
Abiyan segera pergi ke mushola karena adzan sudah berkumandang sekarang pukul setengah lima lagi,Abiyan baru saja selesai melakukan sholat subuh ia kembali menuju orangtuanya mereka yg masih menunggu diruang bersalin, yang membuat Abiyan bingung ini adalah Maya dan Sarah menangis terisak, sedangkan Ahmad duduk tertunduk dan Zaid yg tengah berbicara dengan dokter.
"Ada apa? ".tanya Abiyan yg baru datang menatap mereka.
" Biyan".
Sarah mendekati Abiyan memeluk nya seraya terisak menangis.
"Ada apa? Umi Zea kenapa? ".
" Kamu harus ikhlas, Nak".
"Zea tak bisa diselamatkan".
Rasanya seperti ribuan belati menusuk dada Abiyan tubuhnya kaku, ia melepaskan tangan Sarah yg memeluk tubuhnya.
Abiyan mendekati Dokter dan Zaid, degup jantung nya sudak tidak karuan.
" Dok, apa yg terjadi dengan istri saya? isteri saya baik-baik aja kan? ".
" Pak mohon maaf".
"BOHONG! ".
Abiyan membuka pintu ruangan bersalin, ia menatap brankar dimana Zea brankar. Kain putih sudah menutupi seluruh tubuh Zea.
" Zea.. "
Abiyan membuka kain itu dengan tangan gemetar saat ini benar-benar melihat wajah pucat Zea yg berada dibalik kain tersebut, tubuhnya kaku.
"Sayang bangun".
" Zea, aku mohon buka mata kamu bangun sayang, kamu ga boleh pergi sekarang, kamu harus lihat anak kita tumbuh, kamu belum memeluk anak kita kamu belum melihat wajah anak kita. ".
" Zea bangun...!! ".
" Abiyan!! ".
Sarah menarik Abiyan agar menjauh dari Zea, tetapi ia justru memberontak kembali mendekati Zea dan langsung mengecup wajah Zea bertubi-tubi.
" Kamu bilang kalo kamu bisa, aku yakin itu. Ayo bangun, istriku. Zea ayo bangun sayang".
Air mata Abiyan menanak sungai, ia memeluk erat tubuh Zea membuat Sarah tak sanggup menatap nya.
Zaid mendekati Abiyan berusaha menarinya yg sudah menggoncang tubuh Zea untuk membangun kan nya.
"Istighfar, Abiyan! ".
" Zea bangun.. "
"ABIYAN, ISTIGHFAR!! teriak Zaid. " ZEA!!
"Abiyan... Abiyan bangun! istighfar!! ".
__ADS_1
Abiyan membuka kedua matanya, ia merubah posisi nya menjadi duduk. keringat dipelipis, napasnya tersenggal. Di hadapan nya ada Maya yg menatapnya dengan tatapan khawatir.
" Biyan, istighfar ".
" Astaghfirullah ".
" Kamu kenapa? ".
Abiyan menoleh ketika mendengar suara itu, suara yg menyejukkan hati Abiyan, ia menatap Zea yg tengah bersandar dikepala brankar seraya menatapnya dengan tatapan bingung.
" Zea.. ".
Abiyan berlari kearah Zea, memeluk nya dengan erat ia menangis didalam pelukan Zea, membuat Zea semakin bingung.
" Kamu kenapa, By? ".
" Jangan tinggalin aku, aku mohon Zea".ucap nya.
Zea mengusap punggung Abiyan dengan lembut.
"By, sepertinya kamu mimpi buruk ya? ".
" Zea jangan pergi! ".
Zea menghela napas " Tenang sayang, aku ga kemana-mana ga akan tinggalin kamu, aku disini".
"Boleh Zea, minta tolong tinggalkan Zea dan Abiyan berdua saja? ".tanya Zea pada kedua orang tua mereka.
Mereka mengerti dan segera keluar tersisa Abiyan dan Zea.
Akhirnya Abiyan melepas pelukan nya.
"Sayang, mimpi buruk apa? mau cerita kamu mimpi apa? ".
" Aku mimpi kamu pergi untuk selamanya ".
" By, aku baik-baik aja, Sebelum subuh kan aku dipindahkan ke ruang inap, terus kata Mama setelah shalat subuh kamu tidur disofa. Aku sadar setelah 30menit kamu udah tidur, aku mau bangunin kamu ga dibolehin sama mama katanya kamu baru aja bobo dari semalam kamu ga istrahat, ya jadinya ga jadi bangunin kamu".jelas Zea.
"Sekarang baru setengah tuju, kamu belum istrahat cukup, mau bobo lagi? ".tambah Zea.
Abiyan menggeleng ia menyandarkan kepalanya didada Zea" aku takut kehilangan kamu, aku ga mau kamu pergi".
Zea menenangkan Abiyan mengusap rambut Abiyan dengan lembut, sesekali mengecup pucuk rambut nya.
"Tadi drdek bayi kesini pas kamu tidur, msu aku kasih ASI ternyata ASI ku ga keluar macet. Akhirnya dedek bayi dibawa ke inkubator lagi, nanti jam tujuan pagi mau dicoba kasih ASI lagi".
" Kamu mau bantu lancarain mau,gak? ".
" Zea.. "
Zea terkejeh, ia menepuk-nepuk punggung Abiyan, niatnya ingin menghibur Abiyan agar tak larut dalam mimpi buruk nya.
"Masa Ustadz dan Gus cengeng gini sih? ".
__ADS_1
Abiyan tak menjawab ia semakin mengeratkan peluk kan nya.
" By, anak kita laki-laki loh".
"Iya, tampan".
" Mirip kamu, tapi kok kata Dokter bilang nya perempuan? pas bilang perempuan aku sempet ga percaya soalnya anak perempuan kok aktif banget tendangan nya super banget. Ternyata bener laki-laki! ".
" Ga semua prediksi Dokter benar".
"Tapi aku udah nyiapin nama buat anak kita kalo perempuan, bukan laki-laki. Namanya Zaby, lucu ga? ".
" Artinya apa? ".
" Zea Aby, hehehe ".
" Aku udah punya nama buat anak kita ".
" Apa namanya? ".
"Arshaka Atharrazka Malik, Artinya pemimpin yg kekal abadi tertanam dihati dengan membawa berkah".
"Bagus, By, kamu udah nyiapin lama? ".
" Nama itu terlintas saat aku sholat subuh tadi".
Senyum Zea mengembang ia mengecup pipi Abiyan.
"Selamat menjadi Abba tepat di usia 28tahun , suamiku".
"Aku mau hadiah? ".
" Apa? "
"Cium aku".
Pipi Zea merona , ia mengusap pipi Abiyan dengan lembut.
" Yakin? ".
Abiyan mengangguk.
"CUP"
Zea memejamkan matanya begitupun dengan Abiyan mulai menikmati ciuman Zea dengan lembut.
" Zea ini anak kamu mau--
astaghfirullah.. ".
...----------------...
Hehehe pada kena Prank ya😄😄😄😄🙏🙏🙏.
__ADS_1
Baru aja sedih sekarang udan dibuat bucin, inget Abiyan Zea baru siuman kok udah minta di👄👄👄👄🤭🤭🤭🤭