
Happy reading semuaaa 🤗.
Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.
Jangan lupa mampir ke novel sebelah" Dear Jaka" thank you😊.
“Lin,terus kita mau ke alamat ini?Aku masih enggak nyang ibu itu minta tolong sama kamu,” ucap Fauzan dengan nada pelan.
“Iya zan,ini kan amanah dari ibu itu,” sahut Aline dengan nada pelan sambil melihat arah luar.
“Gue aneh deh,sama loe di saat kayak gini masih sempet-sempetnya nolongin makhluk halus padahal kita lagi kesusahan cari
orang,” ucap Raisa dengan nada sedikit ketus.
“Emangnya kenapa sa?Selagi gue bisa bantu ya bakal gue bantu,” ucap Aline sambil tersenyum.
“Iya nih,kalau nolong orang itu jangan setengah-setengah huu,” ucap Lili sambil mencubit lengan Raisa dengan cukup keras.
“Aww…kok kayak ada yang nyubit gue ya,” ujar Raisa sambil mengelus-ngelus lengannya.
“Emang ada yang nyubit loe itu si Lili,” ucap Aline dengan nada pelan sambil menakut-nakuti Raisa.
“Oh gitu ya sorry tadi gue agak ngegas,tapi jangan pakai nyubit-nyubit juga intinya gue ngikut aja btw ini kan udah sore dan bentar lagi malem rencananya kita mau nginep di mana?” tanya Raisa dengan ekspresi ketakutan.
“Li,enggak boleh kayak gitu main nyubit-nyubit orang,” tegur Almh.Bu Rossa dengan nada suara lembut.
“Ya maaf bu,habisnya agak kesel sama Kak Raisa,” ucap Lili sambil tertawa kecil.
“Kalau prediksi gue kita bakal sampai ke Bogor nanti malam jadi,kita langsung ke alamat ini aja lebih cepat lebih baik kan,” ucap Aline sambil melirik jam.
“Lin,mending kita cari penginapan yuk terus kita ke alamat ini besok pagi aja biar makin semangatsoalny kalau malam ini udah loyo iya kan,zan?” tanya Raisa sembari melirik Fauzan yang sedang focus menyetir.
“Mmmm kali ini aku setuju sama Raisa mending kita istirahat aja dulu,” ucap Fauzan dengan ekspresi datar dengan mata focus ke arah depan.
“Ya udah deh,kita cari penginapan lagi pula gue juga kasihan sama kalian mukanya udah pada capek,” ucap Aline dengan nada pelan sembari focus melihat ke arah depan.
“Akhirnya pada setuju juga sama pendapat gue gini dong kan gue seneng,” ucap Raisa dengan eksrepsi senang dan suara cukup lantang.
Hari semakin sore sang surya pun mulai menenggelamkan cahayanya agar berganti dengan sang rembulan disertai bintang-bintang indah.Luna dan Arine masih bersembunyi di dalam masjid bahkan di saat masjid tersebut di gunakan untuk ibadah mereka bersembunyi di depan almari tempat
untuk menyimpan mukenaa dan beberapa al-quran.Justin berniat ingin masuk ke
masjid,namun mendenagar ada beberapa orang yang hendak beribadah membicarakan berita soal buronan ia pun membatalkan niatnya dan memilih meninggalkan masjid.
“Astaga!Orang-orang itu lagi bicarain soal buronan jangan sampai mereka mengenali wajah gue mending gue pergi aja dari sini siapa tau mereka enggak ada di tempat lain awas aja kalau mereka ketemu gue pastiin
mereka enggak akan selamat,” batin Justin dengan muka panik di balik maskernya
lalu pergi meninggalkan masjid.
“Kayaknya kita aman deh,soalnya orang itu udah enggak ada,” ujar Luna sambil mengamati area luar dari kejauhan.
__ADS_1
“Kayaknya iya terus kita mau kemana lagi?Aku enggak mau lagi di tangkap sama dia,” ucap Arine dengan ekspresi sedikit panik.
“Nanti aku jelasin sekarang kita sholat ashar aja yuk nenangin hati dan pikiran sekaligus meminta petunjuk sama Allah SWT,” ucap Luna dengan nada pelan dan menatap Arine dengan tatapan lembut.
“Sholat?Aku jarang banget sholat,tapi untuk sementara ini aku ngikut ajalah daripada aku ketangkep lagi,” batin Arine sambil berpikir.
Arine dan Luna pun sholat berjamaah dengan orang-orang kampung beberapa orang nampak sudah mengenal Luna dengan baik.Di tempat berbeda Justin kembali ke bangunan tersebut dengan anak buahnya emosinya meluap-luap karena tidak menemukan keberadaan Arine dan gadis itu belum lagi soal beberapa warga yang sudah curiga dengan dirinya.Dua anak buah Justin nampak ketakutan melihat emosi
Justin.Menendang-nendang beberapa barang yang ada di tempat itu dengan suara cukup
lantang menatap tajam ke arah dua anak buahnya dengan tatapan sangat
tajam.Justin benar-benar sudah hilang kewarasannya rasa bersalahnya sudah
hilang,hilang entah kemana.
