Dosen Gaib

Dosen Gaib
98.Kekhawatiran Aline


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih ada kekurangan 🙏.


“Saya mau tanya bu,mantan suami ibu sekarang tinggal di mana?”tanya Aline dengan nada pelan.


“Semenjak Ibu bercerai dengan suami ibu jujur ibu enggak tau sekarang keberadaan dia dimana,”sahut Almh.Bu Rossa dengan nada yang pelan juga.


“Gitu ya bu,bakal sulit sih,ini apa lagi ibu udah pisah lama,”ucap Aline menopang dagu dengan tangannya.


“Iya kak,tapi ada foto ayah sama kakak kemungkinan bisa kak,”ucap Lili dengan nada pelan.


Aline pun menghampiri foto besar yang terletak tak jauh dari ruang tamu.Foto itu terdiri dari sepasang suami istri dan dua anak


perempuan.Sepasang suami istri itu adalah Almh.Bu Rossa dan mantan suaminya


serta kakak Lili dan Lili mereka nampak tersenyum bahagia saat itu sebelum


badai perpisahan menghampiri Almh.Bu Rossa dan mantan suaminya.


“Kalau boleh tau alasan ibu pisah sama mantan suami ibu apa ya?”tanya Aline dengan nada pelan.


“Kalau di ceritakan panjang intinya waktu itu saya merasa udah beda prinsip saja sama dia dan sering ribut akhirnya saya yang menceraikan dan dia minggat dari rumah ini dengan putri sulung saya sekarang dia mungkin seumuran kamu,”ucap Almh.Bu Rossa sambil menatap datar ke arah foto.


“Oh jadi,gitu ya kira-kira ibu tau enggak beliau kerja apa sebelum ibu meninggal?”tanya Aline yang nada suara berubah.


“Sebelum saya di bunuh sama dua orang itu setahu saya dia masih kerja di perusahaan swasta di jalan.Ahmad Yani  No.02 Jakarta selebihnya saya enggak tau karena semenjak bercerai saya sudah lostkontak dengan dia,”ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.


“Bisa jadi,sekarang mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa tinggal di sekitar tempat kerjanya,”batin Aline sambil berpikir.


“Aku kangen banget sama ayah sampai saat ini ayah enggak tau kalau kita udah enggak ada,”ucap Lili sambil menangis dan memeluk ibunya.


“Astaga,kok bisa enggak tau?”tanya Aline dengan ekspresi sedih.


“Semenjak kita bercerai benar-benar sudah tidak ada komunikasi apalagi sempet ada konflik antar keluarga,”ucap Almh.Bu Rossa dengan wajah berkaca-kaca.

__ADS_1


“Ya ampun ternyata masalah Almh.Bu Rossa bisa di bilang rumit pantas saja arwah Almh.Bu Rossa dan Almh.Lili,”batin Aline sambil menunduk.


Tak terasa waktu sudah semakin larut.Aline sudah memikirkanvrencana untuk mencari keberadaan Arine dan mantan suSEami serta anak sulung Almh.Bu Rossa.Aline pun masuk ke kamar untuk beristirahat.Di tempat berbeda Arine nampak merasakan rasa lapar yang luar biasa karena dari tadi ia hanya


sarapan di rumah.Arine berusaha menahan rasa laparnya dan terus berusaha melepaskan tali yang terikat di kaki dan tangannya.


“Duh!Gue laper banget  mereka bener-bener jahat ngebiarin gue kelaparan kayak gini,”ucap Arine dengan nada kesal.


Bujuk di cinta ulan pun tiba orang yang baru saja dia bicarakan muncul di hadapannya menatap Arine dengan tatapan tajam.Arine pun merengek pada kedua orang itu karena merasa sangat kelaparan.


“Eh,kalian beliin gue makanan dong gue laper,”rengek Arine dengan gaya yang manja.


“Oh loe laper nih,makanan dong  gue laper,”ucap laki-laki bertubuh besar


sambil melempar nasi bungkus.


“Kok nasi bungkus enggak nafsu gue beliin ayam goreng,burger,apa pizza gitu,”ucap Arine dengan suara cempreng.


