
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Jangan lupa mampir di novel terbaru ku"Dear Jaka" dan tinggal kan like dan coment
Terima kasih.
Saat Justin sedang termenung tiba-tiba di sebelahnya ada sosok perempuan paruh baya yang tak lain dan tak bukan adalah Almh.Bu
Rossa(Dosen Gaib).Beliau menatap tajam ke arah Justin dan mendekat ke arah
Justin pun sangat terkejut dan ketakutan.Almh.Bu Rossa(Dosen Gaib)terus
mendekati Justin.
“Pergiii ngapain Ibu muncul disini?”tanya Justin dengan ekspresi ketakutan.
Almh.Bu Rossa nampak tidak memperdulikan pertanyaan Justin dan mengeggam pergelangan Justin.Justin berusaha melepaskan genggaman dari Almh.Bu
Rossa(Dosen Gaib) dengan sekuat tenaga.Narapidana yang satu sel dengan Justin nampak keheranan dengan perilaku Justin dan mendekati Justin.
“Woy!Berisik!”bentak salah satu napi bertubuh besar sambil menatap tajam Justin.
“Loe udah gila ya?Ngomong sendiri,”sambung napi yang lainnya.
Perlahan Almh.Bu Rossa pun menghilang.Sementara Justin sudah
tidak ketakutan lagi dia menghampiri pria tersebut dengan gaya tengilnya.Justin
dulu bukanlah Justin sekarang dulu dia terkenal cerdas,dan ramah,namun semenjak
ia tersandung kasus pembunuhan dosen dia lebih tengil dan emosional.Bahkan
Justin bisa mengelabuhi pihak polisi dengan membawa sebuah ponsel.
“Ya sorry kalau gue berisik lagi pula loe enggak tau masalahnya jadi mending diem
enggak usah ngatain gue gila,”ucap Justin sambil tersenyum dan menonjok kedua
napi tersebut.
Kedua napi itu pun tersungkur di lantai.Beberapa polisi pun menghampiri sel Justin.Sementara itu Arine nampak mondar-mandir di dalam toilet dia bingung harus berbuat apa padahal orang yang menculik dia sedang menunggu di depan.Sudah 5 menit Arine mondar-mandir dengan ekspresi khawatir.
“Ini gimana caranya gue kabur orang mereka ada di depan,”batin Arine sambil gigit jari.
“Woy!Lama banget udah hampir 6 menit cepet keluar,”ucaplaki-laki bertubuh besar sambil menggedor-nggedor pintu dengan sangat keras.
__ADS_1
“Ayo!Keluar jangan harap loe bisa kabur dari kita,”sambung laki-laki bertubuh kurus sambil menggedor-nggedor pintu.
“Iya sebentar sabar dong orang sabar itu di sayang tuhan lho,”sahut Arine dengan suara cemprengnya.
“Gue kasih waktu 2 menit lagi kalau loe enggak keluar terpaksa kita akan dobrak loe gue,”ucap laki-laki bertubuh besar.
“Aduh!Gimana dong ini gue harus bisa kabur,”batin Arine sambil melihat sekeliling sudut ruangan toilet.
Mata Arine terfokus jendela kecil dibagiaan atas.Dengan modal nekat Arine pun naik ke pinggiran bak berisi air berniat untuk membuka jendela tersebut.Sekarang Arine sudah ada di atas dan memeriksa jendela
tersebut apa bisa dibuka atau tidak.Saat di coba ternyata jendela itu hanya terbuka sedikit.
“Bisa di buka ini saatnya gue kabur dari sini,tapi kok cuma sedikit ya gimana caranya gue keluar?”tanya Arine dalam hati.
“Ini enggak bisa di biarin ini udah 2 menit dia belum keluar juga langsung kita dobrak aja,”ucap laki-laki bertubuh besar.
“Langsung kita dobrak aja jangan-jangan dia kabur lagi,”ucap rekannya.
Mereka pun mendobrak pintu toilet karena Arine tak kunjung keluar.Mendengar suara aneh di pintu membuat Arine panik.Sekarang dia bingung harus berbuat apa padahal ini satu-satunya cara agar bisa kabur dari tempat tersebut.Hari semakin siang Aline,Raisa,dan
Fauzan masih bersemangat menjalankan misi mereka.Mereka teru berpencar mencari
keberadaan Arine,mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa di tengah teriknya
matahari.Kali ini Aline berada di sebuah warung kecil di pinggir jalan.Sedangkan Fauzan berada di depan toko pakaian serta Raisa bertanya pada beberapa ojol yang sedang nunggu orderan.
Pemilik warung nampak mengamati foto tersebut dan terdiam sejenak sambil mengingat-ngingat sesuatu.Setelah cukup lama mengamati foto tersebut akhirnya pemilik warung memberikan sebuah jawaban.
“Seingat saya foto ini mirip sama anak SMA yang kemarin makan disini neng,”ucap pemilik warung yang merupakan seorang ibu-ibu.
