Dosen Gaib

Dosen Gaib
133.Pemakaman Almh.Bu Rossa( Dosen Gaib) part 1.


__ADS_3

Happy reading semuaa🤗.


Mohon maaf jika masih banyak kekurangan🙏.


Pak Ali dan Luna hanya mengangguk mereka setuju dengan perkataan Aline.Menit demi menit sudah di lewati kini jam menunjukkan pukul 23.00 WIB mobil Aline dkk sudah sampai di Jakarta dan sedang dalam perjalanan ke rumah Aline.Aline mengambil alih kemudi dalam perjalanan menuju rumahnya.Tak perlu waktu lama sekitar 10-15 menit setelah mereka sampai di Jakarta sekarang Aline dan yang lainnya sudah sampai di rumah lama Almh.Bu Rossa dan Pak Ali yang kini di tempati Aline.Pak Ali tampak tertegun melihat rumah lamanya.Mereka semua pun turun dari mobil.


“Rumah ini menjadi saksi bisu pernikahanku dengan Rossa dan menjadi saksi perpisahanku dengan Rossa melihat rumah ini lagi aku jadi, teringat akan masa lalu ku dengan Rossa,” batin Pak Ali sambil memperhatikan rumah itu dengan intens.


“Banyak sekali yang berubah dari rumah ini kak, ngeliat rumah ini jadi kangen sama ibu dan adik,” ucap Luna dengan ekspresi murung.


“Maaf ya pak, luna jadi bikin kalian sedih,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Enggak papa neng, saya malah ingin mengucapkan terima kasih karena sudah mengajak kita ke sini,” ucap Pak Ali dengan nada pelan.


Dari balik pintu utama rumah Aline terlihat ada seorang laki-laki dan perempuan yang sudah tidak asing lagi bagi Aline dan Arine Mama Lia dan Papa Lukman mereka sangat senang melihat kedua putrinya sudah kembali dengan kondisi sehat walafiat.Mama Lia dan Papa Lukman memeluk hangat kedua putrinya itu.Aline pun menjelaskan secara singkat tentang dua orang yang ikut bersamannya.Mama Lia dan Papa Lukman tampak memahami perkataan Aline dan mempersilahkan semuanya untuk masuk ke rumah.Hati Pak Ali sangat bergetar saat memasuki rumah lama begitu pula dengan Luna Mereka menatap sebuah lukisan besar yang terpampang di dinding.Fauzan dan Raisa justru sedikit ketakutan saat memasuki rumah Aline.


“Semua tidak berubah masih seperti yang dulu saat masih bersama dengan Rossa hari ini saya benar-benar kembali ke masa lalu,” ucap Pak Ali dengan nada pelan.


“Iya yah, saat itu kita benar-benar menjadi keluarga yang bahagia tapi, sekarang semua udah berubah,” ucap Luna dengan mata berkaca-kaca.


“Besok kita akan tau nak, apa pun kenyataan yang ada kita harus menerima karena ini sudah takdir setidaknya kita tau daripada kita enggak tau sama sekali,” ucap Pak Ali sambil memeluk putri sulungnya.


“Aku belum siap menerima kenyataan ya Allah SWT Aku pengen ketemu sama ibu dan adik dalam kondisi sehat,” batin Luna dengan air mata yang sudah deras membasahi pipi.


Luna merasakan hal janggal ia merasa jika ada yang membelai rambutnya dengan sangat lembut saat ia di pelukan ayahnya.Semua orang tertegun melihat keadaan Pak Ali dan Luna yang sedang di selimuti rasa sedih mendalam jam terus bergerak dan sudah larut malam.Aline dkk,Pak Ali,Luna,Papa Lukman,dan Mama Lia pun istirahat.Jam terus berjalan hingga hari kembali esok pagi ini keluarga Aline Pak Ali dan Luna serta Fauzan dan Aline di sambut dengan hangatnya matahari dan suasana yang sangat cerah rencananya mereka semua akan ke rumah sakit jam 07.00 WIB.Aline juga sudah menghubungi pihak kampus dan kepolisian soal mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa.

__ADS_1


“Hari ini kita akan ke rumah sakit Citra Medika Pak Ali dan Luna saya yakin kalian adalah orang-orang yang kuat,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Iya kak, insyallah ayah dan Luna siap dan ikhlas,” ucap Luna sambil berusaha menguatkan dirinya dengaan kondisi mata berkaca-kaca.


“Ini sudah jam 07.00 WIB kira berangkat sekarang aja gimana,pak?” tanya Aline sambil menengok jam tangannya.


