Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Suuzon


__ADS_3

Kabar yang membuat zea bernapas lega ia berhasil naik semester 2 setelah ini ia akan mendapatkan libur semester selama satu minggu disaat teman-teman fakultas yg lain libur 2 minggu zea hanya 1 minggu, Maklum saja kedokteran.


"Aby, kemana sih di telfon gak diangkat".


Sudah berulang-ulang zea menelfon Abiyan untuk memberitahu jika zea sudah pulang, waktu juga sudah menunjukan pukul 5 sore pasti Abiyan berada, dirumah mengapa dia tak mengakat telpon nya?


" Bener-bener nih, laki gue".guman Zea.


Zea segera menaiki transportasi umum namun saat ia ingin menyebrang halte bus Zea terkejut melihat Abiyan keluar dari cafe seperti terburu-buru ingin pergi.


"Abyyy!!. teriak Zea memanggil nya namun sayangnya Abiyan masuk ke mobil dan mobil nya mulai meninggalkan pekarangan cafe.


Entah sapa yg salah Zea ingin mengikuti kepergian Abiyan, ia menemukan ojek yg baru mangkal.


" Ojek pak? ".ucap Zea.


" Iya, Mba kemana? " .


"Ikuti mobil hitam Pajero itu pak".titah nya.


" Oke".


Zea dan tukang ojek pun membuntuti mobil Abiyan terus, Zea pun mulai naik darah jika saat ini Zea sudah mengeluarkan dua tanduk nya lumayan jauh tetapi mobil Abiyan masih bisa dilihat Zea lima menit kemudian Zea melihat mobil Abiyan memasuki lobby hotel membuat Zea tambah bersungut-sungut bukan main.


"Sini aja bang, berhenti".


Zea turun dari motor merogoh selembar uang 100 ribu untuk membayar nya.


" Mba ini kebanyakan ".


"Udah ambil buat bapak aja".


"Makasih".


Zea sangat kesel segera memasuki Hotel saat masuk Zea disambut door man


" Welcome drink nya, kak"


"Gak perlu, gue mau Labrak laki gue".


Segera beranjak menuju resepsionis jika kalian memiliki mata batin pasti sudah melihat ada nya asap dan tanduk keluar dari kepala Zea.


" Selamat sore, selamat datang di Hotel , Bis, -".


"CEPAT KASIH TAU SAYA DI MANA KAMAR AZAM ABIYAN MALIK!! ".


Kedua resepsionis pun saling melempar tatapan " mohon maaf, Bu. apa ibu mencari seseorang? ".


" Gue cari laki gue, kasih tau kamarnya dimana? dua menit yg lalu dia masuk ke Hotel ini".


"Maaf, ibu tapi kebijakan Hotel tidak bisa memberi Infromasikan data pribadi tamu kepada sebarang orang. karena ini privasi".


" Privasi, privasi gue istrinya, cepet dimana kamar nya? ".


Karena resepsionis tidak memberitahu akhirnya Zea menyodorkan ponsel nya menunjukan foto pernikahan dirinya dengan Abiyan.


" Tolong ya, Mba cantik, saya istri Sahabat nya, jangan halang halangi saya, kalo mba diselingkuhin apa mba bakal diem aja? ".kali ini Zea lebih merendah.


" Baik atas nam--".

__ADS_1


"Azam Abiyan Malik ".potong Zea.


" Kamar nomor 204 lantai 2".


"Oke.. makasih.


Zea segera menuju lift menekan lantai 2 dan menuju nomor 204 segera Zea memencet bel pintu.


" Dasar unta mesir mau kadalin gue".gerutunya sambil menekan bel.


Berkali-kali Zea menekan nekan belum ditambah mengedor-gedor pintu jika pintu , Zea merasa jantungnya berdegup kencang, menakan sungai air matanya hatinya sakit Abiyan mengkhianati nya


pintu terbuka menampilkan sosok Abiyan yg terkejut mematung.


"Zea? kam__".


" Mana si pelakor!? ".potong Zea.


" Maks__".


"Minggir gue udah ga sabar pengen cites? ".


Zea menggeser tubuh Abiyan kesamping Zea segera masuk dengan dada naik turun emosinya yg sudah tak terkendali.


" Hey pelakor! berani-beraninya lo_".