“Iya bu,anak SMA itu adik saya kira-kira ibu tau enggak dia pergi kemana?”tanya Aline dengan ekspresi antusias.
“Maaf neng,waktu itu saya ada di dalam jadi,saya enggak tau soalnya pas saya keluar tiba-tiba ngilang cuma ada tasnya doang ini
tasnya,”ucap pemilik warung sambil mengambil tas milik Arine dan menyerahkan ke Aline.
Seketika wajah Aline berubah drastis setelah mendengar pernyataan ibu pemilik warung sambil memegang tas ransel warna hitam milik Arine sambil duduk di kursi yang sudah disediakan.Pemilik warung itu pun masuk
ke warungnya karena ada pembeli.Raisa dan Fauzan menghampiri Aline dan
memberitau kabar bahwa mereka tidak mendapatkan petunjuk apa pun soal
keberadaan Arine.Mereka terlihat lesu dengan wajah berkeringat.
“Gimana lin, kabar Arine?”tanya Fauzan dengan kondisi keringat bercucuran.
“Menurut gue Arine di culik kalian ini tasnya Arine kemarin dia sempet mampir di
__ADS_1
warung ini,”ucap Aline dengan nada tegas.
“Walaupun dia nyebelin,tapi kasihan juga ya terus gimana,lin?”tanya Raisa sambil menempelkan pinggulnya di kursi sebelah Aline
“Gue enggak tau sa,kalau sampai mama tau pasti mama langsung drop,”ucap Aline dengan wajah murung.
“Kasihan banget Aline rasanya pengan meluk dia kira-kira Arine di mana ya?”tanya Fauzan dalam hati.
Sambil beranjak menghampirii ibu pemilik warung,”Bu,saya mau tanya apa ibu liat ada orang yangmencurigakan sekitar sini pas adik saya makan di warung ibu?”tanya Aline dengan nada tegas.
“Kan tadi saya udah bilang saya enggak tau coba neng tanya sama yang lainnya,”ucap ibu pemilik warung.
“Ohh gitu ya bu,ya udah terima kasih informasinya,”ucap Aline sambil melangkahkan kakinya ke arah Fauzan dan Raisa.
“Lin,minum dulu biar hati dan pikiran kamu tenang,”ucap Fauzan sambil menyerahkan 1 botol minuman.
“Makasih ya zan,”sahut Aline sambil menerima pemberian Fauzan.
“Zan,Kok cuma satu doang?Buat gue mana?”tanya Raisa sambil cemberut.
“Ya loe beli sendiri sa,gue udah mager,”sahut Fauzan dengan wajah datar.
“Si Fauzan aneh banget sok perhatian gitu sama Aline jangan-jangan dia bener suka sama Aline,”batin Raisa dengan tatapan curiga.
Sementara itu Pintu toilet sudah hampir terbuka.Arine benar-benar panik dan terus membuka jendela kecil agar tubuhnya bisa keluar dengan sekuat tenaga.Sepertinya keberuntungan sedang berada pada Arine melihat jendela kecil berhasil
terbuka dengan lebar tanpa pikir panjang Aline pun keluar dari jendel tersebut.Sekarang ia sudah berada di luar tepatnya di bawah jendela.Pintu sudah berhasil di buka betapa terkejutnya mereka karena Arine kabur.
“Wah!kita dikibulin dia kabur kan loe sih,pakai percaya-percaya segala,”ucap laki-laki
bertubuh besar sambil menahan emosi.
“Berani banget ya tuh,bocah ngibulin kita ya udah sekarang kita cari kayaknya dia belum jauh dari sini,”ucap laki-laki bertubuh kurus.
Mereka pun mencari keberadaan Arine sebelum boss mereka menelefon.Arine nampak terus berlari agar tidak bertemu dengan dua orang tadibdengan ekspresi panik.Aline,Raisa,dan Fauzan masih di warung sepertinya Aline sedang memikirkan rencana untuk mencari keberadaan adiknya.Dia mencoba mencari adiknya lewat ilusi setelah dicoba beberapa kali Aline melihat adiknya di culik di suatu tempat misterius.
“Gue liat Arine di culik kayaknya dua orang di tempat misterius,tapi tempatnya enggak terlalu jelas,"ucap Aline dengan nada tegas dan muka sedikit murung.
"Coba lagi lin,siapa tau ada pentujuk lainnya," ucap Raisa sambil meminum minumannya.
Lili yang ada di samping Aline berpikir.Dia berniat membantu Aline walaupun dia tidak suka dengan Arine.
Hah?Kak Justin diam-diam bawa hp ke dalam se? Kira-kira buat apa ya?Apa dia sedang berbisnis online?đź¤Lantas, Apa yang akan Aline lakukan?Apa Arine bisa lolos dari orang-orang tersebut.
Tunggu terus kelanjutannya ❤️
Jangan lupa like dan vote 🙏.
__ADS_1