
Nisa sengaja menemui Abiyan saat Abiyan selesai mengajar.
"Azam".panggilnya.
" Ada apa lagi, Nis? " .
"Zam, bagaimana tawaran ku? " .
Abiyan menyatukan alis "kamu bener-bener gak waras ya, Nis aku sudah punya istri! ".Kekeh Abiyan.
" Iya, aku memang gak waras karena kamu, Zam aku benar-benar mencintaimu kamu".pekik Nisa lagi-lagi Nisa melontarkan perasaan nya.
Flashback.
Di kairo.
Nisa gadis berhijab anggun berada di supermarket karena stok makanan nya habis ia belanja tak di pungkiri saat itu ia ingin mengambil kaleng sarden tinggal satu, tangan nya bertautan dengan Abiyan.
"Maaf ".ucap Nisa menunduk pandangan nya.
" Ambil saja".balas nya, Nisa tau jika ia berada dengan laki-laki yg berasal dari indonesia logatnya pun terlihat.
Nisa mendongak melihat Abiyan "jika kakak, mau ambil saja".ujar Nisa.
" Terimakasih ".sautnya kini berlalu pergi meninggalkan Nisa yg mematung menatap nya " tunggu".teriak nya.
Abiyan pun menghentikan langkah nya"ada apa? "
"Kakak dari Indonesia juga? ".
Abiyan mengangguk " kenalin saya Anisa Imelda juga dari Indonesia".menangkupkan kedua tangan nya
"Ohh... saya Azam Abiyan Malik".
" Senang berkenalan denganmu, Nis".
"Sama-sama, Kak boleh saya panggil Azam? ".
__ADS_1
" Boleh".
Nas saat itulah Nisa dan Azam bertemu hingga Nisa meminta no ponsel Abiyan mereka saling menukar pesan hingga Nisa meminta bertemu lagi di toko buku Abiyan mengiyakan kini mereka bertemu, Nisa yg mempunyai ketertarikan pada Abiyan, kini mereka pun bertemu yg 3 kalinya mereka berdua duduk di cafe.
"Kak Azam gak mau balik ke Indonesia? ".tanya Nisa.
" Belum, nis masih 2 bulan lagi study saya selesai, kalo kamu? ".
" Minggu ini sih, bakalan rampung tapi belum kepikiran mau balik gak ke Indonesia ".
" Ohh.. betah ya kamu disini, saya gak betah? ".
" Kenapa? "
"Saya tidak ingin jauh-jauh dari umi dan Abah karena saya anak tunggal jadi mau gak mau saya harus nerusin Abah mengurus pesantren".
" Mmm.. jadi kak Azam anak kyai? ".
Abiyan mengangguk kecil" iya, Nis".
"Kak Azam".panggil nya.
Abiyan segera menghampiri Nisa yg duduk di kursi taman.
" Gimana nis hasilnya? " .
"Alhamdulillah, aku lulus kak".
" Terus kamu mau lanjutin atau mau cari kerja? ".
" Belum kepikiran sih, pengennya lanjut sambil kerja".
"Kak, boleh Nisa jujur? "
"Boleh apa, Nis? ".
" Nisa gak bisa bohong saat pertama Nisa ketemu, kak Azam Nisa punya rasa".
__ADS_1
Abiyan pun terkejut akan penuturan Nisa"Mmm.... jujur nis saya juga ada ketertarikan sama kamu, tapi saya gak janji menikahi kamu karena jodoh ada ditangan Allah ".
" Tapi kita bisa kan kak Ta'aruf? "
"InsyaAllah saya akan coba, tapi dengan kata lain saya tidak menjanjikan apapun".
Nisa mengangguk tersenyum lebar menatap Abiyan, ia juga membalas senyuman Nisa.
2 bulan kemudian Abiyan pun menerima hasil kelulusan nya hingga Abah nya menyuruh Abiyan segera pulang ke Indonesia. Abiyan ingin berpamitan ke Nisa.
" Assalamualaikum ".salam Abiyan menemui Nisa di toko buku karena Nisa bekerja di sana.
" Walaikumsalam, kak Azam tumben temui Nisa? "
"Saya mau pamit ke Indonesia besok".
" Kenapa buru-buru? "
"Entahlah, Nis Abah menelfon agar saya pulang".
" Tapi Kak, kita kan baru aja mau Ta'aruf? "
"Iya, Nis kita jalani saja kalo nantinya kita berjodoh kita kan bertemu lagi dan jika Allah menjodohkan kita, saya akan mengkhitbah kamu, namun saya tidak berjanji".terang Abiyan.
" Baik, kak".sautnya.
.
.
.
"Semua Takdir dan Rencana hanya Allah yg maha tau, kita hanya menjalani apa yg Allah takdir kan,tapi jika takdir berkata lain lantas kita hanya bisa menerima nya".
..
.
__ADS_1