Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Culik


__ADS_3

POV ZEA


dikampus.


Selesai kelas mata kuliah aku keluar ingin sesekali menghubungi Abiyan namun aku urungkan karena saat ini Abiyan tidak baik keadaanya. Mungkin kabar meninggalnya Nisa mantan kekasih nya yg pernah mengisi hati Abiyan, saya tak cemburu atau marah Abiyan kesana, toh sekarang Abiyan sudah mencintai aku dan sekarang aku sedang mengandung buah cinta kita.


Aku beranjak keluar mencari taksi kebetulan ada taksi lewat aku pun menyetop nya.


"Taksi.. ".teriak ku.


" Iya, mba silahkan naik".kata sopir itu.


Aku pun masuk tanpa rasa curiga ataupun khawatir "Pak kita ke perumahan xxxxx... ya".pinta ku.lalu di anggukan sang sopir. Namun selang berapa menit kenapa? sopir itu berjalan lawan arah dari alamat yg aku pinta? ia malah menuju di sebuah ruko-ruko yg terbengkalai aku pun tersadar firasat pun sudah mulai curiga?.


" Pak... pak ini sepertinya salah jalan? ".sarkas ku.


Sopir pun masih diam aku mulai berteriak dan mengancam keluar jika ia tak berhenti lalu sopir menepikan mobilnya tepat di gedung tinggi yg terbengkalai aku pun tak tau posisi ku saat ini dimana? jantungku berdetak kencang rasa ketakutan ku mulai menyeruak.


mobil pun dihampiri dua orang berbadan tegap tinggi dan bertato aku mulai takut"Turun... ayo turun".teriak keduanya mengedor-grdor kaca pintu mobil.Aku pun turun mereka langsung memegang kedua tanganku"kalian mau apa? ".tanyaku .


" Ayo ikut kami".


"Ga aku.. ga mau".berontak ku namun aku kalah dari mereka yg begitu kuat menarik-narik ku.

__ADS_1


Sampai di dalam di ruangan yg penuh debu dan gelap hanya lampu petronas meremang menerangi ruangan itu, aku diikat dikursi tangan, kaki diikat mulutku pun dilakban.aku yg masih terus memberontak meskipun keadaan ku seperti itu.


" Diam... ! ".bentak nya membuat ku terdiam rasa ketakutan melebihi rasa takutku melihat saiton.


Setelah aku terdiam ada 2 orang masuk salah satu sosok orang yg ku kenal bahkan sosok tersebut yg pernah mengisi hati ku. " HANS".


Laki-laki yg dulu singgah dan mengisi hati ku kenapa ia menculik ku? Apa salah ku? aku Membantinnya. ia mendekati ku dan disebelah nya ada perempuan cantik entah siapa? aku tak mengenalnya?.


"Zea Nacita Salika? ".ucap gadis itu seraya merobek keras lakban yg menutup mulut ku sakit terasa mulut ku kala itu.


" Kalian mau apa? ".tanya ku.


" Ternyata wanita J****ng kayak lo layak diginiin ".sarkas gadis itu.


" Mmm... aku gak tau maksud kalian? ".


" Kamu kenalkan Anisa Imelda? ".


" Kenal? ".


" Lo yg buat Adik gue meninggal, lo udah merebut orang yg dia cinta? ".


" Adik..? merebut? "

__ADS_1


"Iya Anisa Imelda adik kandung gue! ".


" Gue Dara selaku kakaknya tak Terima adik gue tersakiti!! ".


Zea terkejut penuturan perempuan itu Hans pun ikut bicara.


" Zea karena lo udah nolak cinta gue! ".ucap Hans.


Zea pun bingung harus membalas apa karena saat ini pun Zea ketakutan karena perempuan itu membawa benda tajam.


Lalu Dara mencari-cari ponsel ku yg berada di tas ia menemukan dan memberikan ke Hans untuk menghubungi Abiyan. Hans pun segera menelpon Abiyan.


"Hai Gus Azam Abiyan Malik".


Wajah Hans dan Dara terpampang dilayar ponsel Abiyan.Hans tersenyum sini.


" Dimana Zea? ".


" Hahahaha... ".mereka berdua tertawa 😄😄😄


Membuat Abiyan bersungut-sungut marah.


Aku pun sudah menangis dikala layar ponsel melihatkan wajah suamiku.

__ADS_1


__ADS_2