
Happy Reading semuaa🤗
"Lin, gimana kalau kita ngelibatin Aline?" tanya Raisa pada Aline yang nampak termenung.
"Menurut gue mending kita enggak usah ngelibatin siapa-siapa apalagi Arine," sahut Fauzan sambil memainkan kedu tangannya.
Aline nampak berpikir keras agar rencananya untuk menjebak Kak Justin tidak berjalan sia-sia bahkan sampai gagal.
"Setelah gue pikir-pikir kita enggak usah ngelibatin siapa-siapa apalagi Arine dia itu bucin banget sama Kak Justin dan gue sebagai kakak kandungnya enggak mau dia terlibat dalam masalah ini," ujar Aline dengan nada tegas.
"Ya udah terserah loe aja ini kan opini gue diterima enggak papa enggak diterima juga enggak papa,"ucap Raisa.
"Terus rencananya kita mau ngejebak Kak Justin kayak gimana?" tanya Fauzan.
Sosok tak kasat mata nampak memperhatikan dan menyimak pembicaraan Aline dan kedua rekannya.Posisi dia persis disamping Fauzan.Ternyata sosok itu adalah Almh.Bu Rossa si Dosen gaib itu.Almh.Bu Rossa membisikkan sesuatu ke telinga Fauzan dengan suara halusnya.Fauzan merasa ada yang tidak beres dengan telinga sebelah kir nya.
"Saya punya ide," bisik Almh.Bu Rossa.
"Ini telinga gue kenapa ya?Kok kayak ada yang ngebisikin,"ucap Fauzan sembari memegang tangannya yang sebelah kiri.
"Loe kenapa,zan?" tanya Raisa.
"Kayaknya ada yang megang sama ngebisikin gue," ucap Fauzan.
"Perasaan loe aja disini kan cuma ada kita bertiga sama orang-orang yang lewat,"ucap Raisa.
Aline melirik sosok yang ada disebelah Fauzan.Aline nampak tersenyum dengan sosok yang diketahui Almh.Bu Rossa si Dosen Gaib itu.Sosoknya tidak menyeramkan seperti tadi saat berada didekat Kak Jennie.Dia nampak tersenyum ke arah Aline.Aline merasa senang melihat Almh.Bu Rossa yang tersenyum.
"Loe senyum-senyum sama siapa,lin?Sama gue ya?" tanya Fauzan yang aura kepedeaannya meronta-ronta.
" Enggak ya tuh,sama yang ada disebelah loe kayaknya dia juga yang ngebisin loe," sahut Aline sambil menunjuk kearah samping Fauzan,
Fauzan nampak ketakutan mendengar perkataan Aline dan melihat ke arah samping.Mata Fauzan terbelalak melihat sosok yang ada disebelahnya.Walaupun wajahnya tidak menyeramkan.Fauzan masih saja ketakutan.
"AAAAAAA!" teriak Fauzan yang langsung kabur meninggalkan dua rekannya.
"Zan,kok kabur?Katanya mau berunding?" tanya Aline.
Raisa kaget melihat sosok yang ada disamping Fauzan.Namun Raisa merasa aneh melihat Almh.Bu Rossa yang tersenyum.
"Tumben bu senyum,tapi tetep aja nyeremin AAAAA!" teriak Raisa yang langsung kabur mengikuti jejak Fauzan.
"Ya ampun kok gue ditinggalin ada-ada aja mereka,"ucap Aline sambil geleng-geleng kepala.
__ADS_1
Sepeninggal Fauzan dan Raisa yang ketakutan.Lili anak Almh.Bu Rossa tiba-tiba muncul.Aline sanga senang melihat Almh.Bu Rossa yang tidak seperti biasanya,namun dia juga terheran-heran dengan kemunculan mereka secara tiba-tiba.Saat ingin memulai komunikasi Almh.Bu Rossa malah tiba-tiba menghilang dan meninggalka selembar kertas misterius.
"Ini kertas apa,kak?" tanya Lili.
"Ini mau buka li," sahut Aline.
Sementara itu Jennie akhirnya bisa menggerakkan tangannya yang sebelumnya tidak bisa bergerak.Dia langsung menghampiri Justin yang duduk sendirian di kantin..
"Hai jus,kamu lagi sibuk ya?" tanya Jennie sembari tersenyum.
Tidak ada jawaban yang dilontarkan dari mulut kak Justin.Matanya fokus melihat layar ponsel membuat Jennie kesal.Namun Jennie berusaha tersenyum dan bertanya lagi pada Justin.
"Jus,aku mau tanya tadi cewe aneh maksud aku Aline ada urusan apa ya?" tanya Jennie dengan nada halus.
Justin kembali tidak menanggapi pertanyaan Jennie dan memutuskan untuk meninggalkan kantin.Jennie tetap berusaha bertanya pada Justin dengan mengikuti Justin.
"Jus kok kamu diem aja?Emang salah ya aku nanya?" tanya Jennie dengan nada tinggi.
