
"Dari tadi Tania kok diem aja ya enggak kayak biasanya," batin Aline sambil memperhatikan wajah Tania.
"Lin,ini kertas nya," ucap Kakak senior sambil menyodorkan beberapa lembar kertas.
"Linnnn,ini kertasnya," ucap kakak senior lagi dengan suara sedikit lantang
"Eh maaf kak,terima kasih," ucap Aline dengan eskpresi salah tingkah.
"Malam-malam gini jangan banyak ngelamun nanti kerasukan lho," ucap Kakak senior sambil berlalu.
"Hehehe iya kak, sekali lagi maaf," ucap Aline.
"Lin,loe ngelamun apaan sih, jangan-jangan ngelamunin Kak Justin ya?" tanya Raisa sambil menggoda Aline.
"Enggak sa, ada-ada aja loe udah ah gue nya bagiin kertas ke temen-temen," ucap Aline sambil beranjak dari tempat duduknya.
"Cie-cie," goda Raisa.
Aline nampak tidak memperdulikan godaan Raisa.Dia memilih membagikan kertas ke rekan-rekan seregu.
"Sovia ini kertasnya nanti kalau udah selesai kasih ke gue ya," ucap Aline sambil menyodorkan selembar kertas.
"Thanks lin," ucap Sovia.
"Karina ini kertasnya nanti kalau udah selesai kasih ke gue ya," ucap Aline sambil menyodorkan selembar kertas.
"Siap Lin, makasih," ucap Karina.
"Tania ini kertasnya nanti kalau udah selesai kasih ke gue ya," ucap Aline sambil menyodorkan selembar kertas.
Tania tidak menerima selembar kertas. itu.Rupanya dia tidak mendengar perkataan Aline hingga membuat Aline terheran-heran.
"Tan,loe denger gue enggak?" tanya Aline sambil melambaikan telapak tangan ke wajah Tania.
Namun hasilnya nihil.Tania hanya diam saja.Aline pun mencoba menyadarkan Tania lagi.
"Tan,loe kenapa sih dari tadi gue liat loe diem aja?" tanya Aline sambil menggocang-nggocang tubuh Tania.
Tania tetap diam saja dengan ekspresi muka yang datar dan pucat.Karina Sovia dan Raisa pun ikut menggocang-nggocangkan tubuh Tania.
"Tan,loe kenapa?" tanya Karina sambil terus menggocang-nggocangkan tubuh Tania.
"Wah jangan-jangan dia keserasukan lagi," ucap Sovia.
"Bisa jadi sov,soalnya kalau pas renungan kayak gini kalau pikiran kita kosong kita pasti gampang kerasukan," ucap Karina.
"Gue sembur pakai air aja ya?" tanya Raisa.
"Sembarangan aja loe jangan sembur pakai air," ucap Aline.
"Ya siapa tau dia sadar tapi terserah deh," ucap Raisa.
__ADS_1
"Waaaaaaaaaa," ucap Tania secara tiba-tiba.
sambil tertawa.
Semua yang ada disitu mengalihkan pandangannya ke arah regu Aline dengan ekspresi bingung.
"Astagfirullah ih tan, ngaget-ngagetin aja gue kira loe kerasukan," ucap Karina dengan ekspresi kaget.
"Aaaa astaga tan, gue pikir loe kenapa-kenapa," ucap Raisa dengan ekspresi kaget.
"Astagfirullahhh tan,gue pikir loe kerasukan tau-tau nya malah bercanda," ucap Sovia.
"Lain kali jangan kayak gini ya tan,loe bikin kita semua khawatir ini kertasnya nanti kalau udah selesai kasih ke gue ya" ucap Aline sambil menyodorkan selembar kertas.
"Maaf ya semuaaa kalau gue bikin kalian khawatir tapi gue seneng bikin kalian kaget," ucap Tania dengan wajah masam.
"Uuuuuu bikin kaget aja loe gue sumpahin loe kerasukan beneran," ucap Fauzan dari kejauhan.
Bukan hanya Fauzan,namun beberapa peserta yang lain pun menyoraki Tania.Hingga membuat Kak Justin dan Senior yang lain menghampiri mereka.
"Ini ada apa ya?" tanya Kak Justin.
"Itu kak,temennya Aline ngaget-ngagetin kita," ucap salah satu peserta.
"Ada apa sama kalian?" tanya Kak Justin yang langsung menghampiri regu Aline.