Ucapan Zea terhenti kala ia mendapati 3 orang laki-laki tengah duduk di sofa yg sekarang menatap diri nya, salah satunya adalah mertuanya.


"Zea? ".ucap Zaid ikut terkejut.


Zea pun terpaku tubuh nya kaku mulutnya pun terkunci ia tak tahu harus apa. dengan rasa malu yg luar biasa.


Abiyan menghampiri Zea yg masih mematung" kamu mikir apa? hm?".


"Ini kan City hotel, Zea khusus bisnis. kamu pasti mengira yg engga engga ya? ".


Zea melirik 3 laki-laki itu sedang mengalihkan pandangan nya dengan menahan tawanya. Membuat Zea malu perlahan Zea mundur ingin keluar kamar ini tapi Abiyan segera menahan nya.


" Mau kemana? ".


" Lepas, By. aku malu".


Abiyan terkekeh, ia membawa Zea keluar kamar daripada mereka menjadi tontonan 3 pria didalam.


"Aby.. ".


Zea menundukkan kepala seraya mengusap jejak air matanya, Abiyan segera menarik Zea ke dalam dekapan nya " nangis aja gapapa, luapin perasaan malunya aku bakal peluk kamu sampai ga malu lagi".


"Huaa... ".


Abiyan semakin terkekeh tangisan Zea semakin menjadi.


" Suudzon, termasuk bisikan setan".


"Kenapa kamu bisa tau aku ada dihotel? ".


" Aku... liat kamu di cafe terburu-buru masuk mobil ya aku ikutin kamu karena aku telfon kamu ga angkat ditambah curiga waktu mobil kamu masuk lobby hotel, aku ga lihat kalo ini City Hotel ".


" Aku lagi bertemu rekan kerja, Zea membicarakan kerjasama, ada Abah juga".

__ADS_1


"Iya makanya aku malu banget!! pasti Abah ketawa in aku juga malu punya menantu posesif ".


Bukan nya menjawab, Abiyan semakin memeluk erat Zea menenangkan dirinya di pelukanya.


.


.


Ternyata berita salah grebek sudah tersebar di telinga Ahmad dan Maya mereka semua yg mendengar cerita dari Abah Zaid tentu tertawa terbahak-bahak.


Maya tak bisa membayangkan seberapa malu nya Zea saat itu?.


Hingga akhirnya Ahmad, Maya, Zaid dan Sarah berkunjung ke rumah Abiyan.


" Abiyan Zea mana? ".tanya Mama Maya.


" Ada dikamar, Ma".


"Pasti malu deh, ga mau keluar padhal Mama pengen banget ngeledek Zea".terang Maya.


Mereka semua ikut terkekeh abiyan mempersilahkan masuk orangtuanya dan mertuanya untuk duduk divsofa sedangkan dirinya ingin memanggil Zea dikamar.


" Zea ayo temui mereka".


"Ga, By kamu aja ah, aku malu banget, ".


Abiyan menghela napas " ga usah malu, paling diledek".ucap Abiyan.


Kesel Zea melempar bantal ke Abiyan tetapi meleset


"Kamu nyebelin, ih".


Abiyan mendekati Zea dan menggenggam tangan Zea untuk diajak keluar kamar.


" Ayo, Zea".


Mau tak mau akhirnya Zea menurut kemudian menuju ruang keluarga Zea pun menyalami keempatnya setelah itu duduk disebelah Abiyan.


"Zea sayang banget ya sama Biyan?? sampe salah grebek".ledek Umi sarah.


Zea pun makin malu ketika sarah mengatakan hal itu, alhasil bersembunyi dibalik tubuh Abiyan.


" Udah Mama duga, Zea bakalan manja banget, bener kan dugaan Mama? ".


" Zea ga manja, Ma".elak nya.


"Hmmm... ga manja tapi bucin iya kan, Biyan? ".


Abiyan hanya terkekeh membuat Zea segera mengigit bahu Abiyan, melihat itu mereka semua tertawa kecuali Abiyan meringis kesakitan.


.


.


*πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„****Hahah Si Zea udah bikin Abiyan kesakitan, yg sabar yah Abiyan 🀭🀭🀭🀭.


Malu nya itu yg buat Zea malu sampai gak ketulunganπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚***.


Jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat terus up nya. salam Author πŸ’‹πŸ’‹Lenyy0507. Bye bye

__ADS_1


__ADS_2