Dosen Gaib

Dosen Gaib
80.Jennie meninggal dan pengakuan Kak Justin


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Jennie terjun dari lantai 3 sekarang ia tergeletak dengan kondisi sangat memprihatikan kepalanya bocor penuh darah akibat benturan keras serta tubuh penuh luka dengan posisi tubuh tengkurap.Kak Justin dan Aline nampak kaget dengan kejadian itu.


"Ya ampun Kak Jennie," ujar Aline sambil melihat kondisi Kak Jennie dari atas.


"Jennnn lin,ayo kita turun," ajak Kak Justin dengan ekspresi panik.


Fauzan dan Raisa menghampiri Aline dan Kak Justin yang ada di balkon koridor dengan ekspresi panik dan khawatir.


"Lin,kita udah muter-muter koridor Kak Jennie enggak ketemu terus ini gimana?" Tanya Raisa sambil ngos-ngosan.


"Apa kita turun aja?" Tanya Fauzan dengan ekspresi ngos-ngosan dan sambil mengelap keringat di wajahnya.


Aline dan Kak Justin sangat kaget dan tidak bisa berkata-kata dengan kejadian yang baru saja menimpa Kak Jennie.Mata mereka tertuju ke arah bawah.Raisa dan Fauzan bingung karena perkataan mereka tadi tidak direspon.Mereka pun ikut-ikutan memandang arah bawah.Betapa kaget nya mereka melihat Kak Jennie sudah tergeletak dengan kondisi memprihatinkan.


"Astaghfirullah lin, ini sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Raisa dengan ekspresi panik dan memandang Kak Jennie dengan tatapan iba.


"Halah!Paling cuma akting supaya dia bisa lolos,"sambung Fauzan dengan ekspresi santai.


"Nanti aja ceritanya sekarang kita harus nolongin Kak Jennie," sahut Aline yang langsung berjalan menuju tangga untuk ke bawah menolong Kak Jennie.


Raisa, Fauzan,dan Kak Justin pun mengikuti jejak Aline.Sesampainya di sana mereka memeriksa kondisi Kak Jennie yang tak sadarkan diri.Fauzan nampak menelan ludahnya ternyata dugaannya salah Kak Jennie tidak akting.Raisa terlihat takut melihat kondisi Kak Jennie yang penuh dengan darah.Terlihat juga Kak Justin sangat khawatir dengan kondisi mantan kekasihnya.


"Gimana,Lin?" Tanya Kak Justin sambil mendekat ke arah Aline.


"Kak Jennie udah enggak ada kak, mungkin karena benturan keras dan banyak banget darah yang dikeluarin," ujar Aline sambil memegang pergelangan tangan Kak Jennie dan menyentuh leher Kak Jennie.


"Astaga,kenapa loe harus pergi dengan cara seperti ini jen, padahal loe belum ngaku soal kejadian masa lalu kita," gumam Kak Justin dengan mata-mata berkaca-kaca.


"Gue enggak nyangka kalau Kak Jennie bakal meninggal dengan cara kayak gini," ujar Raisa dengan ekspresi muka sedih.

__ADS_1


"Sa,bagus dong dia mati jadi,kita enggak perlu susah-susah ngelaporin dia ke polisi," sahut Fauzan dengan nada bicara sedikit emosi.


"Zan,bisa enggak loe diem keadaannya lagi kayak gini," gumam Aline dengan nada tinggi.


"Iya lin, lagian loe ngapain masih nolongin dia kan jahat," ucap Fauzan.


"Iya zan,gue tau dia jahat,tapi kalau kita ngebiarin jenazah Kak Jennie disini kasihan dia," ucap Aline dengan nada sedikit emosi.


Fauzan nampak kesal dengan perkataan Aline.Sementara Kak Justin nampak merenung.Dia teringat akan semua kesalahannya di masa lalu.Aline nampak menatap Kak Justin dan menanyakan sesuatu.Di balkon lantai 3 nampak Almh.Bu Rossa menatap mereka dengan tatapan tajam.


"Kak Jus,mending sekarang kakak jelasin sama kita sebenarnya apa yang terjadi?" Tanya Aline pada Kak Justin dengan sambil menjaga Kak Jennie yang sudah meninggal.


"Gimana ya jelasinnya?Gue bener-bener bingung," ujar Kak Justin dengan muka kebingungan.


"Lin,sekarang kita laporin dia aja ke polisi biar polisi yang nanya-nanya gue udah geregetan sama sikapnya yang sok baik," bentak Fauzan menarik tangan Kak Justin.


"Gue mohon jangan laporin gue ke polisi," pinta Kak Justin dengan muka panik.


