Dosen Gaib

Dosen Gaib
117.Justin berhasil menemukan keberadaan Arine


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Yuk mampir ke novel sebelah 😊.


Saat mereka masih di perjalanan tiba-tiba mobil mereka berhenti secara mendadak di pinggir jalan depan mini market.Suasana di


jalanan cukup ramai dan banyak orang berlalu lalang mereka pun turun untuk


mengecek apa yang menyebabkan mobil tiba-tiba berhenti.


“Aduh!Lagi enak-enaknya ngeliat pemandangan di kota Bogor


eh,malah tiba-tiba berhenti,” gumam Raisa dengan ekspresi muka kesal.


“Zan,coba kamu cek apa yang rusak soalnya aku kalau enggak begitu paham soal mesin mobil,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Iya lin,ini aku mau cek,” ucap Fauzan sambil melangkah ke bagian depan mobil.


“Bu,kira-kira mobil ini kenapa ya?” tanya Lili dengan nada pelan.


“Ibu juga enggak tau kamu jangan iseng lho ya disaat-saat seperti ini,” ucap Almh.Bu Rossa sambil mencubit hidung mungil Lili.


Fauzan pun mengecek apa yang menyebabkan mobil tiba-tiba terhenti.Setelah mengecek dengan sangat teliti semua mesin terlihat normal.Fauzan pun menutup kembali bagian depan mobil ia berniat memberitahu


Aline,namun saat ia melihat ke arah bawah ternyata yang membuat mobil tiba-tiba


terhenti adalah ban depan sebelah kanan kempes.Fauzan pun segera memberitahu


Aline yang sedang berdiri di belakang mobil menemani Raisa yang terlihat kesal.


“Lin,setelah semua aku cek semua mesinnya normal dan ternyata penyebab mobil ini tiba-tiba terhenti berhenti adalah ban depan sebelah kanan kempes,” ucap Fauzan dengan nada pelan.


“Ya ampun bannya kempes di bagasi ada ban serep cuma tadi enggak kepikiran bawa dongkrak cari dongkrak di mana ya?” tanya Aline dengan nada pelan.


"Astaga,setiap kita mau menjalankan misi selalu ada halangan kemarin ini sekarang ini bikin males aja,” gerutu Raisa dengan


ekspresi kesal.

__ADS_1


“Dari pada loe ngedumel enggak mending loe ikut mikir,” ucap Fauzan dengan nada agak emosi.


“Iya-iya ini gue juga ikut mikir,” ucap Raisa dengan nada masih kesal,


“Ini gue mau cari bengkel kalian tunggu sini ya,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Enggak lin,kamu di sini aja biar aku aja yang cari bengkel atau mau aku temenin aku khawatir kalau kamu kenapa-napa,” ucap Fauzan dengan nada pelan dan sedikit malu-malu.


“Kayaknya ada yang tambah bucin nih,btw gue enggak mau di tinggal sendirian,” ucap Raisa dengan nada cukup nyaring.


“Boleh zan,kalau kamu mau menemin aku oh ya sa loe enggak sendiri kok ada Lili sama Almh.Bu Rossa walaupun mereka enggak terlihat,tapi mereka ada disini kok,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Ih!Kok gitu lin,jangan tinggalin gue dong,”rengek Raisa agar tidak di tinggal.


“Yess,Aline mau jarang-jarang nih,gue berduaan sama Aline,” batin Fauzan sambil tersenyum.


Aline dan Fauzan pun mencari bengkel terdekat untuk mengganti ban yang kempes.Sementara Raisa nampak kesal karena harus di tinggal sendirian.Suasana semakin siang dan sudah banyak warga yang beraktivitas di luar rumah Justin dan dua anak buahnya terlihat mencari keberadaan Arine dan gadis itu.Mereka sangat hati-hati dan waspada apalagi berita Justin seorang


buronan sudah tersebar di mana-mana.Justin mengenakan topi,kacamata,dan masker


dia pun berpura-pura menyapa para warga yang melintas,namun ada beberapa warga


yang menatap Justin dan dua anak buahnya dengan tatapan aneh dan curiga.


Justin dan dua anak buahnya masuk ke lompetan sempit yang ada kampung itu.Sementara itu Arine mondar-mandir di dalam rumah dengan mukakhawatir sambil sesekali mengecek keadaan di luar karena merasa cukup aman Arine pun keluar dari rumah untuk mencari angin segar.


“Alhamdullilah,aman semoga aja Kak Justin enggak nyari aku sampai sini jujur sumpek banget di rumah Luna mungkin karena rumahnya dia beda sama rumah gue,” ucap Arine sambil menikmati suasana di teras rumah.