"Harus berapa kali gue ngomong semua itu bukan urusan loe jadi mending loe jangan gue lagi," ucap Justin dengan nada kasar dan langsung pergi meninggalkan Jennie.
Jennie nampak tidak terima dengan perkataan Justin barusan.Dalam lubuk hatinya paling dalam dia sangat sedih melihat perilaku Justin saat ini.Matanya berkaca-kaca menahan air mata yang akan keluar,
"Oke jus,kalau itu mau kamu tapi jangan salahin aku kalau aku akan ngelakuin sesuatu." ucap Jennie anoto tersenyum ketus.
"Jebaklah dia tepat pukul 00.00 WIB diruangan itu," ucap Almh.Bu Rossa dalam selembar kertas itu.
"Ibu aku kayaknya tau kalau kakak bakal njebak Kak ganteng itu," ucap Lili.
" Ternyata setan bisa genit juga ya,tapi iya sepertinya ibu kamu tau kalau aku bakal ngejebak Kak Justin.Ruangan itu berarti ruangan dilantai 3 itu gue harus rundingin lagi sama Raisa dan Fauzan," ucap Aline sambil bergegas mencari kedua rekannya itu,
Sementara itu Raisa dan Fauzan masih berlari-lari karena ketakutan.Tiba-tiba ditengah jalan mereka menabrak seorang Dosen.
Brukk...
Mereka pun bertabrakan.Buku-buku yang dibawa Dosen yang diketahui Dosen falkutas kedokteran itu pun berserakan ditengah jalan.
"Astaga,kalian ini lari-lari kayak maling dikejar polisi untung tidak terjadin apa-apa," ucap Dosen itu dengan nada tinggi sambil membereskan buku-buku yang berserakan sembari menggelengkan kepalanya.
"Sa,ini Dosen beneran apa Dosen gaib ya?" tanya Fauzan sambil berbisik-bisik.
"Malah nuduh-nuduh saya hantu kalian ini kalau mau ngelawak jangan disini dipanggung sana,"ucap Dosen itu dengan nada tinggi.
"Aduh zan,jaga dong omongan loe ini manusia bukan makhluk halus," bisik Raisa.
__ADS_1
"Ya gue curiga kalau yang ada dihadapan kita itu Bu Rossa secara hantu kan bisa masuk tubuh orang," bisik Fauzan.
Raisa nampak tidak memperhatikan perkataan Fauzan dan membantu Dosen itu memberesan buku-buku yang berserakan.
"Saya dan temen saya bener-bener minta maaf pak,kita bener-bener enggak sengaja," ucap Raisa gugup.
"Saya minta maaf pak,udah nuduh bapak hantu tadi saya cuma bercanda," ucap Fauzan sambil cengengesan sembari membantu membereskan buku-buku yang berserakan,
Aline melihat kedua rekannya sedang membereskan buku-buku yang berserakan dilantai bersama dengan seorang Dosen.Aline pun menghampiri mereka.
"Permisi pak,ini ada apa ya?" tanya Aline.
"Ini dua anak ini nabrak saya secara tiba-tiba alhasil buku-buku yang saya bawa berserakan di lantai dan tadi anak ini juga nuduh-nuduh saya hantu,"ujar Dosen itu pada Aline.
"Ya ampun sa zan,masih aja ketakutan sampai nuduh-nuduh orang hantu segala," batin Aline sambil melirik kedua rekannya.
"Kita udah minta maaf kok lin,kalau kita itu enggak sengaja," ujar Raisa.
"Saya mohon maaf sebesar-besarnya atas kecerobohan kedua teman saya ini mereka bener-bener enggak sengaja," ujar Aline membela kedua temannya.
"Iya saya maafkan,tapi lain kali jangan seperti ini lagi apalagi kalian ini mahasiswa dan mahasiswi baru,"ucap Dosen itu.
"Siap,pak," ucap Raisa dan Fauzan secara bersamaan.
Sepertinya Aline ingin bertanya sesuatu pada dosen itu.Raisa dan Fauzan nampak bingung apa yang ingin dia tanyakan pada Dosen itu.
"Eh,pak saya mau tanya sesuatu," ucap Aline.
"Kamu mau tanya apa?" tanya Dosen itu.
Aline pun mengajak Dosen itu duduk di kursi depan ruang Dosen.Raisa dan Fauzan pun mengikuti Aline dan Dosen itu.
" Si Aline mau nanya apa,sih?" tanya Raisa penasaran.
"Mana gue tau zan,mending kita ikut aja," ucap Fauzan sambil menggeret Raisa.
" Bapak kenal sama Almh.Bu Rossa Dosen falkutas ekonomi?" tanya Aline.
Wah,Dosen ini kenal enggak ya sama Alm.Bu Rossa? Terus gimana nih,kelajutan rencana Aline dan teman-temannya dalam menjebak Kak Justin?
Tunggu terus kelanjutannya❤️
Jangan lupa like dan vote🙏
__ADS_1
Mohon maaf belum bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan🙏