Dosen Gaib

Dosen Gaib
105.Pengakuan Justin


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Yuk mampir ke novel terbaru ku "Dear Jaka" dengan tinggalkan like,vote,dan coment biar aku up terus thank you 🙏.


“Yah,ini terus gimana?”tanya Luna sambil terus memandang ke arah Justin dan dua orang itu.


“Iya ayah pasti bantu sekarang mending kamu ke sekolah udah jam segini nanti kamu telat,”ucap Pak Ali dengan nada pelan.


“Pokoknya gue pengen kalian semua jangan ada yang lengah awasin dia terus jangan sampai dia lolos,”ucap Justin dengan nada pelan.


“Siap bosss,kita mau tanya sebenarnya motivasi boss buat nyulik bocah ingusan kayak dia?”tanya salah satu laki-laki bertubuh gemuk dengan nada pelan.


“Kepoo tugas kalian itu jagain dia,”ucap Justin dengan nada agak kencang.


“Bentar yah,aku masih pengen liat orang-orang itu,”ucap Luna dengan nada pelan sambil terus memandang ke arah bangunan itu.


Justin dan dua orang itu nampak merasa ada orang yang menguping pembicaraan mereka.Mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam saja sekaligus menemui Arine.Luna dan Pak Ali pun keluar dari tempat persembunyiannya.Luna terlihat sangat kesal karena orang-orang itu sudah masuk


ke bangunan itu.Ia berniat mengikuti orang-orang itu,tapi malah di cegah oleh


ayahnya karena ia harus bersekolah.


“Yah,aku pengen nyelamatin orang itu kasihan dia,”ucap Luna sambil memohon-mohon pada Pak Ali.


“Luna ayah tau kamu khawatir banget,tapi sekarang waktunya kamu sekolah jangan gara-gara ini kamu jadi terlambat ke sekolah,”ucap Pak Ali dengan nada cukup kencang.


“Kata-kata ini jadi ingetin aku sama ibu sekarang kondisi ibu gimana ya?”tanya Luna dalam hati.


Di dalam bangunan Justin dan dua orang tersebut menghampiri Arine yang masih tertidur pulas dengan kondisi tangan dan kaki masih terikat dengan tali.Justin pun mencipratkan beberapa tetesan air ke wajah Arine yang sudah lusu,rambut acak-acakan dan baju yang sudah sangat kotor.Arine pun


tersadar dan membuka matanya matanya langsung terbelalak melihat seseorang yang


ada di hadapannya sekaligus tidak percaya.Arine pun menutup matanya dan membuka matanya kembali memastikan seseorang yang ada di hadapannya sambil tersenyum.


“Ini aku enggak mimpi kan?Kak Justin?Ngapain kakak ada disini?”tanya Arine dalam hati.

__ADS_1


“Udah siang woy bangunnnn,”ucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada emosi sambil membuka penutup di mulut Arine.


“Maaf ini apa-apaan sih,kok gue di sebur lagi,”ucap Arine dengan nada kesal.


“Hallo rin,gimana kabar kamu?”tanya Kak Justin sambil tersenyum ke arah Arine.


“Kak Justin?Ngapain kakak ada di sini kan kakak di penjara.Kakakmau nyelamatin aku ya?”tanya Arine dengan nada girang.


“Hahahhahaa nyelamatin dia?Dia enggak tau yang sebenarnya,”ucap laki-laki bertubuh gemuk sambil tertawa.


“Iya ini gue Kak Justin sayangnya gue ke sini bukan mau nyelamatin loe gue kesini mau liat kondisi loe doang,”bisik Kak Justin tepat di


telinga Arine.


“Liat?Maksud kakak apa?”tanya Arine dengan nada pelan.


“Asal loe tau sebenarnya gue yang nyuruh orang-orang ini untuk bawa loe ke


sini,”ucap Kak Justin sambil tersenyum.


“Ha?Enggak mungkin kakak pasti bohong kan?”tanya Arine tidak percaya.


