
"Aaa, Aby banyak monyet".
Saat ini mereka berkunjung ke tempat wisata Sangeh Bali monkey forest. Tentunya tempat itu banyak monyetnya.
" Aku mau foto bareng monyet, tapi monyetnya galak ga? ".
" Mereka jinak, zea".
Zea berjongkok disebelah monyet tersebut lalu bersiap foto bersama.
"Ih lucu nya, ga nakal ya Nyet".
Zea semakin mendekatkan dirinya pada monyet tersebut, tetapi saat tengah ber-selfie tiba-tiba tangan sang monyet memegang kepala Zea membuatnya ketakutan dan segera mendekat pada Abiyan
Abiyan yg melihat tingkah Zea pun menahan tawa nya, wajah monyet itu tampak kebingungan karena Zea yg kabur, sedangkan Zea sudah bersembunyi dibalik tubuh Abiyan.
" Dasar monyet nakal".sarkas Zea.
"Zea dia kan cuma pegang kepala kamu ga gigit kok".
" Sama aja, kan aku takut. dia ga izin dulu kalo mau pegang kepalaku".
"Mana bisa bicara bahasa manusia Zea" ujar Abiyan.
"Ih.. udahan jangan disini ganti tempat lain, udah mau sore enaknya kita mantai aja".
Abiyan mengangguk saja" yasudah kita kepantai ".
" Yes.. makasih aby".
Bagai gadis kec Zea berlarian kesana-kemari dengan melemparkan pasir pantai sedangkan Abiyan berdiri memandangi Zea yg terlihat cantik dan bahagia.
"Udah Zea nanti jatuh loh".ujar Abiyan.
" Bruk".
"Aby.. ".
Baru saja Abiyan mengingat kan Zea sudah terjatuh wajahnya menunjukan jika dia akan menangis namun Abiyan menghampiri " ga boleh cengeng, masak cantik-cantik nangis".ucap nya seraya membantu membangunkan nya
Zea tersenyum senang karena abiyan mulai perhatian ia mendekatkan dirinya dengan Abiyan bejinjit untuk mengecup singkat pipi Abiyan setelah itu berpikir menjauhi dengan gelak tawa.
"Sekarang udah mulai nakal ya! ".
" Biarin, wleee, ".ledek Zea dengan menjulurkan lidah nya ke abiyan.
Abiyan pun segera mengejar Zea, tetapi lari Zea masih bisa lebih cepat dari Abiyan, Abiyan berhasil menangkap Zea dari belakang menahan Zea yg memberontak di pelukannya.
" Aku apakan ya, si naka satu ini? ".bisik Abiyan.
.
.
__ADS_1
.
" Aby, nih teh".
Zea meletakan secangkir teh nya di meja mengambil posisi duduk disebelah Abiyan yg sedang berbaring di kursi panjang dengan mata terpejam, ia melirik Zea yg sedang duduk disebelah nya sambil memandang kearah depan pemandangan laut biru secara langsung".
"Terimakasih, Zea".
Abiyan bangun merubah posisinya duduk mengambil teh dan meneguknya menatap Zea yg begitu cantik dengan balutan dress tidur satin dan rambut yg terurai. Untung saja setiap kamar di resort ini tertutup jadi Abiyan tak masalah Zea tak menggunakan hijabnya sekarang tidak ada orang lain selain mereka berdua.
" MashaAllah.. ".lirih nya
" Kenapa, By? ".
" Ciptaan Allah sungguh indah Masha Allah ".
Zea mengangguk " iya pemandangan cantik bagus, langit nya dan lautnya, Masha Allah ".
Abiyan terkekeh" pemandangan nya memeng Masha Allah, tetapi wanita yg ada di hadapan ku sekarang lebih Masha Allah, dan ternyata wanita itu istriku sendiri ".
Zea mengulum senyum nya kini wajah nya pun terlihat memerah " dasar Om-om modus".
