
"Pergi kemana? ".
" Tidak tahu, Pak kyai. Ning hanya memesan taksi lalu pergi begitu saja".
"Kenapa Zea pergi? ada sesuatu yg terjadi? ".tanya Sarah.
Zainab mengangguk menatap Abiyan bergantian, Abiyan yg masih tersungkur dan shafira yg terisak dibelakang sana.
" Apa yg terjadi, Zainab? ".tanya Zaid.
" Ning Zea melihat Gus Abiyan dan Ustadz shafira berjima dikamar Gus Abiyan ".
" Astaghfirullahalazim ".
Tentu saja membuat Zaid dan Sarah terkejut mendengar nya, mereka tak menyangka jika anak nya sangat mengerti agama bisa berbuat seperti itu.
" Ji, tolong cari menantu dan cucuku pergi".titah Zaid khawatir.
"Baik".
...----------------...
Zea membuka pintu taksi diperjalanan ia menangis sesekali mengecupi wajah Caka.
" Mba tarifnya belum dibayar ".
"Pak mohon tunggu ya, saya ambil uang didalam karena saya ga bawa dompet".
" Baik, mba"
Zea segera turun memencet bel rumah berulang-ulang, Maya sangat terkejut kedatangan Zea dan Arsha.
"Ma.. mama Zea boleh pinjam uang 200 ribu buat bayar taksi? Zea ga bawa uang".
"Kok bisa--".
" Ma, sopir taksi nunggu ".
__ADS_1
Maya menganggukkan mengerti ia mengambil dompet setelah itu memberikan uang 300 pada sopir taksi, membiarkan Zea menunggu didepan pintu.
" Maaf, Pak, darimana anak saya menaiki taksi? mengapa menangis? ".
" Mba nya memesan taksi dengan lokasi Pesantren Darussalam, Bu. masalah menangis nya saya kurang tahu, saat naik taksi pun mba nya udah nangis".
"Terimakasih sudah mengantar nya, kembalinya ambil saja".
" Terimakasih, Bu".
Setelah berbincang maya akhirnya menghampiri Zea, ia masih menangis " Zea masuk yu. cerita sama Mama didalam ".
saat ini mereka di dalam kamar Zea
dirumah Maya dan Ahmad, Arsha yg berbaring tidur dan tak rewel sedikitpun, Sedangkan Zea dan maya duduk di tepi ranjang.
" Sayang, udah dong nangisnya, Cerita sama Mama? ".
" Mama, hati Zea sakit ".
Zea memeluk tubuh maya dengan erat.
" Zea apa benar Abiyan melakukannya? kamu cuma salah paham aja, Abiyan ga mungkin melakukan hal itu".
"Zea lihat sendiri ma, didepan mata kepala Zea, Abiyan melakukan hal senonoh itu dikamar Abiyan yg semalam Abiyan dan Zea gunakan untuk tidur. Bahkan Abiyan udah ga pakai baju, dan baju shafira udah berantakan".
" Astaghfirullah ".
" Mama, Zea ga tau harus apa? Zea ga sanggup lagi, Ma, Zea cinta banget sama Abiyan tapi Zea juga jijik melihat Abiyan melakukan itu sama Shafira ".
" Zea tenangin diri kamu ya, ingat kamu masih punya Arsha. Jangan langsung mengambil keputusan, kita serahkan semuanya sama Allah ".
" Mama telfon Papa agar cepat pulang ".
...****************...
Setelah menangis akhirnya Zea tertidur dipekukan Maya, Zea terlihat kelelahan.
__ADS_1
Maya sudah menghubungi Ahmad agar cepat pulang mendengar kabar Zea pulang kerumahnya dan menangis Ahmad segera meninggalkan pekerjaannya.
Sesampainya dirumah Maya menceritakan semua, tentu Ahmad sangat terkejut dan tak menyangka Abiyan melakukan hal itu.
"Papa harus menemui Abiyan".
"Jangan, Pa. mama yakin orang tuanya sudah melakukan tindakan pada Abiyan. Lebih baik kita tenangin Zea, putri kita membutuhkan sport dari kita".
Ting nung!
Ahmad membuka pintu rumah menatap datar Bang Aji yg saat ini dihadapan nya.
"Asalamualaikum Pak ".
" Walaikumsalam, mencari Zea? ".
" Betul Pak, mohon maaf apakah Ning Zea dan Gus Arshaka berada disini? ".
" Biarkan anak dan cucu saya disini, kamu bisa kembali ke Pesantren ".
" Tapi, Pak, ".
" Bang Aji".
Ahmad dan maya menoleh mendapati Zea yg menghampiri mereka.
"Ning, mohon maaf saya di utus Kyai untuk mencari dan menjemput Ning dan Gus Arshaka kembali ke Pesantren".
" Sekarang Bang Aji sudah tau saya berada disini jadi bisakah Bang Aji kembali ke Pesantren ".
" Tapi Ning kyai dan Nyai meminta membawa Ning Dan Gus kembali ke Pesantren".
"Saya ga akan kembali ke Pesantren saya dan Caka akan tinggal disini! ".
Mendengar itu Aji menjadi bimbang ia tak tahu harus berbuat apa agar membujuk Zea mau ikut bersamanya.
" Boleh saya minta tolong? ".
__ADS_1
" Boleh Ning Zea sampaikan pada Gus Abiyan? ".tanya Aji.