
"Gyus sambil nunggu mereka cari kayu kita masak aja yuk buat makan nanti malam." ucap Tania.
"Nanti aja,tan masih sore ini mending kita duduk-duduk dulu." ucap Sovia sambil menatap santai Tania.
"Udah sekarang aja biar nanti kita bisa prepare buat acara api unggun." ucap Tania.
"Kalau gue ngikut aja." ucap Raisa dengan santai.
"Kalian tuh ya nyebelin." ucap Tania kesal.
Di tempat berbeda Aline dan Karina sedang berjalan menyusuri setiap lorong-lorong kampus.Dalam perjalanan Aline merasakan hawa aneh bahkan dia sempat melihat beberapa penampakan makhluk halus,tapi untung Karina tidak menyadari itu.
"Lin, kalau dilihat-lihat kampus ini nyeremin." ucap Karina agak ketakutan.
"Biasa aja kok,rin udah jangan parno." ucap Aline santai.
"Bukanya parno cuma agak merinding." ucap Karina.
Rupanya ada Pak Ridho yang sedang bersih-bersih.
"Eh,neng Aline mau kemana,neng ?" tanya Pak Ridho yang sedang menyapu lantai.
"Eh,ada Pak Ridho mau belakang kampus,pak ngambil kayu-kayu sama ranting-ranting pohon." jawab Aline.
"Buat acara api unggun ya,neng?" tanya Pak Ridho.
"Iya,pak." jawab Aline.
"Salam kenal,pak saya Karina." ucap Karina.
"Oh ya salam kenal juga saya Pak Ridho cleaning servis di kampus ini udah lama saya kerja disini." ucap Pak Ridho.
"Ohh gitu ya,pak." ucap Karina.
"Ya udah,pak kita ke belakang dulu ya takut kemaleman permisi,pak " ucap Aline sambil bergegas pergi.
Baru beberapa langkah Pak Ridho memanggil Aline dan membuat Aline kaget.
"Eh neng Aline tunggu dulu."teriak Pak Ridho.
"Ada apa,pak?" tanya Aline kebingungan.
"Iya bapak butuh bantuan?" tanya Karina.
"Enggak,bapak enggak butuh bantuan cuma mau kasih tau aja hati-hati ya kalau dibelakang kampus." jawab Pak Ridho.
"Emang kenapa,pak?" tanya Karina.
"Kemarin lantai 3 sekarang daerah belakang kampus emang ada apa,pak?" tanya Aline.
"Eeeee enggak papa pokoknya kalian hati-hati aja." ucap Pak Ridho dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Iya,pak kita pasti hati-hati kok." ucap Karina.
"Aneh banget,sih Pak Ridho kayaknya ada sesuatu yang disembunyiin." ucap Aline dalam hati.
Sementara itu Kak Justin sedang sibuk mengurus kayu-kayu dam ranting-ranting untuk api unggun nanti malam.Disana juga ada Jennie.
"Jus,kamu gimana,sih malah nyuruh Cewe aneh sama temennya buat cari kayu ke belakang kampus?" tanya Jennie.
"kan gue udah bilang suka-suka gue loe mending cari kerjaan sana daripada disini gangguin." ucap Justin agak emosi.
Jennie sangat kesal mendengar perkataan Justin tadi.
"Oh gitu ya berarti kamu seneng kalau rahasia kita kebongkar lebih tepatnya rahasia kamu." ucap Jennie dengan nada santai.
Justin yang dari tadi tidak menghiraukan omongan Jennie tiba-tiba diam dan berpikir.
"Kejadian hampir satu tahun itu." ucap Justin dalam hati sambil membayangkan kejadian itu.
"Jus, kehadiran Aline itu ancaman buat kita cepat atau lambat dia bakal tau semuanya dan itu bisa bahaya." ucap Jennie.
"Terus loe mau apa?" tanya Justin sambil menatap Jennie dengan sorot mata tajam.
"Ya kamu harus cegah mereka supaya mereka enggak ke belakang kampus."ucap Jennie.
"Gini ya kalau gue cegah mereka secara tiba-tiba mereka pasti curiga apalagi Aline." ucap Justin.
"Iya juga ya kamu,sih enggak pernah mau ndengerin omongan aku." ucap Jennie.
"Udah ya,Jen terus kita mau ngapain supaya mereka enggak ke belakang kampus?" tanya Justin.
