Dosen Gaib

Dosen Gaib
28.Rasa penasaran Aline dan Fauzan


__ADS_3

"Iya zan,gue ikut," ucap Aline.


"Ya udah yuk," ajak Fauzan.


Teman seregu Aline kaget karena Aline dan Fauzan tiba-tiba menghilang.


Sambil menunjuk mereka melihat Aline Karina berkata,"Tan,tadi kan Aline disitu sekarang kok enggak ada ya?"


"Eh iya kok tiba-tiba ngilang ya," ucap Tania.


"Mungkin Aline lagi ke toilet atau lagi ada urusan gitu," ucap Sovia.


"Urusan apa? lagian si Fauzan juga enggak ada gue jadi curiga kalau ada yang disembunyiin," ucap Tania curiga.


"Bener juga omongan loe tan,tapi kita enggak boleh curiga dulu," ucap Karina


"Sa,loe kan kenal Aline dan Fauzan dari awal loe pasti tau kan apa yang mereka sembunyiin?" tanya Tania.


Saat Tania menanyakan soal Aline dan Fauzan,Raisa hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Aduh gue harus jawab apa enggak mungkin kalau gue jujur, Kalau pun gue jujur mereka pasti heboh," ucap Raisa dalam hati dengan eskpresi khawatir.


"Ayo jawab sa,loe pasti tau kan,"ucap Tania.


Raisa belum mau menjawab dalam hatinya dia sangat bingung,tapi jika dia diam saja mungkin Sovia, Karina apalagi Tania makin curiga.


"Tan,tadi gue udah bilang jangan terlalu curiga sama Aline," ucap Karina.


"Iya tan,bener kata Karina kita enggak boleh berasumsi dulu sebelum ada bukti," ucap Sovia.


Kak Justin terlihat memperhatikan regunya Aline.Dia menyadari bahwa gadis itu tidak ada diregunya.Dia pun menghampiri regu Aline.


"Ada apa ini kok ribut-ribut?" tanya Kak Justin.


Tania, Sovia,Karina,dan Raisa bingung menjawab apa.Mereka hanya terdiam sambil menatap wajah tampan Kak Justin.


"Kok pada diem ini sebenarnya ada apa?" tanya lagi Kak Justin.


Dengan suara terbata-bata Karina pun menjawab," enggak ada apa-apa kok kak."


Sovia,Tania,dan Raisa hanya mengangguk tanda mereka setuju dengan omongan Karina.


"Tapi tadi saya liat kalian kayak ribut-ribut," ucap Kak Justin.


"Oh tadi kita cuma bercanda aja kak," ucap Sovia.


"Semoga Kak Justin enggak sadar kalau Aline enggak ada disini," ucap Raisa.


"Beneran ya kalian tadi cuma bercanda awas kalau ketahuan ribut-ribut,kalian semua saya hukum," ucap Kak Justin.


"Iya kak,beneran kita enggak bohong," ucap Tania.


"Ya udah kalau gitu persiapkan diri kalian untuk kegiatan selanjutnya," ucap Kak Justin.


Kak Justin pun kembali ke depan untuk memberikan pengarahan kegiatan selanjutnya.


"Alhamdulillah Kak Justin enggak sadar kalau Aline enggak ada disini," ucap Karina.


Namun Kak Justin tiba-tiba memberhentikan langkah nya dan membuat teman seregu Aline kaget dan khawatir,Kak Justin pun berbalik badan dan menghampiri Tania, Sovia,Karina,dan Raisa.


"Itu Kak Justin kok balik lagi," ucap Sovia.


"Eh iya ada apa ya?" tanya Karina.

__ADS_1


"Kayaknya dia sadar kalau Aline enggak ada disini," ucap Tania khawatir.


"Aduh kita harus apa?" tanya Raisa.


"Tadi saya liat kalau kok cuma berempat Aline mana?" tanya Kak Justin.


"Jawab apa ya,soalnya gue aja enggak tau Aline ada dimana," ucap Raisa dalam hati


"Kok kalian diam?" tanya Kak Justin.


Mereka nampak bingung harus menjelaskan apa.Sementara itu Aline dan Fauzan terus mengikuti Dosen itu.


"Zan,Dosen itu mau kemana kok jalan terus?" tanya Aline.


"Gue juga enggak tau sa,kita ikutin aja," ucap Fauzan.


Aline tiba-tiba memberhentikan langkah nya dan berkata,"Tapi bentar deh,gue curiga kalau dosen itu bukan manusia."


"Maksud loe dia hantu gitu?" tanya Fauzan.


"Iya, coba loe pikir enggak mungkin kan dosen ikut acara kayak gini," ucap Aline.


"Kalau semisal dia hantu berarti di kampus ini ada dua dosen gaib dong?" tanya Fauzan.