"Aku ga modus, sini deh".abiyan menggeser Zea menepuk sisi sebelahnya Zea pun menurut saja ia duduk di sebelah nya, tetapi abiyan menggeser nya agar lebih dekat lagi dan membaringkan tubuh mereka.
Abiyan menunjuk kearah langit malam yg dihiasi bulan dan bintang membuat pandangan Zea mengikuti telunjuk Abiyan.
" Anggaplah banyak bintang ini adalah perempuan-perempuan cantik dan anggap satu bulan ini adalah kamu".
"Terus kamu?.
"Kamu langit, dihiasi banyak bintang berati banyak perempuan gitu? ".zea semakin tak mengerti.
" Langit malam itu gelap, banyak bintang bertaburan yg singgah tetapi tanpa ada nya cahaya dari bulan langit malam ga akan menjadi terang, Sama halnya dengan aku terlihat hidup jika tanpa kamu, bulan yg memberikan sinarnya untuk langit".
Zea tertawa "kamu mau gombal? tapi sepertinya kamu salah Ngegombal nya, deh bulan itu gak bisa memancarkan cahaya sendiri, Aby. omong sains kok sama aku".zea tertawa lepas.
" Eh? ".
" Tapi gapapa, aku tetep baper".ucap Zea.
Abiyan tersenyum pada Zea "perlahan, sifat cuekku menghilang karena kehadiran kamu Zea".
" Jangan tinggalin aku ya, By. aku sayang banget sama kamu".balas Zea mendongak menatap Abiyan yg memberikan senyum indah nya perlahan Zea mengusap lembut wajah Abiyan membuat Abiyan nyaman dan memejamkan mata.
"Jangan khawatir, aku selalu ada disisi kamu, sayang".
" Ana uhibbuki filmah, ya zaujati".
Mata Zea Zea mengerjapkan ia tak mengerti kalimat yg Abiyan lontarkan "artinya? ".
Abiyan mengulum senyumnya" kamu jelek, Zea ".
Bug!.
__ADS_1
" Kamu jahat banget, By! istri cantik begini dibilang jelek".rajuk Zea masih memukul lengan bahu Abiyan.
Abiyan tertawa seraya memeluk Zea erat "becanda, artinya bukan itu kok".
" Lepasin?! ".
" Diem Zea. aku mau peluk kamu".
"Ga.kamu udah bilang aku jelek".
" Zea diem atau.. ".
" Atau apa? ".
Zea mendadak susah bernapas karena Abiyan semakin mendekati wajahnya.
" Kenapa tutup mata? ".
" Ih kirain kamu mau ngapain! ".kesel nya.
" Emang kamu kira mau apa? ".
" Ya--ya ga tau! ".elak Zea mengalihkan pandangan nya yg mulai salting.
Abiyan mengusap lembut pipi zea" Zea".
"Hmm".
" Kamu cantik".
Baru saja Zea mengembangkan senyumnya tetapi Zea terkejut ketika Abiyan menggelitik i perut dan pinggang nya.
"Aby, stop!! hahaha.
" ABIYAN, BERHENTI, AKU GA BISA NAPAS. HUAAAHAAA. "
Bukanya berhenti Abiyan semakin menjadi kini ia mulai menyelusup kan wajahnya di ceruk leher Zea, meniup-niup leher Zea membuatnya merasa kegelian.
"ABIYAN!!! GELI AHHHH".
" YAAMPUN AKU MAU PIPIS, AKU MAU PIPIS, BY LEPASIN!! ".
Abiyan melepaskannya sedangkan Zea berlari menuju kamar mandi.
Melihat itu Abiyan tertawa lepas.
Wkwkwckkkk😄😄😄😄😂😂😂😂😂ðŸ¤.
.
.
.
__ADS_1
Jadi ikut baper ga nih!! readers.... si Abiyan yg dingin kini sudah meleleh karena Zea 😄😄😄😄.