“Banyak maunya masih untung gue kasih makan loe pikir loe siapa berani ngatu-ngatur kita,”bentak laki-laki bertubuh kurus.


“Iya ,dasar enggak tau diri kalau loe emang enggak mau makan sini buat kita aja,”ucap laki-laki bertubuh besar dengan nada tinggi.


Dengan terpaksa Arine pun memakan nasi bungkus tersebut karena rasa lapar yang sudah tidak tertahan  di awasi kedua laki-laki yang membawanya.Dalam pikirannya terlintas


keinginnan untuk kabur,namun hanya tangan yang di lepas sementara kakinya masih


teringat.Terdengar bunyi ponsel dari saku laki-laki bertubuh besar.Laki-laki


itu pun mengangkat telefon tersebut di hadapan Arine dan rekannya.


“Hallo bos,ada apa?”tanya laki-laki bertubuh kurus sambil memegang ponsel yang di lost speaker.


“Boss?Jangan-jangan orang ini yang nyuruh dua orang ini buat nyulik aku,”batin Arine sambil mengunyah makanan.


“Gimana kondisi dia?”tanya laki-laki yang menelefon laki-laki bertubuh kurus.

__ADS_1


“Aman boss ni dia lagi makan saya jamin dia enggak akan kabur,”ucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada santai.


“Eh,loe lepasin gue sebenarnya loe siapa?Apa motif loe nyulik gue kayak gini,”ucap Arine dengan suara  sangat keras.


“Hahahahaa loe enggak perlu tau siapa gue intinya nikmatin aja keadaan loe sekarang,”ucap laki-laki tersebut sambil tertawa.


Arine pun merebut ponsel itu dan terus berkata hal yang sama.Dua orang yang menculik Arine tidak tinggal diam mereka merebut kembali ponsel itu dari tangan Arine dan menutup telefon tersebut.Mereka pun mengikat kembali tangan Arine dengan ikatan yang lebih kuat dan  membekap mulut Arine dengan sapu tangan agar ia tidak berisik.Arine nampak berontak dan tidak mau untuk di bekap,namun mau tidak mau ia tetap dibekap.


“Diem loe ya jangan berisik,”ucap laki-laki bertubuh besar sambil memegang kepala Arine dengan jarak yang cukup dekat.


Arine nampak sangat ketakutan dan hanya mengangguk.Kedua orang itu pun kelur dari ruangan meninggalkan Arine seorang diri.Arine pun menangis sejadi-jadinya berharap ada orang yang mau menolongnya  entah siapa pun itu.Tak terasa hari pun sudah


pagi menunjukkan pukul  06.30 WIB Aline


sudah menyiapkan sarapan untuk mamanya yang masih khawatir dengan kondisi Arine


yang sampai saat ini tak kunjung pulang.Mama Lia nampak tidak nafsu makan dan hanya minum air saja.


“Ma,ayo di makan nanti mama sakit lho,”ucap Aline dengan nada lembut.


“Mama enggak nafsu makan lin,mama khawatir banget sama Arine,”ucap Mama Lia sambil berkaca-kaca.


“Ma,aku tau mama khawatir nanti aku sama temen-temen pasti cari Arine sekarang mama makan ya  mau aku suapin,”ucap Aline sambil menyuapi mamanya.


Mama Lia pun mau makan.Setelah selesai sarapan.Aline pun berpamitan dengan mamanya untuk mencari keberadaan adiknya dan mantan suami serta anak sulung Almh.Bu Rossa karena hari ini ia tidak ada kelas.Di depan rumah sudah ada kedua temennya yaitu Fauzan dan Raisa yang hari ini juga tidak ada kelas.Fauzan nampak tersenyum ke arah Aline.


"Ini kenapa pada senyum-senyum?"tanya Raisa keheranan.


Apakah misi Aline akan berhasil?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa mampir di novel terbaru ku "Dear Jaka.Terima kasih🙏.


Jangan lupa like dan vote.

__ADS_1


__ADS_2