
Zea tertunduk lemas di kursi tunggu ruang ICU dihadapan nya ad teman Abiyan yg sama khawatir dengannya.
"Zea lebih bik kamu juga periksa, saya yakin mereka udh melakukan sesuatu pada kamu".
Zea menggeleng " Abiyan.. ".
" Abiyan sudah dapat penanganan Dokter, kamu juga harus mendapatkan perawatan Dokter".ujar Fahri.
Zea tak menyadari jika sudut bibinya terluka, entahlah melihat Abiyan yg terluka membuat nya tak peduli kondisi dirinya.
"Zea.. ".
" Mama".
Zea menoleh dan memeluk Maya yg datang bersama kedua orang tua Abiyan.
Zea menangis dipelukan maya,Ahmad pun ikut merengkuh Zea dan Maya.
"Zea Abiyan akan baik-baik aja, Nak. ucap Sarah menenangkan.
Zea telah mengganti pakaian nya dan luka dibibir nya pun sudah ditangani oleh perawat, sekarang ia sedang duduk dikursi sebelah brankar Abiyan tangannya menggenggam tangan nya.
" Aby, bangun.. ".lirihnya berbisik.
" Aby maafin aku karena udah bikin kamu jadi kayak gini, Aby bangun.. kamu ga kangen aku dan dedek bayi? kami menunggu kamu, By buka matamu ".
Maya, Ahmad, Sarah dan Zaid. hanya bisa memandangi Abiyan dan Zea dari kaca ruangan ICU. karena saat ini Abiyan sedang keritis dan yg diperbolehkan masuk kedalam hanya satu orang saja.
__ADS_1
Zea mengecup punggung tangan Abiyan setelah itu beranjak keluar.
" Ma.. Zea nitip Abiyan sebentar ya, nanti Zea kesini lagi ".
" kamu mau kemana? ".tanya Maya.
Zea tak menjawab ia berlalu pergi ke musola.
POv Zea
Di musola
Aku pun menuju tempat wudhu di musola rumah sakit sebisa mungkin aku menahan tangis ketika berwudlu, lalu segera masuk musola melaksanakan shalat, sebelum duduk bersimpuh dan mengarahkan tangan untuk berdoa.
" Ya Allah.. "
Satu ucapan ku ucap air mata ku mulai menanak sungai.
" YaAllah Abiyan orang yg sangat baik, tapi Zea masih butuh Abiyan jangan ambil Abiyan dulu, Ya Allah Zea janji, Zea akan jadi istri yg baik, Zea ga akan menyia-nyiakan kesempatan lagi, Zea butuh Abiyan, Ya Allah ".
Aku pun tak sanggup melanjutkan do'aku, tangisku terisak kembali menundukkan kepala.
" Zea.. "Mama menghampiriku menarik diriku kepelukan nya kemudian menangkup wajahku berhadapan dengan nya " Abiyan sudah melewati masa kritis nya".ucap Mama.
Aku tersenyum lebar menatapnya.
Pov author
__ADS_1
Zea mengangguk kala Umi yg berada di depan pintu ruangan Abiyan berucap jika Abiyan melewati masa kritisi nya.
Zea memasuki dilihat Abiyan masih belum membuka mata nya.
"Sayang".ucap Zea seraya menggenggam tangan Abiyan.
"Aby, aku disini nunggu kamu, kamu cepat bangun ya, buka matamu".
Zea mengamati lekat wajah nya mengusap lembut punggung tangannya ia menoleh laci nakas didalam nya terdapat baju bekas Abiyan yg ia kenakan sore tadi. Tentu Abiyan sudh ganti baju rumah sakit.
Zea menemukan tasbih kecil milik Abiyan yg berada disaku baju Abiyan. Zea mengambilnya tangan kiri menggenggam tangan Abiyan dn tangan kanannya mengulir tasbih.
Zea berzikir "Subhanallah wabihamdihi Subhanalladzim".ucap Zea.
Zea terus menerus berzikir hingga sekarang jam menujukan pukul 10 malam.
Maya dan Sarah berulang kali membujuk Zea beristirahat di sofa Zea hanya menggeleng jawabannya.
Sesuatu pergerakan tangan Abiyan dan matanya mulai dibuka.
" ABY.. ".
" Zea.. ".
Senyum Zea terbit " iya sayang aku disini. Ya Allah, mashaAllah subhanallah, terimakasih ya Allah ".
"Kamu baik-baik aja kan, Zea? ".
__ADS_1
" Iya aku panggil Dokter dulu".pamitnya.
Karena bahagia ia tak menghiraukan tombol yg berada disamping nya ia keluar memanggil sang Dokter.