Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Gus Abiyan


__ADS_3

Mereka tengah makan malam di ruangan Lea, karena memilih makan bersama di sini.


Lea yg sudah siuman satu lalu kini duduk bersandar di kepala Zea lalu mendekati dan membawakan makan dari rumah sakit.


"Lea, baju graduation bagus kan? ".tanya Zea seraya menyuapi makanan untuk Lea.


" Bagus ".Lea Menggagukan Kepala nya.


" Nah niatnya aku mau pakai ini untu acara nanti, aku juga udah siapin gaun untukmu."


Lea tersenyum miris"mungkin aku gak bakal hadir di acara itu Kak".


"Loh kenapa gitu? ".tanya Zea.


" Karena pasti aku udah gak ada di sini".


"Kenapa kamu omong gitu?! kenapa kamu menyerah Lea, bukan nya kamu yg selalu bilang ingin kita selalu usaha dan berdoa supaya kamu cepat sembuh, kamu harus semangat, minum obat, kemoterapi tapi kenapa kamu malah menyerah kayak gini, hah? ".ucap Zea panjang lebar


"Zea".


Maya mendekati mereka, ia mengusap bahu Zea yg naik turun karena emosi perkataan adiknya.


" Tenang ya, sayang".


"Zea gak suka Lea omong kayak gitu, Ma".


" Kak, penyakit ku ini bukan demam atau flu biasa, Leukemia, kak. Kanker".terang Lea.


"Lea kakak yakin kamu pasti sembuh!! ".


"Aku mau kok transfusi darah aku setiap hari ke kamu supaya cepet sembuh. Aku mau kamu sembuh Lea bukan malah berpikir seperti itu".ucapnya menatap Lea yg menatap nya dengan sedih.


" Aku udah gak kuat aku capek harus mimisan tiap hari, harus lebam setiap saat, harus pusing, aku lelah kemoterapi, aku capek radiologi,aku gak mau minum obat tubuh aku sakit".keluh Lea


"Bukan berarti kamu udah nyerang, lea. kamu tau keajaiban kan? kalau kamu mau berusaha Allah akan memberikan keajaiban untuk mu, lea".timpal Zea.


Lea menunduk, menangis. sejujurnya ia juga ingin sembuh tapi mau bagaimana lagi? Ini semua sudah takdir.


"Aku ini kembaran mu, aku kakak kamu kalau aku bahagia kamu juga juga ikut bahagia. Dan kalau kamu sakit aku juga akan merasakan sakit itu. Bagi rasa sakit itu itu ke aku, Lea, jangan kamu tahan sendiri, ada aku".ucap Zea mendekati Lea dipinggir bankar menarik Lea kedalam pelukan nya.

__ADS_1


.


.


.


Keluarga Abiyan yg baru datang dengan Umi sarah kemudian masuk dilihat Lea yg masih tertidur di ranjang dan Ahmad, Maya, sedang duduk dan Zea yg disebelah Maya tertidur di sofa.


"Asalamualaikum".


" Walaikumsalam ".saut Maya dan Ahmad


Umi sarah meletakan buah-buahan yg dibawa nya Zaid yg mendekati Ahmad dan Maya duduk di sofa.


" Bagaimana keadaan Lea? ".tanya Zaid.


" Dia sudah siuman dan selesai makan dan beristirahat sebentar".ujar Maya.


Umi sarah mengelus kening Lea "Kamu yg kuat ya, Nak".


Abiyan yg baru saja menghadiri acara disalah satu tempat yg mengundang nya, langsung menuju rumah sakit.


Zaid berkata keadaan Lea sudah membaik dan Lea ingin berbicara dengannya.


" Walaikumsalam ".Semua menoleh kearah pintu.


"Maaf tadi agak macet".


" Gapapa, By. kami maklum, kok".


Lea yg melihat Abiyan tersenyum tipis.


"Sudah membaik? ".tanya Abiyan menatap Lea bersandar di kepala brankar.


" Alhamdulillah udah, Gus".


"Katanya ada yg mau dibicarakan? ".tanya Abiyan pada semua.


" Aku mau bicara sesuatu ".ucap Lea menatap mereka semua satu persatu

__ADS_1


" Kalian kan tau aku sakit, dan penyakit ini bukan penyakit biasa, mungkin umurku tidak lama lagi".


"Jangan bicara seperti itu, Lea. Umur tidak ada yg tau kecuali Allah".potong Maya.


"Tapi kenyataan penyakit ku ini gak sembuh, Ma".


Lea tersenyum pada Abiyan " Aku mau membicarakan pernikahan aku dan Gus Abiyan.".


"Sepertinya, sangat mustahil, jika Lea menikah dengan Gus Abiyan, maka itu Lea ingin Gus Abiyan menikahi Zea, bukan Lea".


" Gus, percaya lah kak Zea sangat baik, dia peduli punya rasa sayang dan periang, Zea baik aku yakin dia bisa jadi istri yg baik untuk Gus Abiyan".


"Lea, Zea bakal membantah dan menolak ini, dia tidak akan mau menerima nya".ucap Ahmad.


" Itulah kak Zea memang gak mudah menerima sesuatu, Apalagi yg dia gak suka. Tapi aku yakin dia bakal Terima dan beradaptasi nantinya".lea terkekeh.


"Asalkan, Gus Abiyan terus bersabar".tambah nya.


" Mau ya, Gus? ".pinta Lea.


Zea yg terbangun tertidur di sofa berkacak pinggang dan menatap Lea kesal yg meminta padanya menikah dgn Abiyan.


"Pokoknya aku gak mau nikah sama Om-om Haji itu".tolak Zea.


" Kak, dia buka Om haji, namanya Gus Abiyan. kak Zea gak boleh gitu".


Zea mendekati Lea dan Abiyan "Lea kamu yg bener dong jangan ngaco, nyuruh nikah sama Om-om itu,kamu aja yg nikah ama dia! ".rancau Zea


" Kak, kalau pun aku sehat dan memiliki umur panjang aku gak akan minta untuk menggantikan aku".


"Jaga bicara mu, Lea! kamu bakal panjang umur dan sembuh".


"Tapi nyatanya gak, Kak".ucap Lea


Zea menggeleng "Nggak, pokoknya sampai kapan pun aku gak mau nikah sama Om-om datar itu".


Setelah mengucapkan itu, Zea berlalu dari hadapan mereka ia keluar sambil mengusap air matanya yg sudah jatuh.


"Zea.. ".teriak Ahmad memanggilnya namun Zea tetap berlari pergi.

__ADS_1


" Udah Papa bilang jika Zea gak akan mau nerima ini Lea, dia berbeda denganmu".ucap Ahmad.


Lea menghela nafas, ia tersenyum kecil jika kak Zea pasti mau"tapi Lea yakin kalau kak Zea akan menikah dengan Gus Abiyan.


__ADS_2