"Maaf kak,Tania itu cuma bercanda dan enggak ada niat bikin kalian semua kaget," ucap Aline.
"Udah kak,aku tadi udah minta maaf kok," ucap Tania sambil tersenyum.
"Ya udah jadi clear ya saya harap kejadian ini tidak terulang lagi," ucap Kak Justin sambil berlalu pergi dan tersenyum ke arah Aline.
Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Tania menampakkan wajah datar dan pucat hingga membuat orang-orang disana ketakutan.
"Tan,loe kenapa lagi?" tanya Aline sambil menyentuh bahu Tania.
"Lepasinnnnnnn," jawab Tania sambil melepaskan rangkulan Aline.
"Kayaknya Tania kerasukan beneran,ucap Raisa.
"Gue enggak akan ngelepasin loe," ucap Aline sambil memegang tangan Tania.
Tania terus membrontak dan berteriak hingga membuat teman-temannya kewalahan.Kak Justin pun yang ingin meninggalkan tempat itu.Akhirnya tidak jadi.
"Ini ada apa ya?" tanya Kak Justin.
"Ini Tania kesurupan kak," ucap Karina.
Yang lain pun ikut mengangguk tanda mereka setuju dengan perkataan Karina.
"Ya ampun kok bisa pasti gara-gara pikirannya kosong saat renungan malam," ucap Kak Justin.
__ADS_1
"Iya kak,Tania dari tadi diem aja," ucap Sovia.
"Apa kita panggil ustadz aja ya,kak?" tanya Raisa.
"Ya udah saya mau kabari yang lainnya dulu kalian jaga temen kalian ya," ucap Kak Justin lalu pergi.
"Pembunuhhhh!" teriak Tania secara spontan yang langsung membuat peserta kemah ketakutan.
Kak Justin yang baru satu langkah memutuskan untuk berbalik badan.Namun betapa kagetnya dia Tania tiba-tiba berubah menjadi Bu Rossa Dosen gaib itu.Dia menatap Kak Justin dengan tatapan sinis..Aline pun menyadari bahwa Arwah Bu Rossa yang masuk ke tubuh Tania.
"Dugaan aku bener ternyata arwah yang masuk ke tubuh Tania adalah arwah Bu Rossa." batin Aline .
"Astaga Arwah Bu Rossa masuk ke tubuh Tania apa yang harus gue lakuin," batin Kak Justin.
"Kak Justin enggak jadi kabari senior lain?" tanya Raisa.
"Ja--jadi di kok bentar ya," ucap Kak Justin lalu berlalu pergi dengan ekspresi ketakutan.
"Kak Justin kok kayak ketakutan gitu ya apa dia ngeliat Tania berubah jadi Dosen gaib itu?" tanya Aline dalam hati.
"Diaaa pembunuhhhh aaaaaaaaaaaa!" teriak Tania sambil terus pemberontak.
"Sadar Tan,aduh ini gimana,Lin?" tanya Sovia panik.
"Jangan pada panik dong kita tunggu aja Kak Justin," ucap Aline.
"Eh,tadi gue denger ada yang teriak emang ada apa?" tanya Fauzan dengan ekspresi panik.
"Loe enggak liat Tania kesurupan," ucap Karina sambil memegang tangan Tania.
"Pembunuh dia pembunuhhhh!" teriak Tania dengan suara sangat lantang.
"Gue enggak percaya dia bener-bener kesurupan paling-paling cuma tipuaan semata," ucap Fauzan.
"Zan,kalau loe disini enggak ngrbantuin mending loe balik ke regu loe," ucap Aline agak ketus.
"Jadi beneran Lin? ya maaf orang dia aja enggak papa kok tadi," ucap Fauzan sedikit merasa bersalah.
"Ini semua itu gara-gara loe kalau loe enggak nyumpahin Tania kesurupan dia enggak bakal kesurupan kayak gini," ucap Sovia
"Gue enggak bermaksud nyumpahi kok,"ucap Fauzan.
"Udah-udah jangan pada ribut mending sekarang kita mikirin cara supaya Arwah yang ada di tubuh Tania keluar," ucap Aline yang dari tadi memegang tangan Tania dengan kuat.
Happy reading semuaa🤗.
Jangan lupa like dan vote🙏.
Mohon maaf belum bisa update setiap hari.
Tunggu terus ya kelanjutannya ❣️.
__ADS_1