“Sekarang kalian berduaaa cari keberadaan Arine sampai ketemuu awas ya kalau kalian enggak nemuin Arine,” ucap Justin sambil memegang kerah baju salah satu anak buahnya yang bertubuh kurus sambil menatapnya dengan
tatapan tajam.
“I—iya boss kita bakal cari kok sampai ketemu,,” ucap anak buah tersebut dengan ekspresi ketakutan.
Justin pun melepaskan pegangannya dengan kasar sambil berkata,” Ya udah ngapain kalian masih di sini cepetan cari dan ingat jangan sampai orang-orang di sini curiga.
Kedua anak buah Justin pun keluar
dari bangunan rumah untuk mencari keberadaan Arine dan gadis itu dengan muka
Justin namanya yang bisa melakukan seribu macam cara agar bangunan tersebut
terlihat kosong.Di masjid Arine dan Luna sudah selesai sholat dan mereka berdua
memilih tetap berada di dalam masjid duduk di karpet yang biasa di gunakan
untuk sholat.
“Luna makasih ya udah nyelamatin
aku jujur kalau enggak tau nasib aku gimana,” ucap Arine sambil tersenyum.
“Sama-sama rin,aku seneng bisa
nyelamatin kamu untuk sementara ini kamu tinggal di rumah ku ya insyallah kamu
aman kok,” ucap Luna sambil tersenyum.
“Beneran enggak papa?” tanya
Arine dengan ekspresi muka kaget.
“Iya enggak papa lagian di rumah
__ADS_1
aku cuma sama ayahku doang astagfirullah ini kan masih jam sekolah kok aku malah
di sini aduh!Kebiasaan suka lupa waktu,” ucap Luna sambil melihat jam yang terpasang di dinding masjid sambil menepuk jidat.
“Ya ampun maafin aku ya gara-gara
aku kamu jadi bolos terus gimana?” tanya Arine yang tadinya tersenyum lega
perlahan berubah menjadi panik.
“Ya enggak gimana-gimana semisal
besok aku di hukum ya enggak masalah enggak papa rin,ini bukan salah kamu kok
aku nolongin kamu atas kemauan ku sendiri ya udah kita pulang aja yuk sebelum
mereka ngeliat kita ucap Luna yang
langsung bangkit dari duduknya sambil menggandeng tangan Arine
“Ya ampun baik banget hatinya Luna padahal kita baru kenal dia persis kayak Kak Aline bedanya Kak Aline bisa ngeliat hal-hal gaib,sedangkan dia enggak jadi,keinget Kak Aline maafin aku ya kak selama ini udah jahat,” batin Arine sambil menatap wajah cantik Luna.
Mereka berdua melangkah kearah
rumah Luna yang tidak jauh dari masjid.Hari semakin sore sang surya sudah
benar-benar menutup cahayanya dan memberi izin untuk rembulan yang sangat indah di sertai semilir angin malam dan bunyi beberapa binatang.Tak terasa sebentar
lagi Aline,Raisa,Fauzan,Almh.Bu Rossa,dan Lili sampai di Bogor.Mereka mampir di sebuah restoran untuk makan malam dan setelah selesai mereka pun melanjutkan perjalanan.
"Btw ini kita udah sampai Bogor?" tanya Raisa dengan begitu semangat.
"Bentar lagi sa,sabar kalau loe mau tidur tidur aja sana," ucap Fauzan yang sedang fokus menyetir.
"Bentar lagi kita sampai ini gue juga udah dari penginapan dan udah nemuin ini penginapan nya," ucap Aline sambil menunjukkan penginapan yang sudah ia cari.
"Gue ngikut aja lin, yang penting nyaman dan murah buat tidur wkwkwkwk," ucap Raisa dengan nada pelan.
"Sama aku juga ngikut yang penting nyaman buat tidur," sambung Fauzan dengan nada pelan sambil sesekali tersenyum ke arah Aline.
"Ya udah berarti fiks ya ini zan,nanti aku arahin ya," ucap Aline sambil membalas senyuman Fauzan.
Sementara itu Arine nampak duduk di ruang tamu rumah Luna.Rumah Luna sangat sederhana dan tidak terlalu luas berbeda sekali dengan rumah Arine yang cukup luas.Luna terlihat bolak-balik keluar masuk rumah untuk mengecek apakah sudah ada tanda-tanda ayahnya pulang.
Bagaimana kelanjutan misi Arine dkk?Lalu bagaimana reaksi Pak Ali melihat Arine di rumahnya?
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.
Makasih buat kalian-kalian yang selalu setia nunggu kelanjutan novel ini😘.
__ADS_1