
Happy Reading semuaaa 🤗.
Maaf masih banyak kekurangan 🙏.
“Ternyata dugaan gue bener orang ini adalah Justin sekarang gue harus gimana?”Tanya Kak Jennie dengan muka panik.
Kak Justin kaget ketika karung yang ada di kepalanya lepas.Kekagetan Kak Justin semakin bertambah ketika melihat Aline dan Raisa yang membawa dia ke sebuah ruangan belum lagi ada Fauzan dan Kak Jennie.Aline dan Raisa mendorong Kak Justin kearah Kak Jennie dan Fauzan.Setelah di dorong Fauzan berpindah posisi sekarang dia disamping Aline.mereka berdua seperti orang bego tanpa mengatakan sepatah kata pun.Mereka seperti maling yang sudah ketangkap basah dan tidak bisa melarikan diri.
“Welcome Kak Justin,”ujar Fauzan sambil tersenyum.
“Ini apa-apaan sih,Aline kamu enggak diculik?”Tanya Kak Justin yang masih bingung dengan kondisi saat ini.
“Maaf kak,aku enggak diculik ini semua rencana aku,” sahut Aline dengan suara tegas dan lugas.
“Jadi,ini semua sandiwara kok kalian tega ngebohongin gueterutama kamu lin,”gumam Kak Justin dengan nada agak tinggi sembari menatap tajam wajah Aline,Raisa,dan Fauzan.
“Jus,mereka itu licik mereka curiga kalau kita pembunuh keji Almh.Bu Rossa mereka sengaja ngejebak kita buat ngaku,”imbuh Jennie sambil menatap tajam wajah Aline,Raisa,dan Fauzan.
“Habis riwayat gue sekarang gue harus gimana?Apa gue cerita yang sebenarnya aja?”Tanya Kak Justin dalam hati.
“Apa yang dikatakan Kak Jennie emang bener mending sekarang kalian ngaku kalau kalian memang pembunuh keji itu,”bentak Aline sambil berjalan mendekat kearah Kak Justin dan Kak Jennie.
“Kalian enggak bisa nuduh kita sembarangan memangnya kalian punya bukti?”Tanya Kak Jennie dengan percaya diri sambil mendekat kearah Aline.
“Iya kalian punya bukti kalau gue sama Jennie pelakunya,”sambung Kak Justin dengan percaya diri sambil mendekat ke arah Raisa dan Fauzan.
“Zaman sekarang mana ada maling ngaku kak,enggak usah cari-cari alasan biar bisa lolos,”ujar Fauzan dengan nada sedikit emosi.
Aline mengeluarkan beberapa barang yang ia temukan di ruangan tersebut beberapa waktu lalu ada sebuah pisau berkarat dengan bekas noda darah yang cukup banyak,kalung misterius,dan 3 name tag yang sudah tidak
__ADS_1
terlihat lagi namanya.Melihat Aline mengeluarkan benda tersebut di depan mata Kak Justin dan Kak Jennie.Wajah mereke tambah panik saat Aline menunjukkan barang-barang tersebut di depan mata mereka.
“Aku yakin kalian pasti tau kan soal barang-barang ini?”Tanya Aline sambil berjalan maju dan memampangkan barang-barang tersebut di depan Wajah Kak Justin dan Kak Jennie.
“Guueeee enggakkk tau soal barang-barang itu,”sahut Kak Jennie dengan wajah panik dan nada terbata-bata.
“Lin,kayaknya dugaan kita salah kayaknya bukan mereka pelaku sebenarnya,”imbuh Raisa yang mulai membela Kak Jennie dan Kak Justin.
“Sa,mending loe diem biar ini jadi urusannya Aline,”bisik Fauzan dengan nada sewot.
“Kak Justin pasti tau kan barang-barang ini?”Tanya Aline dengan tatapan sangat tajam.
Kak Justin nampak terdiam dan menundukkan kepala dengan ekspresi panik,gelisah,dan bingung.Tiba-tiba muncul sosok misterius berdiri di depan pintu.Sosok itu wanita berbaju seragam dosen menghadap kearah pintu sehingga yang terlihat hanya rambutnya saja yang panjang.Perlahan wanita itu membalikkan badannya kearah Aline,Raisa,Fauzan,Kak Justin serta Kak Jennie.Mata Kak Justin dan Kak Jennie langsung terbelalak melihat sosok wanita itu.Sosok itu adalah Almh.Bu Rossa si Dosen Gaib wajahnya sangat menyeramkan dengan bekas tusukan dibagian perut,wajahnya pucat dengan sedikit luka lebam,dan baju yang sangat kotor akibat bekas luka.Almh.Bu Rossa mendekati Kak Justin dengan Kak Jennie dengan sorot mata Almh.Bu Rossa sangat tajam dan menyeramkan.Kak Justin dan Kak Jennie nampak ketakutan dan berusaha ingin melarikan diri.
