Dosen Gaib

Dosen Gaib
37.Kegiatan di siang hari


__ADS_3

"Ih kok malah lari Fauzan," ucap Raisa.


"Setan? mana setannya,sa?" tanya Tania yang langsung keluar dari tenda.


Saat Fauzan berlari dan Tania keluar dari Tenda Dosen Bu Rossa menghilang.Tania pun melihat ke arah belakang tenda.


"Alhamdulillah sudah enggak ada," ucap Raisa sambil menghela nafas panjang.


"Woyy sa,dari tadi gue ngomong malah dicuekin," ucap Tania sambil menyenggol pundak Raisa.


"Eh tan,disini enggak ada apa-apa kok tadi gue cuma bercanda," ucap Raisa sambil cengengesan.


"Oh bercanda doang," ucap Tania dengan ekspresi sedikit curiga.


Raisa menatap Tania dengan tatapan salah tingkah,namun dia tetap berusaha biasa saja agar Tania dan lainnya tidak curiga.Tania pun masuk ke tenda tanpa mengeluarkan sepatah katamu pun kepada Raisa dan masih dengan tatapan curiga.


"Untung dia percaya coba kalau enggak mungkin ini bakal jadi berita heboh," ucap Raisa sambil masuk ke tenda.


Kak Justin mengajak Aline berbicara di taman dekat kampus.Rupanya mereka sedang membicarakan sesuatu.


"Emmm kak,ada apa kok ngajak ngobrol empat mata kayak gini?" tanya Aline.


"Aku cuma mau bilang tolong kamu jangan dekati lagi ya daerah belakang kampus dan juga lantai 3 kampus," ucap Kak Justin.


"lho,Emangnya ada apa,kak?" tanya Aline.


"Ya pokoknya kamu jauhin aja aww,"ucap Kak Justin sambil memegang pergelangan tangan kanannya yang masih terasa sakit.


"Tangan kakak masih sakit ya ampun aku obati ya kak?" tanya Aline khawatir.


"Enggak usah lin,ini enggak papa kok aww," ucap Kak Justin kesakitan.


"Enggak papa gimana orang dari tadi Kak Justin kesakitan gitu," ucap Aline sambil mencoba memegang tangan Kak Justin.


Entah apa yang merasuki pikiran dan perasaan Kak Justin,dia sama sekali tidak menghelai tangan mungil Aline.Dia malah menatap Aline dengan tatapan penuh arti.


"Kenapa gue deg-degan gini ya bisa sedekat ini sama Aline?" tanya Kak Justin dalam hati.


"Kok tangan kakak bisa kayak gini sampai merah gini?" tanya Aline sambil melihat kondisi tangan Kak Justin yang memerah.

__ADS_1


"Aduh gue harus jelasin apa ya?" tanya Kak Justin dalam hati.


Ditenda senior Kak Jennie nampak mencari seseorang dan seseorang itu adalah Justin. Rekan-rekan sesama senior sudah ia tanyai namun mereka tidak tau,namun dia belum bertanya dengan Petter.Pucuk dicinta ulan pun tiba ia melihat Petter sedang mempersiapkan segala sesuatu untuk kegiatan selanjutnya.


"Petter!" teriak Jennie sambil melangkah dan menghampiri Petter.


"Wah,kebetulan ketemu loe ada yang mau gue omongin," ucap Petter.


"Ngomong nya nanti aja ya,gue mau tanya loe tau Justin enggak?" tanya Jennie.


Petter nampak memperhatikan gerak-gerik Jennie.Matanya terfokus pada pergelangan tangan Jennie yang memerah sama persis seperti tangan Justin


"Tadi gue sempet ngobrol sebentar sama dia habis itu gue enggak tau dia kemana," ucap Petter.


"Ya udah makasih," ucap Jennie sambil bergegas pergi.


"Eh,Jen..Jen!kok malah langsung pergi," ucap Petter dari kejauhan.


Jennie pun melangkahkan kakinya ke arah tenda peserta.Disana banyak peserta yang sedang beristirahat ada yang ngobrol,ada yang ditenda,ada yang mempersiakan diri dan alat-alat untuk kegiatan selanjutnya.Mata Jennie nampak teliti melihat gerak-gerik setiap peserta hingga peserta kemah merasa canggung dan gugup.


"Gue yakin pasti Justin lagi sama Aline," ucap Jennie sedikit sinis.