"Kalau soal itu gue enggak tau," jawab Aline.


Tiba-tiba ada sosok yang menyela pembicaraan mereka berdua.


"Kalian lagi cari saya ya?" tanya seseorang itu dengan wajah dingin dan datar.


Aline dan Fauzan nampak kaget dengan kehadiran sosok itu, ternyata dia adalah dosen tadi.


Dengan suara terbata-bata Aline pu menjawab," eeee iya,bu."


"Maaf ya bu kalau kita lancang ngikutin ibu," ucap Fauzan.


"Ada apa kalian mencari saya?" tanya Dosen. itu.


"Saya mau nanya apa ibu kenal dengan sama Almh.Bu Rossa?" tanya Aline.


"Kok loe nanya kayak gitu,Lin?" bisik Fauzan.


"Emang kenapa? enggak salah kan?" bisik Aline.


"Terserah loe lah," ucap Fauzan.


Dosen itu tiba-tiba menghilangkan secara misterius.


"Lho,kok tiba-tiba ilang?"tanya Aline.


"Iya ya wah jangan-jangan bener dosen itu bukan manusia," ucap Fauzan.


"Iya zan,apa dia ada hubungan ya sama Almh.Bu Rossa?" tanya Aline.


"Gue enggak tau Lin,jujur gue bingung sama semua ini dan kenapa harus kita yang tau soal masalah sebesar ini?" tanya Fauzan.


"Gue juga bingung zan,tapi kita harus ungkap semuanya supaya jelas dan arwah Bu Rossa tenang," ucap Aline.


"Terus langkah selanjutnya apa?" tanya Fauzan.


Aline pun berpikir untuk langkah selanjutnya.


"Bentar ya zan,gue lagi mikir." ucap Aline.

__ADS_1


Fauzan pun hanya mengangguk.


"Surat misterius yang tadi mana,zan?" tanya Aline.


"Aduh surat itu udah gue buang tadi kalau gue omong yang sebenarnya Aline pasti marah," ucap Aline dalam hati.


"Yang mana,Lin?" tanya Fauzan.


"Yang tadi zan,enggak mungkin loe lupa,"ucap Aline.


Dengan suara terbata-bata Fauzan berkata,"Eeeee gimana ya ngomong nya itu surat udah gue buang."


"Kok loe buang zan,loe tau enggak itu surat bisa kita jadiin petunjuk," ucap Aline dengan nada emosi.


"Ya maaf Lin,habisnya tadi loe kasih ke gue jadinya gue buang," ucap Fauzan.


"Bener-bener loe ya enggak bisa dipercaya," ucap Aline.


"Jangan marah dong Lin,nanti gue cari ditempat yang tadi," ucap Fauzan.


"Beneran ya cari sampai ketemu," ucap Aline.


"Iya-iya," ucap Fauzan.


"Ya udah mending sekarang balik ke lapangan takutnya nanti ketahuan kakak senior," ucap Aline.


"Ya udah yuk dari pada kita nanti dihukum," ucap Fauzan.


Saat Aline dan Fauzan melangkahkan kaki,langkah mereka terhenti.


"Eh zan,kok kita ada disini ya," ucap Aline.


Rupanya mereka berada di belakang kampus dengan pepohonan rimbun.


Sambil melihat sekeliling sudut Fauzan berkata," ini kok ada banyak pohon sebenarnya kita ada dimana?" tanya Fauzan panik.


"Kita ada dibelakang kampus zan,kenapa gue bisa tau soalnya gue pernah kesini tadi dan gue masih inget banget tempat nya," ucap Aline.


"Kita ada belakang kampus aneh banget kok kita bisa ada disini?" tanya Fauzan kaget.


"Gue juga bingung zan,tapi gue mau kasih tau loe sesuatu," ucap Aline.


"Apa lin? udah mending kita balik aja ke perkemahan," ucap Fauzan


"Ayo ikut gue," ajak Aline.


"Kita mau kemana,Lin?" tanya Fauzan.


Aline mengajak Fauzan ke tempat dia dan Karina menemukan sebuah gundukan tanah misterius yang membuat Aline penasaran.


"Ini apaan,Lin?" tanya Fauzan.


"Ya loe liat ini gundukkan tanah," jawab Alinr.


"Anak kecil juga tau kalau ini gundukkan, maksudnya ini gundukkan apa?" tanya Fauzan.


"Menurut loe sendiri ini gundukkan apa?" tanya Aline.


"Wah ini pasti gundukkan harta karun," ucap Fauzan sambil memegang gundukkan itu.


Happy Reading semuaa🤗


Jangan lupa like dan vote 🙏

__ADS_1


Ditunggu kritik dan Sarannya.


Mohon maaf tidak bisa update setiap hari dan masih banyak kekurangan 🙏


__ADS_2