Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Marah


__ADS_3

Abiyan pulang mencari-cari keberadaan Zea Ian tak menemukan menelfon no nya juga tidak aktif lalu menghubungi kedua orang tuanya namun Zea tak disana segera menghubungi Ahmad dan Maya orang tua Zea.


"Asalamualaikum".salam Abiyan.


" Walaikumsalam, ada apa Biyan? ".tanya Maya.


" Ma, apa Zea ada disitu? ".


" Ada disini emang nya ada apa? ".


" Ya syukur kalo Zea ada di sana, Abiyan segera ke sana ".


" Iya".


"Asalamualaikum".


" Walaikumsalam ".jawab nya


Abiyan segera mengakhiri telfon nya lalu segera menuju ke rumah mertua nya, sesampainya Abiyan mengucap salam di lihat Ahmad dan Maya masih duduk di ruang tamu.


" Sini, nak ada apa? ".tanya Ahmad.


" Maaf Ma, Pa Abiyan ga bermaksud menyakiti Zea".ulas nya.


"Maksudnya apa? kami tak mengerti? ".ucap Maya.


" Zea marah Ma, Pa karena Abiyan menemui seseorang dan Zea melihat Abiyan di peluk perempuan, Abiyan ngaku salah,Ma, Pa abitan ga bermaksud seperti itu" . ujar Abiyan menundukkan Kepala nya.


"Coba cerita kan semuanya biar kami tau? ".pinta Maya.

__ADS_1


" Begini, Mi teman Abiyan yg dulu di kairo datang ke indonesia dia mengalami depresi berat karena mengetahui Abiyan menikah dan saat itu dia berusaha bunuh diri , aku merasa bersalah dengan menemui dia di rumah sakit saat itu Zea membuntuti saya dan Nisa saat itu memeluk Abiyan ".


" Oh... jadi Zea cemburu".tebak Ahmad.


"Mungkin, Pa".


" Pantes aja mukanya kayak baju belum digosok".timpal Maya.


"Udah nanti mama yg bujuk Zea ".


" Tapi Abiyan ingin ketemu Zea mau minta maaf Ma, Pa".


"Udah sana susul Zea di kamar".ucap Ahmad.


" Terimakasih Ma, Pa assalamualaikum ".


" Walaikumsalam ".


Abiyan mengetuk pintu kamar nya, Zea beranjak dan mengintip di lubangi kunci "Abiyan ngapain dia kesini".lirihnya.


" Zea saya tau kamu marah, tapi tolong bukain pintunya saya akan jelaskan ".ucap Abiyan meyakinkan Zea.


" Zea kamu dengar saya kan? ".


Zea pun membuka pintu menatap Abiyan


" Zea, boleh saya bicara? ".


" Apa? ".

__ADS_1


" Zea kamu pasti salah paham apa yg tadi kamu lihat ".


" Terus kalo suaminya berpeluk kan sama perempuan saya harus diem ga marah? " . tanya Zea.


Abiyan mendekat dan menggenggam bahu Zea "dengerin saya kalo Nisa tadi hanya spontan memeluk saya, depresi nya kambuh dan mencari-cari saya".


" Udah, By aku mau dirumah orang tua ku dulu, kamu pulang aja sana".ucap Zea.


"Ze... aku mohon kita pulang ya".


" Pulang sana, By".tolak nya.


Lalu menutup pintunya"Zea... dengerin saya dulu".


Abiyan pun menyerah seakan Zea benar-benar menutup telinga tidak mendengar permohonan nya ia turun menuju mertua nya dilihat Ahmad dan Maya masih duduk di sofa.


"Ma, Pa Abiyan pulang dulu".pamitnya.


" Kenapa pulang? udah nginep dulu aja di sini".titah Ahmad.


"Tapi Pa, Zea masih marah kalo tau saya masih di sini Zea ga bakal keluar kamar".ucap Abiyan.


Ahmad dan Maya menganggukkan" ya sudah hati-hati kalo pulan, biar mama yg bicara sam Zea kalo Zea udah baikkan".tambah Maya.


"Makasih,Ma, Pa Biyan pamit Asalamualaikum ".


"Walaikumsalam".


Abiyan pulang dengan tangan kosong ia segera memarkir mobil nya dan masuk ke dalam rumah Abiyan menatap kamar nya merebahkan tubuhnya mengusap bantal milik Zea " Ze... maafkan saya pasti kamu beranggapan saya akan berpoligami ".lirih Abiyan hingga ia terlelap tidur tanpa mengganti bajunya.

__ADS_1


__ADS_2