Dosen Gaib

Dosen Gaib
115.Pertemuan Pak Ali dengan Arine dan tempat menginap Aline dkk.


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir di novel sebelah" Dear Jaka" thank you 🙏.


“Na,kamu nunggu siapa?” tanya Arine sambil melangkah menghampiri Luna yang masih bolak-balik di depan rumah dan duduk di kursi


depan.


“Aku nunggu ayahku rin,jam segini kok belum  pulang ya,” ucap Luna dengan wajah sedikit


panik.


“Ohh mending nunggu di dalam aja takutnya nanti Kak Justinvdan orang-orang itu lewat sini dan ngeliat kita,” ucap Arine sambil


clingak-clinguk memperhatikan suasana.


“Kak Justin?Jadi,nama penculik


ganteng itu Kak Justin?” tanya Luna sambil melangkah menghampiri Arine dan


menatap Arine dengan tatapan penasaran.


“Ternyata kamu terpesona jugabsama dia iya namanya Kak Justin,” ucap Luna dengan nada pelan.


“Ya mau gimana lagi soalnyavganteng,tapi sayang seorang penculik kok kamu bisa tau namanya?” tanya Luna dengan ekspresi malu-malu.


“Nanti aku jelasin lun,di dalem kita


masuk aja yuk sumpah aku takut banget,” ajak Arine dengan muka cemas dan nada


suara pelan.


Luna pun menyetujui perkataan Arine saat mereka melangkah masuk terdengar suara langkah kaki yang membuat mereka berdua ketakutan yang ada dalam pikiran Arine suara langkah tersebut adalah Kak Justin orang yang pernah ia cintai hingga membuat hubungannya dengan kakaknya renggang.Suara itu semakin dekat dan dekat.


“Aaaaaaaaaaa,” teriak Arine dengan suara cukup kencang.


“Ini ada apa?” tanya seseorang yang ternyata Pak Ali ayah Luna dengan ekspresi muka heran.


“Astaga,ternyata ayah aku kiravsiapa,” ucap Luna dengan ekspresi lega.


“Ayah mau bicara sama kamu,” ucap


Pak Ali dengan nada suara tegas.


Pak Ali,Luna,dan Arine pun masuk ke rumah mereka duduk di sofa sederhana.Suasana saat ini sangat hening dan menegangkan tak biasanya Pak Ali menatap Luna dengan ekspresi seperti itu dengan posisi beriri.Luna terlihat sangat tegang dan bingung sampai menggigit bibirnya sementara Arine juga ikut tegang dan hanya menunduk.Pak Ali pun duduk di sofa dan memulai pembicaraan.

__ADS_1


“Apa benar tadi kamu bolos saat


jam istirahat?” tanya Pak Ali dengan nada suara tegas dan tatapan sedikitbmenakutkan.


“Aduh!Habislah riwayat aku kok


bisa ya ayah tau kalau tadi aku bolo?,” tanya Luna dengan ekspresi panik sambil


menggigit bibirnya dalam hati.


“Kok kamu diem aja ayo jawab yang sejujurnya,” ucap Pak Ali dengan nada suara meninggi.


“I-Iyaa yah,maafin Luna ya,tapi Luna ada alasan kok kenapa aku bolos,”ucap Luna dengan nada terbata-bata sambil


menunduk.


“Astagfirullah ayah enggak nyangka kalau kamu beneran bolos.Tadi wali kelas kamu nelefon ayah katanya kamu tiba-tiba enggak ada di kelas di jam pelajaran ke 4 seharusnya kamu mikir resikonya apa kalau kamu bolos kalau kayak gini yang rugi siapa ya kamu” ucap Pak Ali dengan ekspresi kecewa dan dengan nada suara tinggi.


Air mata Luna perlahan membasahi pipi manisnya setelah mendengar perkataan ayahnya.Arine sangat bersalah karena


dia Luna jadi kena marah ayahnya perlahan Luna mendonggak dan menatap Pak Ali yang


sedang meredam amarah pada Luna.


“Ini semua salah saya om,kalau mau marah ke saya aja jangan ke Luna,” ucap Arine dengan nada pelan.


“Nama dia Arine yah,gadis yang di


sekap di bangunan itu yang aku curigai selama ini,” ujar Luna yang langsung menatap ayahnya.


“Nama saya Arine Dewi Sanjaya om,apa yang di bilang Luna benar saya udah di sekap beberapa hari di bangunan kosong itu dan anak om yang udah nyelamatin saya,” ucap Arine sambil tersenyum manis.


“Astagfirullah jadi,ini alasan kenapa kamu bolos?Seharusnya kamu ngomong dulu sama ayah Lun,kan ayah bisavbantu kalian berdua baik-baik aja kan?” tanya Pak Ali yang tadi mukanya cukup menakutkan berubah menjadi cemas.


“Alhamdullilah kita baik-baik aja maafin Luna ya yah,Luna janji enggak bakal ngulangin lagi,” ucap Luna sambil memeluk ayahnya.