Mereka pun berangkat menuju rumah sakit Citra Medika dengan mobil Papa Lukman di sepanjang perjalanan hati dan pikiran Luna benar-benar kacau air matanya terus mengalir deras di kelopak matanya ia masih belum siap menerima kenyataan kalau ibu dan adiknya sudah tiada.Pak Ali terus menenangkan putri sulungnya itu agar tidak menangis.Aline pun ikut menangkan Luna begitu pula dengan Arine,Fauzan,dan Raisa .Mobil Papa Lukman sudah terparkir di tempat yang sudah di sediakan mereka pun turun dari mobil dan melangkah menuju lobi rumah sakit.


“Hiks…hiks…Yah,Luna belum siap Luna pengen ketemu ibu sama adik dengan kondisi mereka sehat,” ucap Luna sambil menangis tersedu-sedu dan suara yang serak.


“Luna apa pun kenyataannya kita harus terima ayah yakin kamu anak yang kuat dan tabah ibu dan Lili pasti sedih liat kamu kayak gini,” ucap Pak Ali dengan nada lembut.


“Luna mungkin ini berat buat kamu tapi, kakak yakin kamu gadis yang kuat,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Selamat pagi pak, ini keluarga dari Almh.Bu Rossa,” ucap Aline dengan nada pelan.


“Akhirnya kalian bisa menemukan mantan suami dan anak sulung Almh.Bu Rossa sebelumnya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya ya pak, jujur saat itu kita panik dan bingung soal kematian Almh.Bu Rossa yang misterius,” ucap Rektor Universitas Merah Putih.


“Apa saya boleh masuk?Jujur saya belum begitu yakin,” ucap Pak Ali dengan nada pelan.


“Silahkan pak,kalau bapak ingin melihat,” ucap Rektor Universitas Merah Putih .


“Yah, Luna takut,” ucap Luna yang masih berlinang air mata dengan nada suara pelan sembari memegang tangan ayahnya


“Ayo nak, ayah yakin kamu anak yang kuat ingat ini sudah takdir Allah SWT,” ucap Pak Ali sambil terus menyakinkan putri sulungnya.

__ADS_1


Dengan sangat berat hati Luna pun mau masuk ke ruang jenazah bersama dengan ayahnya diiringi langkah yang pelan.Mereka menghampiri satu jenazah yang sudah tertutup kain.Perlahan Luna membuka kain itu.Tangis Luna pecah saat itu juga setelah melihat kondisi jenazah tersebut yang sudah tidak utuh lagi dan menimbulkan bau busuk.Pak Ali pun tidak bisa menyembunyikan rasa sedihnya ketika melihat jenazah yang ada di hadapannya.Hancur hati sehancur-hancurnya hati Luna apalagi ada hal yang membuatnya percaya kalau jenazah yang liat sekarang adalah ibunya sebuah tanda lahir di kanan sebelah kanan.


“Enggak mungkin enggak mungkin ini ibu, kenapa ibu ninggalin Luna sama ayah dulu ibu pernah janji sama Luna kalau kita ketemu kita akan jalan-jalan,masak bareng kayak dulu ibuuuu,” ucap Luna sambil menangis histeris.


“Innallilahi waiinailahi roji’un aku benar-benar enggak nyangka kalau kamu sudah meninggal jujur aku menyesal kenapa baru tau saat ini,” ucap Pak Ali sambil menitikkan air mata.


“Ibuuu….ibu…..bangun jangan tinggalin Luna sama Ayah,” ucap Luna dengan tangis yang makin histeris.


“Kasihan ya mereka baru tau tentang kematian Almh.Bu Rossa aku benar-benar enggak tega,” ucap Aline sambil menyenderkan kepalanya di bahu lebar Fauzan.


“Iya lin, semoga kejadian kayak gini enggak terulang lagi,” ucap Fauzan sembari merangkul Aline.


“Heem….hemm di sini gue merasa jadi nyamuk yuk udah yuk yang ngebucin,” ucap Raisa dengan ekspresi kesal posisi ia berada di samping Fauzan.


“Kak Fauzan sama Kak AIine pacaran ya?” tanya Arine dengan nada pelan.


“Mana gue tau rin, mending tanya langsung sama kakak loe,” ucap Raisa sambil melangkah keluar dari ruang jenazah.


Kalau kalian di posisi Luna dan Pak Ali apa yang akan kalian lakukan?Apakah Luna akan bertemu dengan ibu dan adiknya untuk pertama dan terakhir kalinya?


Tunggu chapter selanjutnya❤.


Jangan lupa like,vote,dan comentnya ya🙏.


Mau ngingetin yuk gabung ke grup saya supaya kita bisa berkomunikasi lebih dekat🤗.

__ADS_1


__ADS_2