“KALIAN BERDUAAA PEMBUNUHHHH!”ucap Almh.Bu Rossa denga nada emosi sambil mendekatkan kearah kak Justin dan Kak Jennie.
Rossa secara tiba-tiba.Tanpa mendengar pengakuan secara langsung dari Kak Jennie dan Kak Jennie Aline sudah mengetahui bahwa Kak Justin dan Kak Jennie adalah pelaku sebenarnya.
“AAAAAAAAA LEPASIN!”Teriak Kak Jennie sambil menahan rasa sakit.
“AAAAAAAAAAA AMPUNI SAYAAAA BU,SAYA MOHONNN!”Ucap Kak Justin dengan suara lantang.
“KALIAN BERDUAAAA HARUSSS MATIIIIII!”Ucap Almh.Bu Rossa si Dosen Gaib sambil terus mencekik leher Kak Justin dan Kak Jennie.
“Lin,tolong sayaaaa,”rintih Kak Justin sambil menahan sakit dan membrontak.
Raisa terlihat takut melihat kejadian tersebut ,sedangkan Fauzan terlihat biasa saja dan malah senang melihat Kak Justin dan Kak Jennie dicekik Almh.Bu Rossa dengan sangat kuat walaupun ada rasa takut.Sementara Aline hanya terdiam dalam hatinya dia ingin melepaskan Almh.Bu Rossa yang sedang mencekik leher Kak Justin dan Kak Jennie.Suasana di ruangan itu benar-benar menakutkan kali ini Almh.Bu Rossa benar-benar tidak bisa menahan emosinya lagi.
“Mending sekarang kalian jujur yang sebenarnya,”gumam Aline sambil mendekat kearah Kak Justin dan Kak Jennie yang nampak kesakitan.
__ADS_1
“Sialll!Gue enggak mau matii gue enggak mau dipenjara gue harus kabur dari sini,”batin Kak Jennie sambil membrontak terus meneru
“Oke kita bakal jujur dan ceritain semuanya,tapi saya mohon bu lepasinn saya,”pinta Kak Justin agar dilepaskan.
“Baguss ayo certain sekarang,”ujar Fauzan dengan wajah penasaran.
Mendengar pernyataan Kak Justin Almh.Bu Rossa nampak melepaskan cekikannya dan menatap tajam Kak Justin dan Kak Jennie dan menghilang.Sekarang mereka berdua sudah tidak dicekik lagi.Namun sepertinya Jennie memiliki ide untuk kabur dikarenakan Justin akan menceritakan semua.Melihat mata mereka tertuju pada Justin.Jennie pun langsung berlari.Aline,Raisa,Fauzan,serta Kak Justin terkejut melihat Jennie yang tiba-tiba kabur dan langsung mengejar Jennie.Jennie nampak berlari sangat kencang dikoridor lantai 3 sambil
clingak-clinguk mengamati keadaan.
“Pokoknya gue harus keluar dari sini gue enggak mau dipenjara,”gumam Kak Jennie sambil terus berlari.
“Aduh!Tuh,orang kok bisa kabur ini semua gara-gara kita lengah,”ujar Fauzan sambil berlari.
“Berisik loe zan,seharusnya tadi loe jaga Kak Jennie baik-baik biar dia enggak kabur,”sahut Raisa sambil berlari.
“Udahhh jangan pada ribut sekarang kita berpencar Fauzan sama Raisa sebelah kanan,sedangkan gue sama Kak Justin lurus sekalian gue jagain Kak Justin biar dia enggak kabur,”ujar Aline dengan suara tegas serta dengan nada emosi.
Mereka pun berpencar untuk mencari keberadaan Jennie.Jennie terus berlari,namun Jennie melihat Aline dan Justin dia pun kebingungan.Aline dan Justin melihat Jennie dan berlari menghampiri Jennie.Jennie sangat panik karena Aline dan Justin tau bahwa ada dia sini.Dia pun berlari.Namun saat ia berlari didekat balkon ada orang yang mendorong dan mengangkat nya hingga ia terjatuh ke bawah.
"Aaaaaaaaaaaa," teriak Jennie dengan suara santai keras.
Gimana ya nasib Jennie?Apa dia baik-baik saja?
Tunggu tertawa kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan Vote🙏.
Awal bulan insyalallah aku bakal buat karya baru mohon dukungannya 😊
__ADS_1