
"Papah... cucu on the way".
Maya send ke grup WA keluarga nya.
" Pantesan ga buka-buka mong lagi anget-anget tan "sarkas Cika.
Maya menipuk bahu Zea namun tak kunjung bangun ia beralih ke Abiyan.
" Biyan, Bangun Nak".
Abiyan Mengerjapkan mata ia membelak terkejut melihat Mama maya dan Cika di sini.
"Astaghfirullah, Ma".
Abiyan melepas pelukan Zea. " Zea bangun dulu, malu diliatin Mama dan Cika".
"Eh.. kok ada Mama sama Cika? ".
"Mama kebetulan lewat habis pulang arisan mampir kesini terus liat cika didepan Mama samperin katanya kamu ga buka-buka in pintu,Mama pun membuka pintu mencari-cari kalian ga ketemu, eh ga tau nya lagi berduaan gini".ujar Maya.
Zea hanya mengangguk-angguk kepala" Lo kenapa ke sini? Cik?.
"Gue mau ngasi sesuatu, yg kemarin lo pesen".
Zea melototi Cika segera menghampiri nya dan menarik Cika membawanya ke luar dari ruangan menuju kamarnya.
" Mana? ".
" Nih.. gue kan kemarin bilang ga janji nganter kan kemarin kita bantuin Nara".
"Makasih ya".
" Hmmm... manjur ga? ".
" Manjur pake kebangetan ".
" Syukur lah".
Cika memberikan parfume satu dus atau disebut 1 lusin Parfume.
Maya yg penasaran pun mengikuti Zea dan Cika.
"Kalian ini kenapa bisik-bisik gitu? ".
" Ah.. Mama kepo aja".seru Zea.
"Mama mau pamit pulang, Papa udah jemput didepan! Cika kamu mau ikut tante atau pulang sendiri? ".
" Cika nebeng tante aja, biar irit, hehehe ".
" Dasar... benalu".ejek Zea.
"Biarin daripada lo... bucin".celoteh cika.
Cika dan Mama pun pulang, Abiyan mendekati Zea.
__ADS_1
" Tadi ponsel kamu bunyi, coba liat gih".
Zea pun mencari ponselnya terdapat notif dari Nara jika ia besok akan melangsungkan pernikahan nya Zea dan Abiyan di udang untuk menghadiri nya.
"By, ini Nara ngundang kita ke pesta pernikahan nya".
" Ohh... yaudah kita ke sana besok".
"Tapi..kamu ga ngajar? ".
" Kan itu undangan nya malam , bisa sayang ".
" Hmmm... makasih ya, By".
"Astaghfirullah.. ".pekik Zea mendapati foto dirinya dengan Abiyan yg tertidur bersama terpampang di grup WA keluarga.
" By... by liat deh Mama unggah foto kita jadi rame deh.. grup WA".
Abiyan melihat ponselnya juga ia tertawa kecil.
"Apaan yg lucu? ".
"Ga.. Mama kok bisa-bisa nya caption kek gini".
" Malu lah.
Yang dimaksud digrup WA hanya beranggotakan Umi Sarah, Abah Zaid, Papa Ahmad, Mama maya juga Abiyan dan Zea.
.
.
"Zea..zea..lo tau ga Nara itu sepupu dari Nisa loh".sarkas cika.
" Kok lo tau? ".
" Kemarin gue abis dari rumah lo kan mau nganter nyokap ke butik, ga sengaja Nara sama Nisa lagi dibutik itu juga, Nara kenalin Nisa katanya sepupunya ".
" Oh... pantes waktu lo cari data-data Nisa , Nara keliatan beda gitu! ".
" Iya juga ya".
"Nanti malam lo dateng kan Zea? ".
" Pasti dong kan Nara sahabat bestie gue ".
" Gue ga nih? ".
" Iya iya lo juga".Zea memeluk Cika.
.
.
Pesta pernikahan Nara dan ilyas digelar memang ramai dan megah karena Ayah Nara seorang pengusaha ternama dari keluarga Atmadja dan ilyas dari keluarga Mahkaya yg tersohor akan hukum Ayah nya seorang Hakim ternama.
Zea dan Abiyan sudah sampai Cika pun yg tengah datang sendiri segera Zea menarik nya agar melangkah bersama dengan nya dan Abiyan.
__ADS_1
"Ah.. gue malah kayak selir lo nanti".gerutu Cika karena Zea menggandeng tangan Cika dan Abiyan Zea berada ditengah mereka.
" Diem.. aja pejuang cinta".ejek nya.
Cika pun kesal mendengar ejekan Zea.
Nara dan ilyas yg berada di pelaminan mereka bertiga menghampiri nya untuk memberikan ucapan selamat.
"SELAMAT.. YA BESTIE KU... SEMOGA SAKINAH MAWADAH WAROHMAH" . Ucap Cika lantang memeluk Nara.
"Makasih... atas kedatangan nya".jawabnya.
" Awas giliran gue! ".pekik Zea menggeser tubuh Cika.
" Selamat ya Nar.. semoga langgeng sampe kakek nenek, jadi istri yg solehah.. kalo bisa soleh hot ".bisik Zea.
Nara tersenyum tipis" Makasih Zea lo the bestie gue".
Zea pun membalas senyum dan memeluk Nara lalu melanjutkan menjabat tangan ilyas.
"Kak.. titip Nara ya.. jagain dia jangan sakitin Nara".ulas Zea. ilyas hanya mengangguk kepala Abiyan hanya menangkup kedua tangannya memberi ucapan kedua mempelai.
Zea Abiyan dan Cika turun dari pelaminan menuju meja kosong untuk menyantap hidangan mereka duduk dan menikmati makanan.
Namun mereka semua menoleh ketika Fahri sahabat Abiyan datang karena orang tua fahri rekan bisnis Ayah Nara alhasil Fahri dan kedua orang tua nya diundang.
"Asalamualaikum".sapa Fahri.
" Walaikumsalam, eh Kak Fahri".saut Zea.
"Boleh gabung? ".
" Boleh".jawab Abiyan.
"Lik.. gimana kabarnya? ".tanya Fahri ke Abiyan.
" Baik.. bro omong omong sibuk apa sekarang? ".
" Lagi jalanin bisnis bokap ".balas Fahri melirik Cika.
" Bagus bro.. sekarang kamu jadi anak penurut ".
" Ah... kamu bisa aja Lik! ".
" Tadi ga sengaja aku ketemu Nisa gandeng laki-laki ".
" Terus? ".
" Emang Nisa udah nikah? ".
" Ga tau ".saut Abiyan.
Zea pun memanyunkan bibirnya.
" Nisa... Nisa terus yg diobrolin bosen".sarkas Zea kesal ia pun beranjak pergi ingin mengambil kue.
"Zea mau kemana? ".
__ADS_1
" Aku mau ambil kue? kamu mau ikut? ".
Abiyan mengangguk mengekor Zea ke tempat kue. tinggal Cika dan Fahri jantung mereka berdetak kencang saat ini mereka mulai canggung dan Salting Fahri pun merasa berbeda ketika berdekatan dengan Cika.