
Sebelum Abiyan pulang dan mengajak kembali ke jakarta Zea. Nisa meminta ingin bertemu dan memohon pada zea untuk berbicara sebentar, akhirnya Zea mengiyakan permintaan Nisa.
Zea menatap perempuan yg berada di hadapan nya dengan wajah datar dan anyep, kedua tangannya menyikap didada, sedangkan Nisa masih memasang senyumnya pada zea.
"Sebelum nya saya berterima kasih, karena sudah bersedia mengobrol dengan saya, ".ucap Nisa membuka percakapan.
" Langsung aja masuk ke intinya ga usah bertele-tele ".sarkas Zea.
"Saya mencintai Abiyan, lebih dulu dari pada kamu Zea".
" Tapi Abiyan suami saya".balas Zea.
Nisa mengangguk "saya tau awalnya kamu menolak perjodohan itu, tapi akhirnya kamu menerima nya".
"Karena sekarang saya cinta sama Abiyan,bahkan Abiyan juga menyukai saya".
Zea tersenyum sinis"Abiyan sudah ga suka sama situ, jangan ngarep, Mba".
Nisa ikut tersenyum kecil" kamu tau kalo beberapa bulan lalu selama satu bulan ia menemui saya? ".
Zea mengangguk" iya bahkan Abiyan sudah menceritakan semua tentang anda, situ frustasi kan? Akhirnya Abiyan mencoba menenangkan situ dan membujuk situ mau berobat".
"Kalo ini ".ucap Nisa menyodorkan ponsel nya menunjukan foto dirinya dengan Abiyan, Namun Zea tak terpancing" Bagus fotonya rekomendasi dong jasa edit fotonya, ".sambung Zea.
"Gini aja deh, saya gak ingin menyakiti kamu tapi saya punya solusi" ucap Nisa.
"Saya menjadi selir kamu, istri kedua Abiyan, bagaimana? ".tambah Nisa.
Zea bener-bener tak percaya Nisa nekat meminta seperti itu.
__ADS_1
" Dasar pelakor ga waras ".desis Zea kemudian berlalu meninggalkan Nisa.
.
.
Zea dan Abiyan kembali pulang kejakarta karena Cika meminta ijin pulang duluan alhasil Fahri lah yg mengantar nya. Zea masih kepikiran omongan Nisa .
Sesampainya dirumah Zea segera masuk ke kamar dan membersihkan diri Abiyan saat itu tengah menulis catatan tugasnya di sofa ia mengembangkan senyuman ke Zea saat Zea keluar dari kamar mandi.
"Kamu kenapa? ".Abiyan hendak mendekati dan ingin menyentuh nya.
" Jangan deket-deket, ga usah Pegang-pegang! ".sentak Zea.
" Kenapa sih? ".
"Sok sok nanya kenapa? ".
" Jelasin, ada apa?
"Kenapa kamu pegang dan peluk dia terus ngusap usap, jelaskan? ".
" Maksud nya ngusap pegang ? peluk? siapa? ".
"Masih nanya ga usah pura-pura ga tau, tadi dia nemuin aku dan ngasi liat foto kamu sama dia".
" Foto apa? siapa, Zea yg jelas omongnya? ".
" Ya si Nisa sabiyan alias si pelakor siapa lagi".
__ADS_1
Mengapa Zea jadi emosi melihat Abiyan tak mengerti ucapannya..
"Itu lho ANISA IMELDA! SI JAMET!! APA-APA DIA MINTA JADI SELIR AKU! DASAR PELAKOR GA WARAS".pekik Zea.
Abiyan terkejut menatap Zea yg terlihat emosi napas nya seperti lari marathon.
" Zea" .
"Apa? ketahuan kan kamu usap kening nya dia dan pegang dia? kamu jahat, by".
" Zea tenang dulu dengerin penjelasan aku ".
"Foto yg kamu lihat itu foto saat mental dia sedang terguncang , di cafe itu aku diminta dia menemui nya dan saat itu juga aku bilang untuk berhenti mencintai aku, sampai keesokan hari nya orang tuanya menelfon jika dia sedang down dan ingin bunuh diri saat itu saya membawa nya ke rumah sakit dan ternyata berbarengan dengan kamu yg sedang dirawat dirumah sakit itu".
"Dan masalah foto itu ada seseorang yg sengaja mengabadikan entah itu siapa saya juga ga tau".
" Aku minta maaf Zea, aku benar-benar gak tau harus gimana aku takut dia nekat bunuh diri karena aku ga membalas cintanya".
"Dia memang udah gila, Abiyan ".kesal Zea.
Abiyan menghela napas panjang" ga usah ditanggepin, aku ga akan menikah lagi".kemudian abiyan menangkup wajah Zea emosi Zea mulai mereda "aku takut, by kamu poligami? "
"Jangan takut aku ga akan poligami saya sudah bersumpah dan berjanji didepan orang tua kita".
" Istriku hanya ZEA NACITA SALIKA BINTI AHMAD".
"Ilove you, aby, please don't leave me".
Zea memeluk erat Abiyan.
__ADS_1
" Saat itu kamu pegang kening dia sekarang kamu cium kening ku cepet ".titah Zea.
Abiyan tersenyum kecil tanpa disuruh dua kali Abiyan mengecup kening nya.