Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Hamil


__ADS_3

"Mana Zea? " tanya Cika ke teman-teman Zea. mendapati Cika datang mereka memberitahu jika Zea berada di ruang kesehatan.


"Kenapa dia bisa pingsan? ".


" mual karena lihat dan nyium hati busuk manusia ".terang teman-teman kelompok Zea.


Vano salah satu kelompok nya Zea menyerah kan ponsel dan tas Zea" lo kan temen Zea kan ini HP dan tas nya".ucap Vano.


Pintu ruang kesehatan terbuka seorang Dokter wanita keluar ruangan.


"Dok, Zea baik-baik ajakan? ".


" Zea dan kandungan nya baik-baik saja, hanya karena Zea tidak tahan mencium bau itu. Membuatnya mual dan pingsan, hal tersebut dikarenakan janin yg dikandung Zea lebih sensitif ".


" KANDUNGAN.. ".! ".pekik teman-teman Zea serempak terkecuali Cika.


Dokter tersebut mengangguk" iya Zea memang sedang hamil usia kandungan nya sudah memasuki minggu ke 4".


Cika segera mengajak Dokter tersebut "Dok, bisa kita bicarakan ini ditempat lain? ".ajak Cika.


Dokter mengangguk mengikuti cika akhirnya Cika bisa menjauh kan dari teman-teman Zea untuk membicarakan hal ini.


.....


Cika memasuki ruang kesehatan dengan membawa sekantong plastik berisi makanan dan minuman. ia mendekati Zea yg bersandar di kepala barnkar.


" Gue mau kabari Abiyan. lo bawa HP gue kan cik? ".


" Iya ".ucap menyerah kan ponsel nya dan dompet nya.


"Makan, anak lo butuh asupan! ".ucap Cika menyodorkan kantong plastik.

__ADS_1


Jari-jari Zea yg sedang mengetik di atas layar ponsel nya pun terhenti ia kembali menatap Cika bingung?.


" Anak? "


"Hm, lo hamil udah masuk minggu ke 4 lo gaktau?".


" Ha... hamil? ".


Seketika Zea membeku pandangan nya beralih pada perut datarnya perlahan ia mengusapnya.


" Kenapa lo ga seneng? kalo lo hamil? ".


"Bukan gitu, gue cuma bingung harus gimana, Di satu susi gue seneng, tapi disisi lain gue takut semua anak kampus tau! ".


Zea menunduk. Cika mengangkat tangan nya di kepala Zea " mereka udah tau Zea".seraya mengusap pucuk kepala nya.


"Mereka... mereka tau? Cik ga ada yg tau status gue selain lo dan keluarga bahkan dikampus gue mencantumkan status lajang gue, gue harus gimana? pasti mereka ngira gue macem-macem".


"Bayi lo ga salah Zea bayi didalam kandungan lo hadir ketika orang tuanya udah saling cinta, gue paham lo dan Abiyan selalu melakukan itu pasti! Dan gue tau Abiyan ga akan mau pakai pengaman, dia seorang pria dewasa juga menginginkan mendapatkan keturunan dari istri nya untuk apa takut? ".


" Lo habisin makanan lo, habis ini lo cek pake tes peck, biar hasil nya bisa kasih ke Abiyan ".


Cika membuka kantong plastik itu mengambil alat tes kehamilan yg sengaja Cika beli untuk Zea.


Zea menghabiskan makan dan menuju toilet untuk mengetes apakah dirinya hamil?


.


Setelah mendapatkan telpon dari Zea jika Zea meminta dijemput diruang kesehatan kampusnya, Abiyan menuju kampus Zea.


pintu ruangan Abiyan ketuk dan langsung dibuka cika gadis itu mempersilakan Abiyan masuk dan duduk menghampiri Zea yg terduduk.

__ADS_1


"Zea, kamu gapapa kan? ".


Zea mengangguk ia merentang kan tangannya meminta untuk Abiyan memeluk nya segera saja Abiyan memeluknya Zea menangis terisak dibahu Abiyan tangisnya terdengar Abiyan.


"Kamu kenapa nangis? ".


" Abiyan.. aby".


"Ada yg sakit sayang? mana yg sakit? ".


Zea menggeleng didalam pelukan Abiyan semakin mengeratkan pelukannya pada Abiyan dan menangis.


"Zea ada apa? ".


Zea menghentikan isak tangisnya ia melepaskan peluk mereka Zea membawa tangan Abiyan kebawah menuju perutnya satu tangan Zea membawa alat tes kehamilan yg sudah ia gunakan, ia memberikan pada Abiyan.


" Aby, kamu akan jadi Abi".


Abiyan mematung beberapa saat menatap wajah Zea, alat yg menampakkan 2 garis merah itu beralih ke tangan Abiyan dan satu tangan Abiyan yg berada di perut Zea mengusap usap perut datarnya.


"Masuk 4 minggu, By kurang dari 9 bulan lagi akan ada yg memanggil kamu Abi selain aku. Kamu akan menjadi Abi ".


Mata Abiyan berkaca-kaca ian menatap Zea dan tersenyum hangat dan matanya pun sudah menanak sungai ia menangis merengkuh tubuh Zea kedalam pelukan nya.


" Alhamdulillah, ya Allah ".ucap syukur Abiyan


" Terimakasih sayang".lirih Abiyan mengeratkan pelukannya Zea pun mengangguk ikut menangis.


Cika yg melihat pun tak bisa menahan rasa hari nya karena senang melihat sahabat baik nya bahagia.


"Kalian berdua sama-sama beruntung karena saling memiliki".lirih Cika dan tersenyum

__ADS_1


__ADS_2