Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
malu


__ADS_3

Setelah makan Zea kembali duduk disebelah Abiyan.


"By,malem ini kita bobo bareng disini ya".


" Hm..iya sayang ".jawab Abiyan ia menggeser tubuhnya agar Zea bisa tidur disebelah nya Zea segera membaringkan tubuhnya menemani Abiyan bobok dirumah sakit.


Pagi hari ini Zea mau ga mau harus berangkat kuliah karena hari ini ada kuis, Zea terpaksa masuk tadi nya ingin bolos sehari ingin menemani Abiyan dirumah sakit.


"Buset, kuis apa kuis ini".keluh teman kelas Zea.


" Easy".zea tersenyum senang ketika melihat soal kui tersebut.


Mereka semua sibuk mengerjakan kuis, tentu Dosen yg terus berjalan ke sana kemari memantau para mahasiswa.


Dengan fokus, Zea mengerjakan kuisnya, Ia sudah menjawab 4p dari 50 soal padahal masih tersisa waktu setengah jam.


Dosen mengatakan jika mereka sudah selesai mengerjakan diperbolehkan pulang tentu Hai itu membuat Zea bersemangat menyelesaikan soal dengan sungguh-sungguh agar bisa cepat pulang.


Pulang ke rumah sakit, maksudnya.


Waktu tersisa satu jam Zea beranjak dari kursi membuat semua mahasiswa yg berada dikelas menolehkan, mereka heran ketika Zea mengerjakan soal lebih cepat, tetapi zea tak mempedulikan mereka.


"Sudah pak".ucap Zea menyodorkan lembar jawaban.


Dengan ragu, dosen mengambil kertas jawaban Zea mengamati denyut dengan seksama.


" Jika Bapak tidak yakin, dan jawaban saya banyak yg salah, Bapak boleh meminta saya mengerjakan ulang 2 kali lipat.


Dosen mengangguk"tidak saya yakin dengan jawaban mu".


"Kamu boleh pulang".


" Terimakasih, pak".


Zea beranjak keluar dan memesan taksi online mengingat kejadian kemarin ia sedikit was-was naik taksi yg bukan online, sebelum taksi yg dipesan datang ia melaksanakan solat dhuhur terlebih dulu. Sesampai di rumah sakit ia menuju ruang inap Abiyan dengan perlahan membuka pintu, ia melihat Abiyan yg sibuk dengan iPadnya.


"Asalamualaikum".

__ADS_1


" Walaikumsalam, ayangg, lho kok udah pulang naik apa? ".


Zea mengangguk ia mendekati Abiyan mengecup tangan nya"Umma naik taksi online, By".


" Udah sholat dan makan lum? ".


Zea menggeleng " Belum makan, tapi udah kok sholat nya tadi di kampus ".


" Yaudah mau makan apa? aku pesenin online? ".


" Mmm... apa ya? Ayam geprek aja deh".


"Jangan pedes, Zea".


Zea mengerucut bibir nya" ih, tadi nanya, sekarang ga dibolehin. Tau gitu mah ga usah nanya! ".


" Iya-iya, ayam geprek nya level 0 ya? ".


" Itu mah bukan ayam geprek, tapi ayam pukul! ".kesal Zea.


"Oke, level 1".


" Level 5,By".


"Level 1 atau ga boleh? ".


" Iyaiya, geser dong, aku mau boboan kayak semalam ".


Abiyan menggeser tubuhnya. membuat Zea segera naik ikut duduk disebelah Abiyan, semalam dirinya tertidur berdua dengan Abiyan dibrankar ini.


Zea bersandar di bahu Abiyan, ikut melihat Abiyan yg sedang memesan makanan lewat aplikasi di iPadnya.


" Aby.. ".


" Hmm. "


"Masih sakit-sakit ga badanya? ".

__ADS_1


" Udah mending, kenapa? ".


" Bibirnya masih memar? ".tanya Zea.


Abiyan mengerti, ia mengalihkan pandangan nya keatas seperti tengah berpikir "masih memar gak, ya!.


" Ihhh... aby!! ".


Abiyan tertawa " mau ngapain, sih? ".


Zea memonyongkan bibirnya memberitahu Abiyan dengan mengode nya dan berkedip kedip matanya.


"Kamu sakit mata sayang? ".


" Ihhh. Aby, ga peka!! ".


Abiyan tertawa kembali ia menaruh iPadnya dinakas dan beralih menangkup pipi Zea.


" Sudah baik, sayang ".


Zea tersenyum" yaudah ayo cium, aku!! ".


Abiyan terkekeh ia mengusap pucuk kepala Zea dan mengusap pipi Zea dengan lembut. saat ini wajah Zea dan wajah Abiyan mendekat, pintu ruangan Abiyan terbuka.


" Assalamu'--astofirulla... ".


" Brak!.


pintu ditutup dengan keras, Abiyan sudah tahu bahwa yg baru saja ingin masuk adalah empat temannya mereka mengatakan jika ingin menjenguk Abiyan.


"Siapa sih, ganggu aja".protes Zea


" Fahri, Riyan, Rio,dan Joni ".


"Serius temen-temen kamu? ".


Abiyan mengangguk sebagai jawaban. membuat Zea segera menarik selimut Abiyan menutupi dirinya " Ya Allah Aby, aku malu banget!! ".

__ADS_1


__ADS_2