
7 Bulan kemudian....
...****************...
Setiap harinya ketika Zea tengah kuliah maka Zea akan menitipkan anak nya pada Maya atau Sarah. ketika Abiyan pulang terlebih dulu Abiyan yg akan menjemputnya.
Ditambah jadwal kuliah Zea semakin padat, Zea sama sekali tak mengambil cuti dimasa kehamilannya, Bahkan sebulan sebelum melahirkan Arsha. Zea selalu mencari waktu agar bisa pulang lebih dulu mengingat Zea memiliki bayi. Hanya tersisa 3 semester lagi Zea sudah lulus kuliah, setelah nya ia akan menjalani koas selama 2 tahun.
"Zea Nacita Salika".seseorang memanggilnya.
" Zea".ia menoleh kearah suara bahkan ia kaget perubahan Cika saat ini biasanya ia memakai celana jeans tetapi Cika sekarang memakai rok.
"Gimana penampilan gue? udah oke? ".
" Oke.. Oke banget. Beneran peper Kak Fahri kamu? ".
"Do'a in ya ini usaha gue, Semoga berhasil".
" Aminn.. "
"Lo mau pulang? ".
"Iya tapi kerumah Mama dulu, Arsha ada disana nanti nunggu Abiyan jemput baru pulang kerumah".
"Oh, gue duluan ya".
"Hmm".
...----------------...
__ADS_1
Zea berlari kecil menghampiri Caka yg tengah memegang kakinya anak itu tertawa melihat kehadiran Zea yg mendekati nya dengan gurauan Zea.
" Ih..si gembul nya Umma. Lagi apa cih".Zea gemas menghirup aroma tubuh Caka.
" Udah mandi ya? udah Mam? capa yg mandiin? ".
Arsha hanya mengerjapkan-ngerjapkan mata sesekali mengibaskan tangannya membuat Zea bertambah gemas.
" Ihh.. si gembul nya Umma, pengen umma gigit ".
" Lho Zea, kapan sampai?.
"Baru aja, Ma".
Maya duduk di sebelah Zea yg tengah bergurau dengan Caka.
" Naik apa? udah makan belum? ".
"Ga laper gimana, kamu tuh kurus begini jarang makan. Emang ga kasihan sama Biyan, istrinya tinggal tulang belulang? ga ada empuk empuk nya! ".Maya berdecak kesal.
"Ih.. mama sok tau! Kurus gini Abiyan cinta mati sama Zea".
" Bucin ".maya tertawa mendengar nya.
" Mama, seneng Zea setelah kamu mengalami banyak cobaan dalam rumah tangga mu kamu dan Abiyan berhasil melewati bersama-sama secara dewasa. Ya walaupun hampir aja berpisah, tapi Allah sudah lebih dulu memberikan kebenarannya ".
"Iya mah".
" Mama berpesan jangan permainkan perceraian ya, Abiyan laki-laki baik ga kasar sama kamu, dia mencintai kamu tulus, bertanggungjawab Jawa atas kamu dan Arsha, dia membimbing kamu sehingga kamu menjadi jauh lebih baik seperti sekarang ini, kamu beruntung memiliki laki-laki seperti Abiyan ".
__ADS_1
" Zea lagi mencoba agar selalu jadi istri yg baik untuk Aby, Zea bersyukur dan beruntung ".
" Liburan semester kapan? ".
"Lusa mulai libur, Zea punya waktu bareng keluarga Zea".
" Bagus gimana kita jalan-jalan sebentar lagi Arsha mau satu tahun loh".
"Oke nanti Zea bilang Aby, kita jalan-jalan aja Abah dan Umi juga".
...****************...
Zea Mengerjapkan mata ketika tangis Arsha terdengar, Zea menghampiri tempat tidur Arsha dengan matanya masih di kucek kucek dan mengangkat untuk digendong.
"Cup.. cup sayang anak Ummat,Kenapa nangis? Ndak pis, atau pop kok, Haus ya? ".
Zea menaruh jari telunjuk nya dibibir Arsha biasanya jika haus pasti mengecap-ecap tapi Arsha tidak haus..
Zea berusaha menenangkan Caka menimang nimang. Menatap jam dinding pukul 2 malam.
" Caka, Abba baru bobo loh, kasihan nanti Abba keganggu jangan nangis ya sayang, Cup.. cup.. ".
"Timang.. timang, Caka ku sayang jangan menangis, Uma disini".zea menyanyikan sepenggal lirik lagu.
Tetapi Arsha belum juga berhenti menangid, Abiyan baru saja tertidur satu jam harus membuka mata nya kembali ia mengerjapkan mata melihat Zea yg tengah menenangkan Arsha.
" Sayang.. kenapa Shaka? ".
Zea menoleh Abiyan.
__ADS_1
Abiyan beranjak ke arah Zea yg menggendong Arsha.