Saat sedang menikmati suasana mata Arine melihat sosok yang tidak di inginkan sosok itu adalah Kak Justin dan dua anak buahnya orang yang baru saja ia bicarakansedang berjalan ke arah rumah Luna saking kagetnya Arine pun menyenggol vas bunga yang ada di meja depan hingga menimbulkan suara yang


cukup kencang Arine pun buru-buru masuk ke rumah sebelum Kak Justin melihat


dirinya.Justin dan melihat Arine masuk ke dalam rumah tersebut sambil tersenyum.


“Ayo kita ke sana orang yang kita cari ada di sana,” ucap Justin sambil tersenyum.


“Siapa boss?” tanya anak buah bertubuh gemuk dengan nada pelan.


“Ya ampun loe lupa apa gimana ya dua bocah abg ingusan itu,”sahut anak buah berbadan kurus dengan nada tinggi.

__ADS_1


Justin pun melangkah ke depan dan tidak memperdulikan dua anak buahnya dengan langkah sangat pelan.Arine pun mengunci pintu rumah Luna dengan ekspresi ketakutan ia takut Kak Justin melihat dia di sini apalagi tadi ia sempat memecahkan vas bunga secara tidak sengaja.


“Semoga aja tadi Kak Justin enggak liat aku, tapi kalau dia sempat ngeliat aku gimana ya?" tanya Arine dengan ekspresi khawatir sambil berdiri di depan pintu.


Justin semakin dekat dengan rumah Luna dan Pak Ali.Beberapa saat kemudian ia mengetuk pintu rumah Luna dan Pak Ali dengan sangat pelan.


"Rin,aku tau kamu ada di dalam percuma kamu mau lari ke ujung dunia sekali pun sekarang kamu keluar dari pada aku dobrak pintu ini," ucap Justin dengan nada pelan.


"Ya ampun ini gimana dong? Ternyata Kak Justin tau kalau gue ada di sini seharusnya tadi gue enggak keluar Lunaa tolong akuuu," batin Arine dengan air mata yang mulai membasahi pipi nya.


Aline dan Fauzan sudah menemukan sebuah bengkel kecil tak jauh dari lokasi mereka.Fauzan terlihat ingin mengutarakan sesuatu,namun ia enggan mengatakannya karena kondisinya sedang seperti ini.Aline dan Fauzan pun menyuruh montir yang ada di bengkel tersebut untuk memasang ban yang kempes.


"Berdua sama kamu kayak gini aja aku udah seneng lin," batin Fauzan sambil terus memandang wajah Aline sembari tersenyum saat mereka jalan.


Setelah sampai montir tersebut pun memasang ban mobil Pak Lukman yang kempes.Di sela-sela pemasangan ban Aline bertanya sesuatu pada montir tersebut mengenai alamat yang di beri oleh ibu korban kecelakaan kemarin dan menanyakan perihal pernah atau tidak pernah melihat Justin di sekitar sini.


"Permisi mas,apa mas tau alamat ini dan foto orang ini?" tanya Aline sambil menyodorkan selembar kertas dan sebuah foto.


"Orang itu buronan mas," ucap Raisa secara spontan.


"Ya enggak usah ngomong juga sa," ucap Fauzan dengan nada pelan.


"Biar jelas zan, siapa tau masnya enggak tau," ucap Raisa nada cukup tinggi.


"Udah jangan ribut," ucap Aline dengan nada pelan.


Montir itu pun berhenti sebentar dan melihat selembar kertas itu dan sebuah foto dengan sangat teliti.


"Kalau alamat ini saya tau soalnya dulu saya pernah tinggal di sini,tapi kalau orang ini saya belum pernah liat saya juga tau kalau dia buronan soalnya beritanya udah di mana-mana," sahut montir tersebut.


"Tadi mas bilang tau alamat ini bisa enggak jelasin rute-rute nya nanti saya tambahin deh," ucap Aline sambil tersenyum.


"Boleh neng," ucap montir tersebut sambil tersenyum ke arah Aline.


Aline, Raisa,Fauzan,Lili dan Almh.Bu Rossa memperhatikan penjelasan montir tersebut mengenai alamat yang mereka cari rupanya rutenya cukup jauh.


Justin menemukan Arine?!Apakah Arine bisa lolos?Lalu berhasilkah Aline dkk sampai ke tujuan melalui rute yang di berikan montir tersebut?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏 thank you 🙏.


Beberapa kesalahan akan saya revisi besok.


__ADS_2