"Awas loe ya kalau sampai ide nya macem-macem apalagi sampai celakain Aline." ucap Justin.
"Iya,iya." ucap Jennie sedikit kesal.
"Kenapa,sih Justin perhatian banget sama Aline tapi enggak papa gue bisa memanfaatkan moment ini buat deket lagi Justin." ucap Jennie dalam hati.
"Udah ada ide belum?" tanya Justin.
Jennie nampak masih berpikir sekaligus mengatur rencana agar bisa dekat dengan Justin.
"Udah,Jus dijamin kamu bakal suka ide aku." ucap Jennie.
Jennie pun membisikan idenya ke Justin teman sesama senior disana merasa curiga dengan perilaku Justin dan Jennie.
"Bisik-bisik apaan,sih?" tanya Petter.
"Kepo banget,sih loe mending sana ngurusin buat acara nanti malem." ucap Jennie.
"Gue bukanya kepo cuma pengen tau apa yang kalian omongin kayaknya serius." ucap Petter.
"Enggak ada apa-apa kok,ter." ucap Justin.
__ADS_1
"Filling gue berkata kalau mereka nyembuiin sesuatu ah bodo amat." ucap Petter.
"Untung aja si Petter enggak nanya lagi." ucap Justin lega.
"Gimana,jus ide aku tadi bagus kan?" tanya Jennie.
"Bagus tumben loe pinter." ucap Justin.
"Jus,aku kan emang pinter dulu aja kamu sampai tergila-gila sama aku." ucap Jennie.
"Apaan,sih loe enggak usah bahas-bahas masa lalu." ucap Justin.
"Iya,deh oh ya,jus kan aku udah ngasih ide,nih jadi aku pengen habis acara ini kita jalan yuk." ucap Jennie spontan.
"Sorry gue enggak ada waktu buat jalan sama loe lagi pula ini cuma ide." ucap Justin sambil memalingkan wajah tampan dari Jennie.
"Kamu bilang cuma ide kamu tau enggak kalau sampai Aline tau semuanya semua orang yang ada disini bakal benci sama kamu kamu mau itu?" tanya Jennie sambil memegang wajah Justin dan sekarang mereka berdua bertatapan.
Justin bingung harus menjawab apa,namun akhirnya dia mau rupanya itu hanya tipu muslihat nya saja untuk mengelabuhi.Mendegar perkataan Justin yang mau jalan bersamanya Jennie sangat senang.
Mereka pun langsung ke belakang kampus untuk menjalankan ide mereka.
Sementara itu Aline dan Karina hampir ke belakang kampus.
"Lin,kayaknya kita mau sampai ke belakang kampus." ucap Karina.
"Iya,rin lumayan jauh juga ya." ucap Aline.
Mereka akhirnya sampai ke belakang kampus,Aline langsung merasakan hal-hal ganjil disana sementara Karina nampak gemetar melihat kondisi belakang kampus yang penuh dengan pepohonan lebat.
"Lin,gue enggak nyangka kalau kondisi belakang kampus kayak gini gue denger-denger juga kalau lantai 3 juga nyeremin." ucap Karina agak gemetar.
Aline mencium bau darah disekitar belakang kampus dan bau itu sangat menyengat.
"Loe nyium bau sesuatu kayak bau darah?" tanya Aline.
"Enggak,Lin gue enggak nyium bau apa-apa." Jawab Karina.
"Berarti cuma gue yang bisa nyium tapi kok bisa ya ada bau darah disini waktu gue dilantai 3 juga nyium baru darah ya walaupun samar-samar." ucap Aline dalam hati.
"Lin, kok bengong lagi mikirin apa?" tanya Karina.
"Eeeee gue enggak bengong kok cuma lagi mikir kayu mana yang mau kita ambil." ucap Aline sambil cengengesan.
"Ohh gue kira loe lagi mikirin sesuatu ya udah yuk kita pilih keburu malem." ucap Karina.
Mereka berdua pun memilah dan memilih kayu yang akan digunakan nanti malam.Dari kejauhan nampak sesosok bayangan misterius melihat Aline dan Karina yang sedang mencari kayu-kayu dan ranting-ranting pepohonan.
Happy Reading semua 🤗.
Jangan lupa Vote dan Like.
__ADS_1
Ditunggu kritik dan sarannya 🙏.
Mohon maaf ya jarang update dan masih banyak kekurangan🙏.