Dosen Gaib

Dosen Gaib
23.Gundukkan misterius


__ADS_3

"Lin kayu-kayu yang ada dibawah kok kayak udah rusak-rusak ya." ucap Karina sambil memilih dan memilih kayu.


"Iya ya,rin cuma beberapa yang masih bisa digunain." ucap Aline.


"Terus gimana,lin?" tanya Karina.


"Satu-satunya cara kita harus manjat ke pohon itu soalnya dipohon itu banyak kayu-kayu yang masih layak pakai." ucap Aline sambil menunjuk sebuah pohon.


"Haa....serius harus manjat?" tanya Karina.


"Iya,rin dari pada kita masuk ke sana." jawab Aline sambil menunjuk arah ke hutan.


Karina pun terdiam dan melihat ke arah hutan dengan perasaan agak takut.


"Tapi kalau manjat gue takut loe jatuh,lin." ucap Karina.


"Iya juga ya pohon ini juga tinggi." ucap Aline sambil melihat ke atas.


"Kita ke sana aja yuk siapa tau disana banyak kayu-kayu dan ranting-ranting pohon yang layak." ucap Karina sambil menarik tangan Aline.


Justin dan Jennie baru saja sampai dan kebingungan karena Aline dan Karina tidak ada.


"Aline kemana ya?" tanya Justin.


"Kok dia enggak ada ya?" tanya Jennie.


"Jangan-jangan dia masuk ke hutan lagi." ucap Justin spontan.


"Wah bahaya,nih kita harus rubah ide kita." sambung Jennie dengan ekspresi wajah panik.


"Soal ide kita lupain aja sekarang kita susul mereka." ucap Justin yang langsung masuk ke hutan meningkalkan Jennie.


"Jus,kok malah nyusul mereka,sih." teriak Jennie.


Justin tidak menghiraukan teriakan Jennie yang ada dipikirannya dia sangat khawatir dengan Aline bahkan dia tidak memikirkan soal rahasia besar yang ia tutup-tutupi selama ini.


"Ih nyebelin banget segitu khawatir nya Justin sama Aline dia enggak mikir apa ya resikonya." ucap Jennie dengan kesal.


Jennie berpikir sejenak dia sebenarnya ingin sekali menyusul Justin tapi dia takut kalau hantu dosen Bu Rossa tiba-tiba muncul.


Sementara itu Aline dan Karina berjalan menyusuri hutan.


"Gue enggak nyangka kalau dibelakang kampus ada hutan." ucap Karina.


"Iya,rin." ucap Aline.


Aline semakin merasakan hawa aneh saat sudah ada dihutan.Dia merasakan hawa janggal.


"Kok hawanya makin aneh ya." ucap Aline dalam hati.


"Lin,gue kok ngerasa merinding ya." ucap Karina.


"Iya,rin gue juga tapi ya udah lah mending sekarang kita cari kayunya nanti keburu malem." ucap Aline.


Karina melihat beberapa kayu dan ranting-ranting yang masih layak dipakai.


"Lin,tuh ada banyak kayu kita ambil yuk." ajak Karina.


"Wah iya banyak banget yuk." ucap Aline.


Mereka pun menghampiri kayu-kayu dan ranting-ranting.Namun saat Aline berjalan tiba-tiba....


"Aduhhh." teriak Aline kesakitan.


Rupanya Aline tersandung sebuah gundukan misterius yang membuat mereka berdua terheran-heran.


"Lin,loe enggak papa?" tanya Karina dengan ekspresi muka khawatirsambil membantu Aline berdiri.


"Aduhhh lumayan sakit,sih tapi enggak papa kok." jawab Aline.


"Alhamdulillah kalau gitu,tapi kok loe bisa jatuh?" tanya Karina.

__ADS_1


"Tadi gue kayak nyandung sesuatu." jawab Aline.


Karina pun melihat sekeliling hutan dengan ekspresi bingung,namun matanya tertuju pada gundukkan misterius.


"Loe nyandung gundukkan itu ya?" tanya Karina sambil menunjuk gundukan tersebut.


"Eh kok disitu ada gundukkan ya aneh banget." jawab Aline.


"Iya,lin kira-kira itu gundukan apa ya?" tanya Karina.


"Enggak tau,rin coba aku lihat dulu." ucap Aline yang langsung bergegas menghampiri gundukkan misterius itu.


"Jangann,lin gue takut."ucap Karina.


"Udah enggak papa,rin." ucap Aline.


Karina pun mengikuti kemauan Aline walaupun sedikit terpaksa.Dan akhirnya mereka pun sampai.Hawa sekitar gundukkan itu sangat aneh bahkan Aline merasa ada sesuatu digundukkan tersebut.


"Aura gundukkan ini hampir sama dengan aura lantai 3 sebenarnya ada apa ya?" tanya Aline dalam hati.


"Lin,kok loe diem aja lagi mikirin apa?" tanya Karina.


"Enggak papa kok gue lagi mikirin ini sebenarnya gundukkan apa." ucap Aline.


"Jangan-jangan gundukkan harta karun." ucap Karina spontan.


"Ya kali harta Karun ada-ada aja loe." ucap Aline sambil tertawa.


"Ya siapa tau bener sebentar coba aku pegang ya." ucap Karina sambil mencoba menyentuh gundukkan itu.


"Oke." ucap Aline singkat.


Karina pun mencoba menyentuh gundukkan tersebut secara pelan-pelan.Namun.....