Dia pun melangkah menuju tenda Aline.Aline masih penasaran dengan jawaban Kak Justin perihal tangannya yang bisa memerah.


"Emm,kemarin itu ada kesalahan teknis terus jadi kayak gini," ucap Kak Justin gugup.


"Oh gitu ya kak,ya udah aku balik ke tenda dulu ya ambil minyak siapa tau bisa agak membaik," ucap Aline sedikit curiga dengan. pernyataan Kak Justin.


"Enggak usah lin,aku baik-baik aja kok," ucap Kak Justin sambil memegang tangan Aline.


Mereka pun beradu pandang cukup lama.Dalam hati Aline ia sangat deg-degan dan gugup bisa beradu pandang dengan Kak Justin.Sementara Kak Justin pun sama ia juga merasa 2x lipat deg-degan dari pada yang tadi.Rupannya Jennie melihat hatinya tercabik-cabik dan terbakar api cemburu melihat kebersamaan Aline dan Justin yang langsung ia liat didepan matanya sendiri.


"Gue enggak boleh suka sama Kak Justin,inget tujuan awal mu untuk ungkap misteri ini," batin Aline.


Jennie pun melabrak mereka berdua dengan ekspresi marah dan kesal.


"Apa-apaan ini!" ucap Jennie sambil melepas genggaman tangan Justin dari tanah mungil Aline.


"Loe ngapapain ada disini?" tanya Justin.

__ADS_1


"Aku dari tadi nyariin kamu ternyata kamu lagi sama cewek aneh ini," ucap Kak Jennie.


"Gue ada urusan sama dia," ucap Kak Justin.


"Udah selesai kan urusan nya? Jadi cewek aneh mending sekarang loe balik ke tenda siap-siap buat kegiatan selanjutnya karena gue juga ada urusan sama Justin," ucap Jennie sambil menatap Aline dengan tatapan sinis.


"Iya,kak aku duluan ya," ucap Aline sambil bergegas pergi.


"Eh lin,jangan pergi dulu!" teriak Justin.


"Kamu sini aja,Jus ada yang mau aku omongin,ucap Jennie sambil mencegah Justin untuk pergi.


"Tangannya Kak Jennie kok sama kayak tangannya Kak Justin sama-sama memerah sebenarnya ada apa ya?" tanya Aline dalam hati.


"Jus,kamu ngapain sih,tadi tatap-tatapan sama Aline?" tanya Jennie.


"Bukan urusan loe gue mau tatap-tatapan sama siapa udah lah gue mau balik ke tenda," ucap Jusin berlalu dan meninggalkan Jennie.


"Ih,kok aku ditinggallin Jus,kok tiba-tiba gue merinding ya jus,tunggu!" teriak Jennie.


Sesosok bayangan mistis muncul setelah Jennie pergi,rupanya itu adalah Bu Rossa.Dia menatap kepergian Justin dan Jennie penuh kebencian.


"Kalian berdua harus matiiiii," ucap Bu Rossa yang langsung menghilang.


Kegiatan yang ditunggu-tunggu pun dimulai.Setiap regu akan berkeliling dipos-pos yang sudah ditentukan oleh kakak senior dan mereka diminta untuk melewati rute yang telah ditentukan serta menjawab tantangan disetiap pos.


"Moga-moga aja dikegiatan ini kita diberikan kelancaran dan juga kesuksesan,aamiin," ucap Kak Justin kepada peserta.


"Aamiin kak," ucap peserta secara serentak


"Eh,sa tadi waktu gue ketemu sama Kak Justin Kak Jennie tiba-tiba menghampiri gue sama Kak Justin terus pas gue liat pergelangan tangannya memerah sama kayak Kak Justin kira-kita mereka kenapa ya?" tanya Aline secara bisik-bisik.


Sambil memfokuskan matanya ke pergelangan tangan Jennie walaupun tidak terlalu jelas.Raisa pun berkata" Eh iya lin,kok bisa sama gitu ya?" tanya Raisa secara bisik.


"Kayaknya ada sesuatu yang menimpa mereka sampai mereka kayak gitu," bisik Aline.


Happy Reading semuaaa ๐Ÿค—.


Jangan lupa Vote dan like๐Ÿ™.

__ADS_1


Mohon maaf belum bisa update setiap hari.


Tunggu terus ya kelanjutannya ๐Ÿ™.


__ADS_2