangan Zea.


Nisa pun sangat kesal mendengar penuturan Abiyan.


" Kak, saya mau jadi istri kedua kamu".saut Nisa.


"Tidak, Nis saya hanya ingin menikah sekali seumur hidup dan Zea adalah pilihan saya.


" Aku ga percaya kak, kak Azam tidak mencintai dia".tukas Nisa.


"Kami memang belum mencintai tapi kami yakin saat ini kami sudah saling mencintai".saut Zea ikut buka suara.


" Bohong... nyatanya Kak Azam belum pernah mendapatkan Hak nya kamu bukan istri yg baik kamu pendosa membohongi semua orang berpura-pura mencintai Kak Azam ".seru Nisa membongkar rumah tangga Zea dan Abiyan.


Zea membulatkan matanya menatap Abiyan kenapa Nisa tau tentang privasi seperti ini?.


" Nisa... kamu jangan bicara seperti itu lancang, Nak".nasehat Bunda.


"Bun,Kak Azam ga bahagia nikah sama perempuan itu, mereka hanya dijodohkan".seru Nisa mulai tersenyum sinis ke Zea.


" Cukup... Nis saya sudah mencintai istri saya mulai sekarang saya mohon jangan ganggu rumahtangga saya ".ketus Abiyan.


" Maaf bun, saya pamit Asalamualaikum ".ucap Abiyan dan membawa Zea keluar.


" Walaikumsalam ".saut Bunda.


Abiyan tau perasaan Zea saat ini ia membawa Zea pulang Zea yg masih terdiam menunduk kepala .

__ADS_1


Sesampainya di rumah Zea ke kamar mengunci dan menangis didalam Abiyan tidak akan menggangu ia akan memberikan waktu Zea untuk menenangkan pikiran nya.


__ADS_2