Dosen Gaib

Dosen Gaib
118.Justin dan anak buahnya terjebak


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir di novel sebelah" Dear Jaka" aku tunggu ya thank you 🙏.


“Berarti dari sini masih jauh ya?” tanya Aline


dengan nada pelan.


“Ya lumayan neng,tapi enggak terlalu jauh asal cari jalan alternatif,” ucap Montir tersebut dengan nada sunda.


“Gimana,lin?Takutnya nanti kita salah alamat udah jauh-jauh ke sana eh,malah salah alamatnya belum lagi kalau orang-orang yang kita cari eh,malah enggak ada berasa di phpin tau enggak,” gerutu Raisa dengan wajah masam.


“Lebay loe sa,” ucap Fauzan dengan nada datar.


“Ini udah selesai neng,” ucap Montir tersebut dengan nada sunda sambil memasukkan alat-alat kerjanya.


“Udah selesai ya terima kasih ya kang,udah mau jauh-jauh dateng ke sini buat pasang ban ini uangnya kang,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Hatur nuwun neng,semoga cepat sampai ke tujuan dengan keadaan selamat,” ucap Montir tersebut dengan nada  sopan.


“Iya kang,aamiin,” ucap Aline sambil tersenyum.


Montir itu pun pergi meninggalkan lokasi saat ia melangkah montir tersebut merasa ada yang ia senggol sesaat,namun dia tidak tau apa yang ia senggol.Seketika ia menatap Aline,Raisa,dan Fauzan dengan tatapan aneh.Sementara itu Lili nampak tertawa geli melihat ekspresi montir tersebut yang terlihat seperti orang bingung.


“Kenapa,kang?” tanya Aline dengan nada pelan.


“Eh,enggak papa neng,cuma tadi ngerasa nyenggol sesuatu mungkin perasaan saya aja saya duluan ya,” ucap Montir tersebut dengan ekspresi salah tingkah dan berlalu


“Nyenggol?Mungkin dia nyenggol Lili atau Almh.Bu Rossa,” ucap Aline sambil tersenyum dan melirik kearah Lili.


“Maaf kak,cuma iseng-iseng,” ucap Lili sambil tertawa kecil.


“Li,ibu kan udah pernah bilang jangan ngangguin orang kamu ini ya ngeyel,” ucap Almh.Bu Rossa sambil mencubit


pipi anaknya.


“Bodo amat dia mau nyenggol Almh.Bu Rossa atau Lili ya penting sekarang ban sudah terpasang dan sekarang kita cus ke alamat itu,” ucap Raisa dengan penuh semangat.

__ADS_1


“Ya udah kita berangkat sekarang semoga aja enggak ada halangan,” ucap Aline dengan penuh harap.


Aline,Raisa,Fauzan,Lili,dan Almh.Bu Rossa pun masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanan.Di rumah Luna Arine masih dirundung rasa takut yang luar biasa karena di luar ada sosok yang ia takuti dan ia benci yaitu Kak Justin.Air mata terus membasahi pipi manis Arine.Di luar Justin terus menggedor-nggedor pintu dengan sangat kencang sambil menyuruh Arine untuk keluar.


“Ya allah aku mohon perlindunganmu ampuni hamba bila baru kali ini hamba meminta pertolongan,” batin Arine dengan penuh harap.


“Cepat keluar rin,aku tau kamu ada di dalam dari pada aku dobrak pintunya,” ucap Justin dengan nada ketus.


“Ya allah SWT aku harus bagaimana?Aku enggak mau di tangkap lagi sama orang itu walaupun aku masih mencintainya,” batin Wulan dengan muka panik.


Arine memilih terdiam dan tidak berbicara sepatah katapun dan memikirkan cara agar Justin pergi dari rumah Luna.Seorang bapak-bapak setengah paru baya sedang yang kebetulan lewat  melihat tiga orang menggedor-nggedor pintu rumah Luna dan Pak Ali dengan cukup kencang.Bapak-bapak itu pun menghampiri ketiga orang tersebut dengan tatapan curiga terutama pada pemuda bertopi dan memakai masker.


“Permisi,ini pada cari siapa?” tanya bapak-bapak tersebut dengan tatapan sedikit curiga.


Justin dan dua anak buahnya nampak sangat kaget dengan kehadiran bapak-bapak mereka nampak salah tingkah dan terlihat bingung.


“Eeee gini pak,kita mau cari penghuni rumah ini,” ucap salah satu anak buah Justin dengan nada terbata-bata.


“Ohh Pak Ali sama anaknya Luna  kalau boleh tau ada keperluan apa ya?” tanya Bapak-bapak tersebut dengan nada pelan.


“Kenapa harus ada bapak-bapak ini sih,harus jawab apa ya supaya dia cepet pergi dari sini,” batin Justin dengan wajah panik.


“Kita maauuu ketemu sama Pak Ali karena ada hal yang ingin kita bicarakan,” ucap salah satu anak buah dengan nada  terbata-bata.


“Biasanya jam segini Pak  Ali kerja di pabrik terus anaknya sekolah biasanya pulangnya siang kalau enggak sore kalau boleh tau kalian-kalian ini dari mana?” tanya bapak-bapak tersebut dengan nada pelan dan melangkah duduk di kursi teras.


“Astaga,ini bapak-bapak malah duduk di situ pakai acara nanya-nanya dari mana segala,” batin Justin dengan wajah panik.


