Dijodohkan Gus Abiyan

Dijodohkan Gus Abiyan
Piala


__ADS_3

Zea menghela napas " sebaiknya kamu pergi sebelum Papa ku tau".ucap nya Zea membalikkan tubuh nya untuk kembali masuk Tetapi Zea terkejut hendak melangkah 2 langkah terkejut mendapati Abiyan yg tengah duduk dengan tenang memainkan ponselnya di kursi"apa Abiyan menguping percakapanku dengan hans tadi".batin Zea.


"Zea!".panggil Hans


Zea pun segera sadar dari lamunannya ia kembali masuk kedalam rumah, melewati Abiyan begitu saja. Melihat Zea yg sudah masuk ke dalam, Abiyan menaruh HP nya kedalam saku nya ia beranjak berdiri dan melihat Hans sangat kesal seraya memakai helmnya.


Abiyan tidak peduli ikut masuk kedalam.


.


..


.


Pagi hari Zea yg duduk didepan meja rias memperhatikan dirinya didepan cermin merapihkan kebaya berwarna silver untuk menghadiri acara wisuda sekolah.


Zea akan resmi lulus dan Zea akan menerima penghargaan karena unggul beberapa mata pelajaran.


Zea pun keluar menuju ruang keluarga karen Papa dan mama nya sudah menungguinya.


"Zea udah rapi nih, yuk Ma, Pa", Nanti tel__".


perkataan Zea terpotong ketika melihat Abiyan yg tengah duduk berbincang dengan Papa nya.


" Kok ada dia? ".tanya Zea


Maya beranjak dan mendekati Zea " MasyaAllah, cantik sekali anak Mama".


"Pa, Ma kok ada dia sih?".zea kembali bertanya tetapi kali ini Zea mulai kesal karena ada Abiyan.


" Mobil Papa lagi di servis, jadi Nak Abiyan sedang free, Papa meminta tolong untuk mengantarkan kita".ujar Ahmad.


"Sekalian melihat calon istrinya wisuda".tambah papanya.


" Yasudah kita langsung berangkat aja ya, nanti telat".lerai Maya.


Mereka menuju Hotel karena acara wisuda sekolah diadakan di ballrom Hotel


"Zea! You're so gorgeous! ".


Zea menyambut pelukan sahabat nya " boong lo, Cik. tapi makasih, lo juga jelek ".


"Hai tante, Om".sapa nya.


" Hallo Cika, Apa kabar? ".balas Maya.


" Alhamdulillah baik Tante".ucap gadis bernama Cika sekilas melirik Abiyan yg berdiri di sebelah Ahmad.

__ADS_1


"Abiyan, dia anaknya temen Papa ".saut Zea.


" Oh gitu saya teman sebangku Zea ".balas nya tersenyum dan mengulurkan tangannya.


Abiyan hanya menyatukan kedua tangannya " Abiyan".Cika pun menarik tangannya dan ikut manangkup tangan nya. Zea menahan tawanya kala Zea mengalihkan perhatian"Udah mulai belum , Cika? ".


" Belum yuk ke Ballroom ".ajaknya.


Kedua pembawa acara sudah berdiri di panggung dan membuka acaranya.


" Setiap tahun-tahun sebelumnya El _Rasyad Islamic senior High School selalu memiliki murid-murid yg pintar dan cerdas dan membanggakan ".


" Dari hasil perolehan nilai ujian nasional, ada beberapa murid yg unggul di mata pelajaran tentu mereka yg membanggakan saya akan memanggil murid-murid yg yg unggul keatas panggung menerima penghargaan.


"Dari IPS, pertama ada Ardito Pamungkas dari kelas 12 IPS 1 dengan nilai 100 dimata pelajaran B. Inggris dan sosiologi.


"Kedua, Lea Nacita Salika dari kelas 12 IPS 1 dgn nilai 100 di mata pelajaran B. Indonesia dan Geografi ".


" Ketiga, Hilma Latifa dari kelas 12 IPS 2 dgn nilai 100 mata pelajaran B. Indonesia dan sosiologi.


"Keempat ada Muhammad Ali dari kelas IPS 2 memperoleh nilai 100 dgn mata pelajaran matematika.


" Terakhir, murid unggulan dari kelas 12 IPA 2,yaitu Zea Nacita Salika memperoleh nilai 100 mata ujian matematika dan kimia".


"Silakan nama-nama yg disebut kan, untuk naik keatas panggung menerima penghargaan,.