"Gue setuju sama Aline," sahut Raisa dengan nada penuh keyakinan.


"Sekarang Kak Justin jujur sama kita aku yakin Kak Justin ngelakuin ini semua pasti ada alasannya kan?"Tanya Aline sambil menatap wajah Kak Justin yang penuh kepanikan.


"Sebelumnya gue bener-bener mau minta maaf gue emang salah,gue emang orang jahat,dan gue emang pantes dimasukin penjara,"ucap Kak sembari menyalahkan dirinya sendiri.


"Enggak usah banyak basa-basi deh,cepet ceritain yang sebenarnya,"bentak Fauzan dengan muka sedikit menyeramkan.


Baru kali ini Aline dan Raisa melihat Kak Justin takut dengan Fauzan,tapi memang kali ini emosi Fauzan tidak bisa dibendung.Aline pun meyuruh Kak Justin untuk menceritakan semuanya sekarang juga.


"Oke-oke gue bakal cerita,tapi gue mohon cerita sama siapa-siapa," pinta Kak Justin dengan wajah melas.


"Ngadi-ngadi loe ya kejahatan itu dibongkar bukan disembunyiin,"bentak lagi Fauzan sambil memegang kerah baju Fauzan dan berniat memukul Kak Justin.


"Zan,berhenti jangan nambah-nambah masalah," bentak Aline sambil melepaskan tangan Fauzan yang berada dikerah baju Kak Justin.

__ADS_1


"Gue kesel lin, bisa-bisanya ni orang minta kita buat nyembunyiin kenyataan yang sebenarnya," bentak Fauzan sambil menunjuk -nunjuk wajah Kak Justin.


"Kak,maaf kita enggak bisa nyembunyiin fakta yang sebenarnya kakak harus menerima akibat semua perbuatan kakak dimasa lalu," ujar Aline dengan nada suara tegas.


Kak Justin nampak merenung.Sebenarnya dalam hatinya dia ingin mengatakan yang sebenarnya.Namun dia takut semua orang akan membenci nya apalagi kalau kedua orang tuanya tau.Namun nasi sudah menjadi bubur semua sudah terjadi dan tidak bisa disembunyikan lagi.


"Sebenarnya eeeemang guee dan Almh.Jennie yang udah membunuh Almh.Bu Rossa Dosen Gaib yang sering kalian lihat," ujar Kak Justin dengan kondisi muka pasrah dan menunduk dengan nada bicara terbata-bata.


Aline,Raisa,dan Fauzan terkejut mendengar pertanyaan Kak Justin.Tiba-tiba sebuah pukulan mendarat di pipi tirus Kak Justin hingga Kak Justin terjungkal.Rupanya Fauzan yang memukul Kak Justin secara tiba-tiba.


"Udah jelaskan lin, sekarang kita harus bawa dia ke penjara karena pembunuh keji kayak dia memang pantes dipenjara," ujar Fauzan dengan nada emosi.


"Lin,gue mohon jangan bawa gue ke kantor polisi," pinta Kak Justin dengan wajah panik.


"Aku bener-bener enggak nyangka orang yang selama ini aku kira baik dan deket sama adikku ternyata seorang pembunuh," ucap Aline sambil menatap tajam Kak Justin.


"Gue juga enggak nyangka orang yang selama ini gue sanjung-sanjung ternyata seorang pembunuh," sambung Raisa yang tiba-tiba terdiam karena masih shock dengan pernyataan Kak Justin tadi.


"Gue enggak sengaja ngelakuin kayak gitu waktu itu gue lagi panik gara-gara sesuatu hal,"ujar Kak Justin dengan muka pasrah.


"Sesuatu hal apa coba?" Tanya Aline dengan nada tegas.


Kak Justin pun menceritakan kejadian masa lalunya yang ia sembunyikan selama ini dari khalayak ramai.Sambil menampakkan muka panik dan pasrah Kak Justin pun mulai menjelaskan.


"Dulu gue pernah deket banget sama Almh.Bu Rossa karena dia jadi dosen pembimbing gue di kelas dia udah anggap aku sebagai anaknya sendii karena dia lah gue menjalin hubungan sama Hanna mahasiswi ekonomi," ucap Kak Justin dengan nada suara pelan.


"Aku kenal sama Kak Hanna kak,pantesan aja selama ini Kak Hanna kayak kenal sama kakak," batin Aline dengan nada yang masih sama dan ekspresi dingin.


Seperti nya Justin akan menceritakan semuanya.Akankah semua orang tau tentang rahasia yang disembunyikan Kak Justin?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote🙏.

__ADS_1


__ADS_2