“Terserah loe mau percaya apa enggak yang jelas gue ke sini bukan mau


nyelamatin loe,”ucap Kak Justin dengan nada sedikit emosi.


“Kak Justin kok kakak jadi kayak gini?tanya Arine dengan nada sedikit emosi.


“Heh!Ini semua gara-gara kakak loe Aline kalau dia enggak bikin gue di penjara


dan nolak cinta gue kejadian ini enggak bakal terjadi,"bentak Justin sambil menatap tajam ke arah Arine.


Di kampus Aline,Fauzan,dan Raisa nampak menerima pembelajaran seperti biasanya.Aline banyak melamun memikirkan kondisi adiknya sekarang seperti apa serta kondisi mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa.Sementara itu Fauzan nampak terus memperhatikan Aline dari kursinya.


"Zan,loe beneran suka ya sama Aline?"tanya Raisa secara tiba-tiba.


"Loe tuh ya ngaget-ngagetin aja mau tau aja atau mau tau banget?"tanya Fauzan sambil menggoda Raisa.

__ADS_1


"Udah mending loe jujur sama gue," ucap Raisa yang menggoda balik Fauzan.


"Sebenarnya gue mau jujur sama loe sa, cuma gue malu aja nanti loe beberin ke semua orang," batin Fauzan sambil tersenyum.


Tak terasa jam kuliah sudah selesai kelas pun di bubarkan.Aline,Fauzan,dan Raisa pun ke kantin untuk istirahat dan memikirkan rencana untuk mencari keberadaan Arine beserta mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa ditemani beberapa camilan dan minuman.


"Eh lin,habis ini kita mau gimana?"tanya Raisa dengan penuh semangat.


"Semangat banget loe sa,ini gue masih mikir sabar ya," ucap Aline dengan nada pelan.


"Iya sa,tumben loe semangat kesambet apa loe?"tanya Fauzan sambil menyeruput minuman yang ia beli.


"Ya gue pengen cepet selesai aja makanya gue semangat empat lima," ucap Raisa sambil tersenyum.


Lili yang selalu berada di samping Aline terlihat memberi saran begitu pula dengan Almh.Bu Rossa hingga membuat Aline tidak menghiraukan omongan Raisa dan Fauzan.Mereka memberi pentujuk tentang lokasi tempat bekerja Mantan suami Almh.Bu Rossa semasa mereka masih berstatus suami dan istri.


"Jadi,ini lokasi kerja mantan suami Almh.Bu Rossa?"tanya Aline sambil melihat dan memahami alamat yang ia tulis.


"Iya lin, kamu datang aja ke sana siapa tau kamu dapat informasi," ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.


"Gyus sekarang kita ke alamat ini ya," ucap Aline secara spontan sambil menyodorkan selembar kertas kecil ke Raisa dan Fauzan.


"Ini apa,lin?"tanya Raisa sambil melihat kertas tersebut.


"Ini alamat tempat kerja mantan suami Almh


Bu Rossa yang dulu mungkin kita bisa cari tau keberadaan mereka lewat alamat ini,"sahut Aline dengan nada tegas.


"Wah!Bagus nih,kita dapat alamatnya kamu dapat alamat ini dari mana,lin?"tanya Fauzan sambil memahami isi kertas tersebut.


Mereka pun ke alamat tersebut sambil berharap mendapatkan petunjuk dari alamat tersebut.Sementara itu Arine masih tidak percaya bahwa Kak Justin adalah otak dibalik penculikannya serta seorang pembunuh.Hatinya benar-benar teriris melihat kenyataan bahwa orang yang ia cintai ternyata bukan seseorang yang baik


"Aku benar-benar enggak nyangka kalau Kak Justin bakal sekeji ini emang pantes Kak Aline enggak suka sama kakak karena perilaku kakak kayak iblis," ucap Arine dengan nada cukup tinggi.


Apa mereka akan mendapat petunjuk lewat alamat tersebut?Lantas,apa yang akan di lakukan Justin pada Arine?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏.


Thank you.


__ADS_2