
Kemarin Zea yg sedih kini sekarang kita buat Si Abiyan yg sedih ya😁😁😁😁.
Zea masih mengunyah makanan demi makanan yg disendok Abiyan pandangan nya ia alihkan kesebarang ia tak ingin menatap Abiyan yg pasti saat ini Abiyan lah tengah menatap nya.
Zea merasa sudah kenyang pun mendorong pelan piring yg berada di tangan Abiyan lalu menyodorkan gelap untuk Zea minum, setelah itu beranjak menuju kamar mandi meninggalkan Abiyan yg masih mematung menatapnya
Kemana Zea nya yg periang?
Didepam cermin Zea menatap dirinya melepaskan khimar cardigan dan rok dan melepas tisu yg tersumpal di hidungnya.
Zea menyikat gigi dan mencuci muka merasakan kepalanya sedikit pusing, wajahnya terlihat pucat matanya sebam
"Kenapa kamu jahat, Aby? " batin Zea.
"Gue udah berusaha menjadi istri yg baik, apa kurang? ".lirihnya.
Zea kembali meneteskan air mata menarik napas dalam-dalam berusaha menenangkan diri menghapus air matanya setelah itu keluar kamar mandi Abiyan yg berdiri didepan pintu kamar mandi dengan raut wajahnya yg khawatir, terapi Zea tak menghiraukan ke beradaan Abiyan ia berjalan menuju ranjang mengambil guling untuk ia taruh tengah menjadi pembatas dia dan Abiyan.
"Zea".panggil Abiyan.
Namun Zea enggan membalas ia membaringkan tubuhnya memiringkan tubuh nya dan menarik selimut nya" sudah malam anak kecil ini mau tidur, ".ucapnya
Abiyan menghela
napas ia ikut berbaring menghadap Zea yg memunggungi nya. ia perlahan mengusap bahu Zea dengan lembut.
" Jangan sentuh saya, da
n jangan sa
__ADS_1
sampai melampau batas jangan pindahkan guling itu biarkan ditempat".pekik Zea.
Abiyan terkejut "Zea".
"Ana uhibbuki fillah, Zuujati", bisik nya.
"Bahkan disaat ini dia masih bilang gue jelek, dasar jahat".Batin Zea didalam selimut mengusap air matanya yg menetes.
.
..
Sudah tiga hari setelah pertengkaran malam itu sikap Zea menjadi dingin ke pada Abiyan. Zea hanya berbicara seperlunya saja berbeda dengan Abiyan yg terus mencoba untuk membuka percakapan walaupun Zea menyueki nya.
" Hati ini pulang jam berapa, Zea? ".
" Empat".
" Ga usah".
"Zea, jangan sepertinin aku minta maaf aku ga suka kamu seperti ini".
Zea mengangguk ia meminum air putih setelah itu beranjak berdiri dari kursi mengambil tas dan berkas-berkas yg ia taruh di meja makan.
" Aku antar".
Abiyan mengantarkan Zea ke kampus segera Zea keluar namun tangan nya ditahan Abiyan.
"Nanti pulang nya aku jemput".
"Aku bisa pulang sendiri, kamu besokan udah mulai ngajar lebih baik mempersiapkan untuk besok".
__ADS_1
Abiyan menarik Zea kepelukan nya segera Zea mendorong tubuh Abiyan namun Zea kalah karena Abiyan lebih kuat dari dirinya.
" Jangan nolak Zea. Aku cuma ingin memeluk kamu, I miss you".ucap Abiyan menikmati pelukan yg sudah 3 hari ini tidak ia rasakan.
"Lepasin sebentar lagi kelasku mulai".
" Maafin aku, sayang".seraya menangkup wajah Zea lalu mengecup kening nya Abiyan yg tak melepasnya Zea pun menepia tangan Abiyan dan keluar dari mobil nya. "assalamualaikum".pamitnya
" Walaikumsalam ".saut Abiyan.
.
.
Pukul 4 sore Zea selesai kuliah ia dikagetkan dengan datangnya illyas.
" Kak ilyas ada apa? ".
"Hmm... maaf sebelumnya gini Oma ku ulang tahun aku bingung mau milih bunga tadi Nara bilang dia ga bisa menemenin aku cari bunga dia minta tolong sama kamu untuk mencarikan bunga untuk Oma ku, Nara juga ngabarin kamu kan? "
"Mmm... ga tu ka".
" Coba kamu baca pesen nya ".
Zea merogoh ponsel nya dilihat notif dari Nara memintanya agar menemani illyas mencarikan bunga karena Nara saat ini sedang di Rumah sakit menemani ibu nya yg sakit.
" Oh.. iya kak ini Zea baru buka maaf".
"Tapi kak, Zea mau pulang".
" Sebentar aja kok, boleh ya".
__ADS_1
"Oke sebentar tapi ya".balas Zea setelah berpikir ingin menolak tapi tak enak karena Nara yg memintanya.