"Kalian ngapain disini?" tanya Justin.


"Kak Justin ngapain disini?" tanya Aline.


Karina pun tidak jadi menyentuh gundukkan tersebut.


"Kita mau ngambil kayu,kak." jawab Karina.


"Terus kalian ngapain sampai sini ini hutan lho?" tanya Justin.


"Tadi di belakang kampus kayu-kayu sama ranting-rantingnya udah rusak jadi kita muntusin buat masuk kesini buat cari." jawab Aline.


"Iya,kak kita minta maaf ya kalau kita enggak izin." sambung Karina.


"Minta maaf? kalian itu maba enggak tau diri terutama kamu Aline." ucap Kak Jennie yang tiba-tiba datang.


"Loe ngapain disini?" tanya Justin sambil berbisik-bisik.


"Ya aku pengen nyegah mereka." bisik Jennie


"Sebelumnya maaf,kak emang ada masalah ya kita masuk ke hutan ini?" tanya Aline.


"Masalah? ya pasti ada lah kalian berdua itu harus izin dulu jangan malah seenaknya sendiri." ucap Jennie emosi.


"Tapi kita disini mau ngambil kayu,kak tapi tadi Aline jatuh gara-gara gundukkan ini." ucap Karina sambil menunjuk gundukkan tersebut.


Jennie dan Justin melihat gundukkan itu dengan perasaan takut dan gemetar.


"Astaga kenapa meraka bisa menemukan makam Bu Rossa?" tanya Justin dalam hati.


"Aduhhh gawat,nih kalau sampai mereka tau semuanya." ucap Jennie dalam hati.


"Kak,kok diem aja?" tanya Aline.


"Mending kalian menjauh dari gundukkan itu." ucap Justin spontan.


"Tapi kita penasaran sama gundukkan itu." ucap Karina.

__ADS_1


"Iya,kak kayak ada yang aneh." sambung Aline sambil sesekali melirik ke gundukkan misterius itu.


"Ini perintah jadi tolong dipahami." ucap Kak Jennie menatap Aline dan Karina dengan sorot mata tajam.


"Iya,kak." ucap Aline dan Karina secara bersamaan sambil menundukkan kepala.


"Aneh banget Kak Justin sama Kak Jennie kompak banget waktu aku dilantai 3 juga iya sebenarnya ada apa ya?" tanya Aline dalam hati.


"Ya udah sekarang kalian ambil beberapa kayu dan ranting tenang aja saya bantu kok." ucap Kak Justin.


"Dugaan gue bener Justin pasti bantuin." ucap Jennie dalam hati.


"Makasih ya,kak." ucap Aline.


Aline,Karina,dan Kak Justin pun memilih kayu-kayu dan ranting-ranting yang akan digunakan.Sementara Jennie tidak ikut membantu sesekali dia melirik ke arah Aline dengan lirikan sinis.


"Awas ya loe,lin suatu saat gue pasti ngasih loe pelajaran." ucap Jennie.


Mereka pun sudah mengumpulkan beberapa kayu dan ranting


"Lin,kayaknya ini udah cukup." ucap Karina.


"Iya,Kak Justin ini udah cukup kan?" tanya Aline.


"Udah cukup kok." ucap Kak Justin sambil tersenyum manis.


"Alhamdulillah." ucap Karina.


"Oke,kak ngomong-ngomong makasih ya udah bantuin kita sekaligus mau minta maaf kalau kita lancang masuk hutan ini." ucap Aline.


"Sama-sama,enggak papa kok saya juga minta maaf kalau tadi agak emosi." ucap Kak Justin.


"Ya udah yuk,jus sekarang kita balik." ajak Jennie sambil menggandeng tangan Justin.


"Enggak usah pakai gandeng-gandeng gue bisa jalan sendiri." ucap Justin sambil melepaskan tangan mulus Jennie dari tangannya.


"Iya maaf reflek." ucap Jennie agak bete.


"Ya udah sekarang kita balik nanti keburu malem lagi." ajak Kak Justin.


"Eeee iya,kak." ucap Aline.


"Kok loe kayak ragu-ragu gitu?" bisik Karina.


"Gue masih penasaran sama gundukkan itu." bisik Aline.


"Sebenarnya gue juga penasaran siapa tau harta Karun lagi." bisik Karina.


"Jangan ngada-ngada." bisik Aline.


"Malah bisik-bisik ayo balik." ucap Jennie.


"Iya,kak." ucap Karina yang langsung mengikuti Kak Justin dan Kak Jennie.


Aline pun memutuskan untuk balik saja,namun sepertinya dia ada rencana untuk mencari tau gundukkan misterius itu.Pada saat dia melangkah kaki ada suara yang meminta tolong,namun tidak ada wujudnya.


"Tolonggggg....." teriak suara itu.


"Kok kayak ada suara ya?" tanya Aline pada dirinya sendiri.


Aline melihat sekeliling sudut hutan,namun tidak ada siapa pun.


"Apa mungkin penunggu hutan ini ya? ya udah lah mending aku balik ke tenda." ucap Aline yang langsung bergegas mengikuti Karina,Kak Justin,dan Kak Jennie.


Sementara itu di tenda Tania,Raisa,dan Sovia khawatir karena Aline dan Karina tidak kunjung kembali.


Happy Reading semuaa🤗.


Jangan lupa like dan vote.


Ditunggu kritik dan sarannya 🙏.

__ADS_1


Mohon maaf jarang update 🙏 setiap hari.


__ADS_2