Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
cadar


__ADS_3

"Asalamualaikum".


Mereka menoleh kearah suara dilihat Abiyan yg baru datang beberapa santriwati pun berdesis melihat Abiyan.


" Walaikumsalam, sini Byan".


Sarah meminta Abiyan untuk masuk ia segera mendekati menyalami Umi tetapi pandangan nya tetap pada Zea yg tengan bersama seorang santriwati.


"Pantesan pakai sweater tenyata kembaran couple".ledek umh.


"Umi boleh Abiyan bawa Zea? Zea belum istrahat setelah pulang kuliah langsung kesini".


" Gih.. ajak zea istirahat kasihan belum pasti capek".Umi


Beberapa santriwati pun mengulum senyum mendengar nya "Iya umi".


Abiyan mendekati Zea langsung menggenggam tangan nya" Ayo Zea! ".


"Baru aja cicipi kue kamu udah dateng".kelub Zea.


Mendengar itu Sarah tekekeh " Udah bawa aja gih kue nya ke kamar".


"Engga usaha umi Zea cuma becanda besok aja. Zainab sisain buat aku ya, jangan di abisin! ".


Abiyan menggeleng terkekeh kelakuan Zea.


" Ayo Zea ".ajak Abiyan.


"Iya iya".

__ADS_1


Keduanya pamit pada Sarah , Abiyan dan Zea saling menggenggam tangannya Zea menyandarkan kepalanya dibahu Abiyan melihat mereka bermesraan santriwati menahan senyum.


Jika tidak ada Umi maka para santri pun menjerit-jerit karena tak kuat menahan asupan keuwuan di malam hari".


.


.


Saat itu Zea yg sedang menatap dirinya di cermi selesai memakai pakaian syar'i dan khimar nya. Abiyan masuk kedalam kamar berdiri di belakang Zea mengembangkan senyuman melihat Zea begitu cantik dipantulan cermin.


Tiba-tiba Abiyan memakainya sesuatu pada Zea menutup setengah wajahnya dengan cadar yg ia bawa entah dari mana.


"Hari ini ikhwan sangat banyak beh kalau aku minta kamu pakai cadar hanya untuk acara hari ini".


" Kenapa? ".


"Kamu sangat cantik Zea. Wallahi, aku ga rela kecantikan kamu dinikmati ikhwan ikhwan lain".


Abiyan mengangguk" Aku mengerti gapapa yg penting cukup pakai pakaian menutup aurat dengan sempurna juga sopan tidak membentuk bentuk tubuh. Untuk menutup wajah kamu atau engga itu terserah. Tapi khusus hari ini aku minta kamu untuk menutup nya setengah wajah kamu, ya? ".


Zea mengangguk mengerti. Abiyan tersenyum mendengar nya Abiyan mencium kening Zea lamat-lamat " Anti jamilatan jidan, Ya Habibati".


"I love you too, Aby".


Abiyan terkekeh lagi-lagi Zea tak mengerti ucapan nya.


" That's not what I mean. I said, you are so gorgeous, My love ".bisik Abiyan.


Seketika pipi Zea merah merona seperti udang rebus mengulum senyum dibalik cadar nya merasa ada kupu-kupu yg berterbangan.

__ADS_1


Bukan hanya Sarah dan Zaid yg terkejut akan Zea yg mengenakan cadar dan pakaian syar'i nya orang yg berada dilapangan utama pesantren pu ikut terpesona keanggunan Zea dan kecantikan nya meskipun tertup cadar pun masih terlihat cantik.


Zea terus menundukkan kepala menggenggam tangan abiyan mendekati Umi dan Abah.


" MasyaAllah, anak umi dan Abah".Sarah dan Zaid pun mendekatkan keduanya dan memegang kepala Zea dan mengecup keduanya.


"Zea kamu cantik sekali, Nam sebentar lagi Mama dan Papa mu datang pasti sangat bahagia melihat penampilan kamu".


" Terimakasih umi, Zea sedikit canggung karena sekarang Zea jadi pusat perhatian ".


Sarah dan Zaid menoleh kesemua arah memang benar jika saat ini Zea menjadi pusat perhatian semua.


" Mereka pasti kagung ngeliat penampilan mu yg sangat cantik,Zea".ucap Umi.


Selang tak lama Maya dan Ahmad datang "Ini Zea anak mama bukan, a? ".tanya maya.


Karena pangling penampilan Zea saat ini Zea menganggukkan kepala " Iya ma. ini anakmu Zea kembaran Lea".kekeh Zea pelan.


"Masyalloh Zea anak Mama".maya memeluk nya dengan erat.


"Kamu pake cadar? ".


Zea menggeleng kecil ia melirik Abiyan yg sedari tadi memilih untuk diam.


" Abiyan meminta Zea memakai cadar Ma, Abiyan ga mau kecantikan Zea dinikmati laki-laki lain".


Mereka langsung menoleh Abiyan yg tengah menundukkan kepala, Zaid pun menepum bahu anaknya berkali-kali.


"Keliatan cuek dan pendiam ternyata diam-diam perhatian dan cemburuan, ya".ledek Zaid.

__ADS_1


" Bagus itu, Abiyan ga suka kalau istrinya dilihat banyak laki-laki karena Abiyan paham jika kecantikan istrinya tidak untuk dinikmati banyak orang".tambah Umi.


Ahmad mendekati Zea"Nak, maafkan Papa dulu sering memarahi kamu, Abah membandingkan kamu dengan Lea. Papa sangat khawatir jika putri Papa ini salah jalan tapi ternyata dugaan Papa salah, kamu berubah menjadi jauh lebih baik daripada ekspektasi Papa , Papa bersyukur menikahkan kamu dengan Abiyan itu tidak salah Zea".


__ADS_2