“Kita jawab apa boss?” tanya salah satu anak buah bertubuh kurus dengan nada pelan.


“Ini gue juga lagi mikir,” sahut Justin dengan  nada pelan.


“Kitaa dariii Jakarta  pak,cuma beberapa waktu yang lalu kita tinggal sementara di rumah kosong dekat warung sembako,” ucap Justin dengan nada pelan.


Arine mendengar Kak Justin dan anak buahnya berbicara dengan seseorang ia pun sedikit lega dengan kehadiran orang itu.Arine pun menguping pembicaraan Kak Justin dengan seseorang tersebut dari balik korden jendela rumah Luna terlihat Kak Justin dan anak buahnya sedang berbicara dengan seorang bapak-bapak setengah paruh baya.


“Alhamdullilah ada orang setidaknya gue masih aman semoga aja orang itu bisa buat Kak Justin dan orang-orang itu pergi,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Oh iya saya baru ingetbeberapa kali saya liat kalian di rumah kosong itu.Ini saya numpang duduk soalnya capek banget habis dari pasar,” ucap Bapak-bapak tersebut sambil mengelap keringatnya.

__ADS_1


“Boss,gimana?Ini orang malah duduk di situ rencananya kita mau nangkep si Arine,” bisik salah satu anak buah bertubuh gemuk.


“Apa kita usir aja ini orang?” tanya salah satu anak buah bertubuh kurus dengan nada pelan tepat ditelinga Justin.


“Jangan ngepas ke telinga juga sebenarnya mau ngusir dia,tapi secara halus,” ucap Justin dengan nada pelan.


“Yess,itu bapak-bapak  ngajak ngobrol Kak Justin dan anak buahnya yang lama ya pak,kalau perlu bikin mereka out dari sini,” ucap Arine dengan nada cukup gembira ia masih mengintip dari balik gorden jendela rumah Luna.


Bapak-bapak itu enggan pergi dari tempat dan terus mengajak Justin dan anak buahnya berbincang-bincang bahkan bapak-bapak tersebut menyinggung masalah buronan yang sekarang sedang viral dimana-mana ia juga menyebutkan bahwa buronan tersebut seorang mahasiswa berwajah tampan  Universitas di Jakarta  dan terkenal dengan prestasinya.Bapak-bapak itu pun tidak sungkan memperliatkan wajah buronan yang sudah beredar di social media ke Justin dan anak buahnya.


“Aduh!Ternyata foto gue udah terpampang di social media jangan sampai bapak-bapak ini curiga kalau orang yang ada di foto itu adalah gue,” batin Justin dengan muka panik.


Suara bising kendaraan menemani perjalanan Aline,Raisa,Fauzan,Lili,dan Almh.Bu Rossa menuju alamat yang mereka cari.Selain bising jalanan juga cukup macet hingga sedikit menghambat perjalanan l Aline,Raisa,Fauzan,Lili,dan Almh.Bu Rossa.Aline nampak menatap ke arah Almh.Bu Rossa untuk menanyakan suatu hal.


“Bu,saya mau tanya nama mantan suami dan anak sulung siapa ya?Soalnya saya cuma tau ”tanya Aline dengan nada pelan.


“Nah,iya itu namanya siapa enggak mungkin kan kita cari-cari orang enggak tau nama sama ciri-cirinya,” ucap Raisa yang tiba-tiba nerocos saat Aline dan Almh.Bu Rossa dengan nada cukup ngegas.


“Santai dong sa,jangan motong pembicaraan orang,” ucap Fauzan dengan nada tegas sambil melirik ke arah Raisa lewat kaca yang ada di dalam mobil.


“Iya sa,ini gue baru inget udah dong jangan cemberut melulu nanti gue beliin oleh-oleh yang banyak,” ucap Aline sambil tersenyum.


“Namanya Pak Ali Husein dan anak bungsu saya sulung namanya Luna Nada Rinjani.Mantan Suami ibu dulu seorang pegawai di sebuah perusahanan,sedangkan anak sulung saya sekarang berusia 17 tahun," ucap Almh.Bu Rossa dengan nada pelan.


"Berarti Luna seumuran dengan Arine bu, terakhir kali ketemu sama mereka kapan?" tanya Aline dengan nada pelan.


"Sudah lama lin, seingat ibu waktu perceraian Ibu dan mantan suami saya mereka juga enggak tau kalau ibu dan LiLi udah enggak ada," ucap Almh.Bu Rossa dengan mata berkaca-kaca.


"Iya kak,aku kangen banget sama ayah dan kakak," ucap Lili dengan wajah termenung.


"Sabar ya Bu Rossa,Lili insyallah enggak lama lagi kalian bisa ngeliat orang-orang yang kalian cari," ucap Aline sambil tersenyum.


Justin dan dua anak buahnya masih terjebak di rumah Luna dan terus di ajak bicara oleh bapak-bapak tersebut hingga tak terasa waktu sudah siang.Aline,Raisa,Fauzan, Lili,dan Almh


Bu.Rossa melanjutkan perjalanan karena sudah tidak macet dan Mereka terus menyusuri jalanan hingga sekarang mereka berada di suatu tempat.


Justin dan anak buahnya masih terjebak dengan bapak-bapak itu? Kira-kira dia bisa enggak ya bikin bapak-bapak itu pergi?Terus Aline dkk di suatu tempat di mana ya?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote 🙏 thank you 🙏.


Untuk kesalahan-kesalahan akan saya revisi besok.


__ADS_2