Zea berdiri dan berjalan menuju panggung, senyumnya terus mengembang menandakan dia sedang bahagia.


Mereka samua menundukkan kepala seraya berdoa untuk Lea.


"Berdoa selesai, baik pemberian penghargaan bisa dilanjutkan, karena Zea Nacita Salika adalah saudari perempuan dari Ananda Lea Nacita Salika, maka penghargaan bisa diwakilkan oleh Zea".


mereka menerima piala yg diberikan kepala sekolah, Zea menerima 2 piala, yg satu dirinya dan 1 milik Lea.


Zea memilih untuk memberi sepatah dua kata terakhir saja untuk teman-teman nya.


"Assalamualaikum Warohmatulohi Wabarakatuh, singkat saja karena saya tidak tahu ingin pidato panjang, Pertama saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Allah atas karunia _Nya sehingga saya masih diberi kesempatan untuk berdiri di sini, kedua saya


saya berterima kasih kepada kedua orang tua saya karena mereka telah merawat dan mendidik saya setulus hati saya bisa menjadi anak yg mungkin membanggakan orang tua".


"Dan terakhir berterimakasih kepada guru yg membimbing saya, saya mengucapkan terimakasih juga pada kembaran saya Lea Nacita Salika karena tanpa dia mungkin saya gak bisa berdiri disini, saya tidak akan menjadi seorang Zea tanpa ada nya Lea, Terimakasih lea".


Lalu mengangkat piala Lea, zea tersenyum hangat"dan Piala ini untuk Lea".


.


..

__ADS_1


.


"Bismillah aja deh ".ucap zea dia mantap dengan keputusan, akhirnya memilih dua prodi tersebut, pikiran nya tertuju lea, beberapa waktu lalu sering berkunjung ke rumah sakit dan hal itu berhubungan dengan kedokteran.


"Zea keluar sayang, ada keluarga Abiyan".ucap Mama.


" Ah... mau ngapain lagi sih? 3 hari yg lalu setelah kelulusan Zea bernapas lega karena tidak bertemu dengan Abiyan mengapa sekarang muncul lagi? "


Zea mengambil jilbabnya dan memakainya keluar kamar menuju ruang tamu"Lagi sibuk? ".tanya Ahmad.


" Nggak pa, ada apa? ".


" Sini duduk ".


" Iya".sautnya duduk disebelah Ahmad.


"Zea kamu mau kuliah kan? ".


Zea mengangguk mengiyakan.


"Abiyan mengizinkan kamu tetap kuliah".


Kali ini Zea bingung " Maksudnya? ".


" Ya sebulan lagi kamu dan Abiyan akan menikah Papa, Mama, Abiyan dan kedua orang tuanya membicarakan ini, Abiyan mengizinkan kamu untuk tetap kuliah".


"Siapa yg mau nikah!! ".


" Kamu lah siap lagi".


"Zea gak mau".Zea menggeleng.


" Loh? ".


" Saat lea meminta kamu untuk menikah dengan Abiyan, kamu kan sudah setuju, Zea ".tambah Maya.


"Tapi Ma, Zea itu gak ada maksud apa-apa cuma gak tega ngeliat Lea kesakitan".jelas Zea.


"Loh kamu sama aja janji dengan Lea, papa akan tetap menikah kan kamu dengan Abiyan".


" Tapi Zea mau meraih cita-cita Zea, Pa! ".


"Kamu masih bisa meraih cita-cita kamu, nak. Abiyan mengizinkan kamu kuliah".


" Ze Terima perjodohan ini dengan ikhlas. Mama yakin kamu dengan Abiyan akan bahagia ".ulas Maya mengelus tangan Zea.


Zea bener-bener frustasi memilih prodi kuliah, ternyata ada hal yg lebih menyedihkan harus menerima perjodohan ini, Dengan berat hati Zea menerima nya ia sudah berjanji dengan Lea "ya Allah kenapa hamba harus terlibat perjodohan konyol ini? ".batin nya.

__ADS_1


" Siapa dia? Gue gak kenal? kalau nanti setelah nikah dia KDRT gimana? ya ampun!!, terus Hans gimana? apa yg gue bilang ke Hans? ".zea menghela napas berat" gue bukan lea yg nerima perjodohan ini gitu aja, gue masih ragu sama perjodohan ini".


Zea menutup wajahnya dengan bantal menangis di sana.


__ADS_2