Dosen Gaib

Dosen Gaib
121.Menyampaikan amanat.


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir di novel sebelah ya" Dear Jaka" thank you 🙏.


Justin balik badan dan segera melanjutkan langkahnya agar tidak ketahuan.Lili dan Almh.Bu Rossa mengikuti langkah Justin dan anak buahnya.Di rumah Luna Arine sangat lega karena Kak Justin dan dua anak buahnya


sudah pergi.Namun,dia khawatir jika besok Kak Justin datang ke rumah Luna untuk


menangkapnya kembali.


“Pokoknya besok gue harus lebih hati-hati lagi kalau Kak Justin datang ke sini lagi,” ucap Arine dengan nada cukup lantang.


Hari semakin terik diringi dengan semilir angin mengiringi Aline,Raisa,Fauzan ke alamat tujuan.Alamat yang di cari Aline dkk cukup jauh dan harus masuk ke gang sempit.Aline sempat melihat beberapa makhluk halus yang ada di komplek tersebut ada yang menyambut dengan baik ada juga yang menyambut dengan buruk.Namun,Aline tetap menjaga tata kramanya dan memberi tau Raisa dan Fauzan.Setelah menempuh jalanan yang sempit akhirnya mereka sampai ke alamat tujuan sebuah rumah sederhana yang tidak terlalu luas bercat biru dan putih


kondisi rumah nampak sepi.


“Pak,ada orangnya enggak soalnya sepi kayak gini?” tanya Aline sambil mengintip-ngintip lewat jendela.


“Biasanya ada neng,soalnya jam segini si Adam udah pulang  sekolah neng,kalau boleh ada keperluan apa ya?” tanya Pak Satpam dengan nada pelan.


“Udah lin,kasih tau aja biar cepet clear tujuan kita kan mau cari orang dan orang yang kita cari itu  banyak,”  bisik Raisa pada Aline.


“Sa,biar Aline aja yang ngomong kita enggak usah ikutan ngomong,” ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Eee…gimana ya ceritanya bapak jangan cerita sama siapa-siapa ya ini ke sini atas permintaan dari ibu nya Adam karena ada hal


yang ingin kita sampaikan,” ucap Aline


dengan nada terbata-bata.


“Ohh dari Ibu Susi beliau emang enggak di sini karena kerja di luar kota kalian bisa kenal sama ketemu sama ibu Susi?” tanya Pak Satpam dengan nada suara cukup lantang.


Aline nampak terdiam sebenarnya ia enggan menjawab pertanyaan satpam tersebut karena di nilai tidak penting.Namun,dia tidak


mungkin merahasiakan kematian Ibu…beberapa waktu lalu akibat kecelakaan maut.Tiba-tiba…


“Sebenarnya Ibu susi udah meninggal pak,karena kecelakaan maut di daerah….dan kebetulan kami juga ada di lokasi kejadian nah,gara-gara itu kami bertemu dengan Almh.Ibu…” ucap Raisa dengan nada cukup keras.


“Innallilahi wainaillahi roji’un beneran, neng?” tanya Pak Satpam itu dengan dengan ekspresi tidak percaya.


“Si Raisa malah keceplosan kalau udah kayak gini mau enggak mau gue harus jujur,”batin Aline dengan muka kesal.


“Sa, loe ngapain ceritain semuanya?” ta


tanya Fauzan dengan nada cukup tinggi.


“Ya emangnya kenapa zan,biar jelas sejelas-jelasnya,”sahut Raisa dengan nada pelan.


“Udah jangan pada ribut iya pak,apa yang di katakan temen saya bener sekarang kita mau ketemu sama anak dari ibu itu dan saya mohon jangan bilang-bilang apa-apa ya biar saya aja yang ngomong," ucap Aline dengan


nada tegas.


“Ya allah enggak nyangka saya kalau kejadiannya kayak gini iya-iya nanti saya akan tutup mulut coba saya panggilin lagi ya,” ucap Pak Satpam dengan nada pelan.

__ADS_1


Pak Satpam terus memanggil dan mengetuk pintu rumah itu dengan cukup kencang.Keluarlah seorang remaja tampan berusia 14-15 tahun dan wanita berusia sekitar 3 tahun  dengan tatapan bingung dan karena merasa asing dengan Aline,Raisa,dan Fauzan.


“Punten kang,ada apa ya Mereka siapa,kang?” tanya wanita itu dengan ekspresi bingung.


“Sebelumnya maaf kalau menganggu jadi,mereka ini the dari Jakarta ingin menyampaikan sesuatu hal kepada Adam,” ucap Pak Satpam dengan nada pelan.


“Buat aku?Apa soal ibu?Tapi aku kenal sama kakak-kakak ini,” batin Adam sambil melirik Aline,Raisa,dan Fauzan yang nampak tersenyum.


“Hai,Adam,hai teh,salam kenal ya ini  aku Kak Aline kalau yang ini Kak Raisa dan yang paling ganteng Kak Fauzan tujuan kami datang ke sini untuk memberitau suatu hal,tapi kamu jangan sedih ya,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Apa,kak?Soal ibu ku?” tanya Adam dengan ekspresi antusias.


“Liat ekspresi anak ini jadi,enggak tega njelasin yang sebenarnya maaf ya bu,saya enggak bisa nutup-nutupi fakta yang sebenarnya,” batin Aline dengan mata berkaca-kaca.