“Iya om,kita baik-baik aja kok,”ucap Arine sambil tersenyum.


“Saya mau tanya sama kamu kok bisa kamu di culik sampai di sini?” tanya Pak Ali dengan ekspresi heran.


“Jadi gini ceritanya om,” ucap Arine sambil mengambil ancang-ancang untuk menjawab pertanyaan Pak Ali.


Aline,Raisa,Fauzan,Lili dan Almh.Bu Rossa sudah sampai di Bogor tepat pukul 19.00 WIB ekspresi lelah sudah tidak bisa di hindarkan lagi mereka sudah memutuskan untuk menginap di penginapan yang sudah di pesan lokasinya tak jauh dari kebun raya bogor


sekarang mereka dalam perjalanan menuju lokasi penginapan di tengah gelapnya malam


dan semilirnya angin jalan tak terasa mereka sudah sampai di lokasi penginapan tanpa lama-lama mereka pun keluar dari dalam mobil sambil menurunkan mini koper

__ADS_1


dan beberapa barang yang mereka bawa.


“Akhirnya sampai juga,” ucap Raisa dengan ekspresi senang.


“Yuk gyus kita masuk,” ucap Aline sambil melangkah masuk ke dalam penginapan yang terlihat sederhana dan tidak terlalu luas karena harganya pun juga murah.


“Lin,sini koper kamu biar aku bawa aja pasti kamu capek,”tawar Fauzan sambil tersenyum ke arah Aline.


“Ekhem…ekhem ini udah malem ngebucinnya besok lagi,”ucap Raisa sambil memegang lehernya.


“Aku bisa bawa sendiri kok zan,makasih udah nawarin bantuan,” ucap Aline dengan ekspresi tersenyum dan berjalan masuk.


“Kira-kira sampai kapan ya gue harus


nunggu kepastian dari Aline?Kenapa gue jadi mikirin ini sekarang harus focus


mikirin hal lain kayaknya  gue benar-benar suka sama Aline,” batin Fauzan sambil menepuk-nepuk kepalanya.


“Ayo masuk zan,ngapain bengong,”


ucap Raisa sambil menepuk pundak Fauzan hingga menganggetkannya.


Mereka pun masuk ke penginapan tersebut diikuti Lili dan Almh.Bu Rossa.Hari semakin malam dan sunyi di rumah Luna Arine sedang


menceritakan kronologi penculikannya.Dia mengatakan bahwa orang yangmenculiknya adalah Kak Justin,laki-laki yang pernah ia cintai hingga membuatnya tergila-gila,namun kenyataannya Kak Justin mencintai kakaknya,Aline.Dia di culik oleh dua orang pria dan setelah ia sadar ia sudah di Bogor.Belum selesai Arine menjelaskan pembicaraannya sudah di potong.


"Ya ampun jadi,kamu pernah suka sama penculik ganteng itu terus kakak kamu nerima dia?" tanya Luna dengan ekspresi tidak percaya dan syok.


"Nak,kalau lagi ada orang yang ngomong jangan terbiasa memotong pembicaraan ayo di teruskan lagi," ucap Pak Ali dengan nada suara pelan.


"Ya maaf yah,habisnya aku kaget denger cerita dia sekaligus penasaran," ucap Luna nada pelan.


"Kakak aku enggak terima dia na,karena katanya Kak Justin itu pembunuh jujur sampai sekarang aku belum percaya dan karena itulah dia dendam sama kakakku dan nyulik aku," ucap Arine sambil berkaca -kaca.


"Astaghfirullah pembunuh jujur ini saya bingung harus percaya atau tidak,tapi kalau benar ini sudah sangat kriminal," ucap Pak Ali nada pelan sambil geleng-geleng kepala.


"Ya ampun kok aku enggak nyangka ya rin,ini bisa jadi pembelajaran buat kamu supaya lebih hati-hati lagi jangan sampai karena rasa suka kamu sama seseorang malah merugikan orang lain," ucap Luna dengan wajah tidak percaya.


"Iya nak,jangan kita melihat orang itu dari luarnya saja,tapi dari dalamnya juga orang yang terlihat baik di depan belum tentu baik di dalam," sambung Pak Ali dengan nada pelan.


"Makasih om,lun jujur aku nyesel banget enggak dengerin omongan kakakku," ucap Arine sambil tersenyum.


Luna pun memeluk Arine dengan hangat dan meminta izin pada ayahnya agar Arine diizinkan untuk menginap di rumahnya.Pak Ali pun mengangguk tanda bahwa ia setuju.Di tempat berbeda Justin benar-benar emosi karena kedua anak buahnya belum berhasil menemukan Arine dan gadis itu.


Akankah Arine tertangkap lagi? Bagaimana kelanjutan misi Aline dkk?Akankah ia bertemu dengan Arine atau malah bertemu dengan Justin?


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.


__ADS_2