Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Kayak kebo


__ADS_3

Hawa dingin menelusup tubuh Abiyan entah mengapa tubuhnya berat saat bergerak ternyata Zea memeluk nya seperti guling, Abiyan menatap wajah Zea tanpa cela hidung mancung, bulu mata lentik, wajah begitu cantik sempurna, ia menyingkirkan pelan-pelan tangan Zea yg memeluk nya kemudian kaki Zea"bener-bener kayak kebo kalau tidur ".lirih Abiyan, ia melihat jam pukul 4 segera ke kamar mandi dan memberikan diri, setelah keluar kamar mandi Zea yg masih tidur dgn selimut menutupi nya Abiyan mengoyak tubuh Zea agar bangun" Zea bangun".


Zea hanya menggeliat "Hmmm".


" Aku berangkat ke masjid dulu, kamu bangun cepetan sholat subuh".


"Hmmm".saut Zea


Abiyan berlalu " Asalamualaikum "ucap Abiyan


" Walaikumsalam ".balas Zea lalu melanjutkan mimpi indah nya.


..


.


Abiyan yg baru pulang dari masjid masuk kekamar nya dilihat Zea masih meringkuk di balik selimutnya" Zea bangun, ini udah jam 5 lebih , lho!! ".pekik Abiyan, Zea yg masih tidur meskipun Abiyan membangunkan nya, lalu Abiyan mengambil se gayung air menciprat-ciprat ke muka Zea alhasil Zea pun bangun " Iyah, gue bangun".zea beranjak dari ranjang dan ke kamar mandi wudhu, Abiyan yg merasa emosi beristighfar menggeleng kepala.


Zea yg selesai sholat subuh , melihat Abiyan yg sedang berlalu pergi olahraga, Zea pun ke dapur ingin memasak nasi goreng, ia merasa lapar 5 menit nasi goreng yg ia buat sudah jadi, segera Zea memakannya sendiri di meja makan, tak selang lama Abiyan yg baru pulang olahraga pun mencium aroma masakan Zea.


"Asalamualaikum" ucap Abiyan.


"Walaikumsalam".jawab Zea.


Abiyan melirik piring Zea . " Mana sarapannya, kok habis? ".tanya Abiyan.


" Emang gue gak masak banyak".terang Zea.


"Aku juga mau sarapan".ulas Abiyan menengguk air mineral di ambil dari kulkas.


" Masakan gue gak seenak Mama atau Lea ".


" Kenapa? ".


" Karena masak kan gue bisa beracun" .

__ADS_1


"Udah sana bikinin aku nasi goreng!! ".


" Di bilang masak kan gue gak enak nanti perut lo sakit ".


" Aku minta kamu bikinin aku nasi goreng, bukan seharusnya istri melayani suaminya ".


" Oke, gue buatin ".ucap Zea segera ke dapur membuatkan nasi goreng Abiyan.


Selang berapa menit nasi goreng yg ia buat sudah matang lalu memberi kan ke Abiyan"nih".


Abiyan menyendok nasi goreng ternyata memang benar nasi goreng yg zea buat akan meracuni membuatnya kolestrol dan darah tinggi Abiyan jika terus-terusan seperti ini karena zea memasak nasi goreng nya dengan minyak yg banyak juga garam yg begitu banyak Abiyan kini terpaksa menelan nya.Zea melirik Abiyan menatap piring nasi goreng yg hampir habis.Namun bel rumah berbunyi tanda ada orang yg datang Abiyan segera melihat CCTV di hpnya dilihat yg datang Bang Narji orang pesantren "Zea kamu ke kamar ada Bang Narji di luar"


" Emang kenapa kalau ada orang, gue kan ada di dapur ini gak bakalan dilihat ".


" Zea jangan buat masalah".


"Masalah gimana".


" Akan jadi masalah jika teman-teman saya datang ke rumah dan melihat kamu berpakaian seperti itu".


"Terus gue harus pake gamis, niqab gitu? ".


"Beberapa pengurus pondok dan teman-teman saya akan sering mengunjungi saya, jika kamu berpakaian seperti itu akan sangat tidak beradap".


tambah nya.


"Yaudah tinggal bilang aja, gak usang ke sini".


" Mereka kemari ada urusan pekerjaan dengan ku, saya gak bisa melarang mereka ".


" Ribet banget si, "lirih nya namun terdengar Abiyan.


" Jika kamu keberatan, jangan salah kan saya akan mengunci kamu didalam kamar".


"Ck! iyah nanti gue pake gamis, kaos kaki handsock, kalau perlu pakai cadar" ucap Zea kesal.

__ADS_1


"Itu bagus sangat bagus".


" Zea menatap Abiyan"gak gak gue becanda gak bener an kok mau kayak gitu.


"Hmm.. terpenting memakai pakaian sopan dan tertutup tidak membentuk lekukan tubuh".


" Iya iya, bawel gue masuk ke kamar dulu".ucao Zea berlalu ke kamarnya


Abiyan hanya mengangguk, Zea yg baru sampai di kamarnya pun menggerutu sendiri"gini banget sih, nikah sama Ustadz unta kayak gitu, ampun".zea menepuk-nepuk jidat nya.


Abiyan segera membuka pintu dan menampakan Bang Narji.


"Asalamualaikum,".


" Waalaikumsalam, ada apa Bang? ".tanya Abiyan.


"Ada yg ingin saya sampaikan".


" Silakan masuk".Abiyan sedikit menggeser tubuhnya.


"Duduk, Bang".


Najib pun duduk di sofa berhadapan dengan Abiyan menatap Zea yg turun dari tangga Zea yg sudah rapi menggunakan rok, blouse, pashmina, dan sepatu, tak lupa totebag nya.


" Mau keman? ".


" Ke kampus daftar ulang "..


" Saya antar ".


" Gue sama Cika".


zea berlalu meninggalkan Abiyan dan Bang Narji.


"Tadi mau bicara apa, Bang maaf kepotong ".

__ADS_1


" Itu, Gus tentang pembangunan mushola ".


" Ya, dilanjutkan saja".


__ADS_2