****


Justin dan dua anak buahnya merasa sangat ketakutan karena kehadiran Aline di komplek ini.Mereka terus melangkah dengan langkah


terburu-buru tanpa menyadari bahwa ada yang mengikuti mereka dari belakang.Justin


dan dua anak buahnya sudah sampai di rumah kosong tersebut dengan perasaan


campur aduk.Mereka nampak duduk di ruang tamu yang sudah tidak layak dengan


kondisi pintu tertutup rapat.


“Sial!Udah gagal nangkep Arine


sekarang malah  ketemu Aline kenapa tiba-tiba dia ada di sini?” tanya Justin sambil dengan nada emosi sambil melepas masker


“Dia punya kekuatan tersembunyi kali boss,makanya dia bisa sampai di sini,” sahut salah satu anak buah bertubuh gemuk dengan nada pelan.


“Loe pikir dia superhero  apa jangan


ngada-ngada deh, terus langkah


selanjutnya apa, boss?” tanya anak buah bertubuh kurus dengan nada cukup


kencang.


“Intinya besok kita kembali ke rumah yang tadi kita tangkap Arine lalu gue akan tangkap Aline juga,” ucap Jusin yang seketika wajahnya berubah diiringi senyum licik.


****


Tok..tok…


Terdengar bunyi ketukan dari luar


tapi,tak di hiraukan Justin suara ketukan itu kembali lagi dengan intensitas lebih keras dan berkali-kali membuat Justin penasaran,tapi ada rasa khawatir jika


orang itu adalah Aline atau warga sekitar.Justin pun menyuruh dua anak buahnya untuk mengecek siapa yang dari tadi mengetok pintu.Kedua anak buah Justin pun


keluar untuk mengecek.


“Lho?Kok enggak ada siapa-siapa?Jangan-jangannn….” ucap salah satu anak buah bertubuh kurus,tapi terputus.

__ADS_1


“Jangan-jangann apa?Jangan bikin takut dong,” ucap salah satu anak buah bertubuh gemuk dengan muka ketakutan.


Sosok misterus nampak berdiri dengan kondisi kaki tidak menyentuh tanah di depan dua anak buah Justin terdiri dari satu wanita dan satu anak perempuan dengan luka tusukkan di perut dan luka di bagian kepala penuh dengan darah menatap mereka dengan tatapan tajam dan menyeramkan suasana nampak sangat menakutkan walaupun masih siang menjelang sore.


"Muka mereka lucu banget bu, hihihi," bisik Lili sambil tertawa kecil.


Dua anak buah Justin ketakutan saking ketakutannya salah satu anak buah bertubuh gemuk pipis di celana.


"Ya ampun saking ketakuta sampai pipis di celana dong maaf bu, kalau liat kayak gini bawaannya pengen ketawa," ucap Lili sambil tertawa cukup terbahak-bahak.


"Sebenarnya ibu juga ikut ketawa,tapi dari hati," ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan


Tubuh mereka tiba-tiba kaku dan tidak bisa di gerakan.Almh.Bu Rossa nampak mendekati dua anak buah Justin.


“Aaaaaaaaa ampun-ampun,” teriak


anak buah bertubuh kurus dengan suara cukup kencang.


“Ini kok ada setan di sini ampun-ampun pergi sana pergi,” ucap anak buah bertubuh gemuk dengan ekspresi ketakutan dan mata tertutup.


“Diaaaaa harusss matiiii!” ucap


Almh.Bu Rossa dengan sorot mata tajam dan jarak yang cukup dekat.


***


Justin yang ada di dalam mendengar teriakan salah anak buahnya ia pun langsung keluar untuk mengecek sebenarnya apa yang  terjadi.Betapa kagetnya Justin melihat dua anak buahnya tergeletak tak sadarkan diri.Ia di buat kaget dan ketakutan dengan kehadiran Almh.Bu Rossa dan Lili.Almh.Bu Rossa


bergerak mendekati Justin dengan tatapan menyeramkan dan tajam.


“Buuu Rossaa…..maaf—mafiin


say—sayaa buu am—ampunii sayaaa,” ucap Justin sambil bergerak mundur dengan


ekspresi ketakutan.


“Haahahaah sukurin makanya jangan


macem-macem sama ibu ku,” ledek Lili sambil tertawa kecil di samping lokasi


pingsannya kedua anak buah Justin.


"Tidak ada maaf untuk orang seperti kamuuu," ucap Almh.Bu Rossa sambil terus bergerak maju.


****


Aline,Raisa,dan Fauzan pun di persilahkan masuk oleh Bibi Adam.Sementara Pak Satpam yang tadi kembali ke pos untuk menjalankan tugasnya kembali.Sambil menarik nafas panjang Aline pun menceritakan semuanya walaupun dengan berat hati.


Justin dan anak buahnya di kerjain sama Almh.Bu Rossa? Bagaimana ya nasib mereka?Aline dan Arine beserta Pak Ali dan Luna sudah berada di lokasi yang sama akankah mereka bertemu?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Menuju episode terakhir ya😁 semoga tidak ada halangan 🙏.


Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.

__ADS_1


Jika ada beberapa kesalahan akan saya revisi besok.


__ADS_2