Dosen Gaib

Dosen Gaib
21.Menghilangnya surat misterius


__ADS_3

Sementara itu Aline dan teman-temannya masih berdiskusi.


"Jadi nanti malem Kita harus kompak enggak boleh lemes." ucap dengan penuh semangat.


"Kalau gue mah dari tadi semangat."ucap Raisa dengan penuh semangat


"Oke,lin."ucap Karina.


"Gue kok takut ya soalnya disini katanya banyak hantu." ucap Sovia.


"Udah,sov enggak papa enggak usah takut." ucap Tania.


"Bener tuh enggak usah takut kan ada Aline dia kannnn." ucap Raisa namun terpotong.


"Apa,sa?" tanya Karina.


"Aduh Raisa kenapa bisa keceplosan gini,sih." ucap Aline dalam hati.


"Loe kok diem aja,sih." ucap Sovia sambil menatap Raisa.


"Jangan-jangan Aline Ironman." ucap Tania sambil tertawa.


"Hahahaha masak si Aline Ironman." sambung Karina yang ikut tertawa.


"Untung aja si Tania enggak tau yang sebenarnya." ucap Aline dalam hati.


"Hahahaha maksud gue dia tuh kan enggak takut sama hantu bukan Ironman." ucap Raisa sambil tertawa.


"Ya Ampun gue manusia kali bukan Ironman." Tawa Aline.


"Seru banget,nih kayaknya dari tadi gue perhatiin ngobrol melulu ngomongin gue ya." ucap Fauzan dengan percaya diri.


"Eh,zan ge-er banget sih loe siapa juga yang ngomongin loe." ucap Sovia.


"Loe ngapain,sih kesini kita beda regu." ucap Raisa.


"Suka-suka gue dong mau ke sini kesana." ucap Fauzan.


Aline tiba-tiba menyeret Fauzan dan membuat Fauzan kebingungan.


"Lin,kita mau kemana?" tanya Fauzan penuh keheranan.


"Udah ikut gue." ucap Aline sambil terus menyeret tangan Fauzan.


Mereka berdua pun berhenti didekat toilet dengan latar depan pepohonan rimbun.


"Kok berhenti sini,sih?" tanya Fauzan.


"Gue mau ngasih tau sesuatu tapi loe jangan teriak-teriak." bisik Aline.


"Mau ngasih tau apa?"" tanya Fauzan.


"Ini." ucap Aline sambil menyodorkan selembar kertas misterius.


"Apaan,nih surat cinta?" tanya Fauzan.


"Bukan,zan." bisik Aline.


"Terus apa apa jangan-jangan dari Kak Justin?" tanya Fauzan.


"Bukannn mending sekarang loe bukak daripada loe makin mengada-ada." ucap Aline.


"Iya-iya tapi kok gue merinding ya." ucap Fauzan.


Ditengah lapangan Kak Justin nampak memberikan instruksi dan para peserta Kemah.


"Sore teman-teman semua harap ke sumber suara ada beberapa hal-hal yang ingin saya sampaikan." ucap Kak Justin dengan suara lantang.


"Eh,zan kayaknya ada instruksi mending kita ke sumber suara yuk." ucap Aline.


"terus ini gimana?" tanya Fauzan sambik menunjuk surat misterius tadi.


"Udah mending loe bawa dulu suratnya nanti yang bukak." ucap Aline sambil bergegas pergi ke sumber suara.


"Gue buang aja,deh daripada ada apa-apa." ucap Fauzan sambil membuang surat misterius itu.


"Tapi kalau Aline nanyain gimana ya? ah bodo amat." ucap Fauzan sambil bergegas pergi ke sumber suara

__ADS_1


Surat yang dibuang Fauzan pun tiba-tiba mengeluarkan darah segar dan menghilangkan secara misterius..


"Gyus yuk kita ke sumber suara." ajak Tania.


"Tunggu Aline dulu." ucap Sovia.


"Iya,tan dia kan ketua." ucap Karina.


"Paling bentar lagi balik." ucap Raisa.


Aline pun datang dengan terburu-buru.


"Mucuk dicinta ulan pun tiba yang lagi diomongin akhirnya muncul." ucap Raisa.


"Gyuss tadi kayaknya ada instruksi yuk kita langsung ke sumber suara." ucap Aline.


"Bukan kayaknya lagi tapi emang iya." ucap Raisa.


"Dari mana aja,sih lama banget?" tanya Tania.


"Tadi ada hal penting yang gue omongin sama Fauzan." ucap Aline.


"Ohh gitu ya udah,Lin." ucap Sovia.


"Dari tadi sikapnya Aline dan Raisa aneh banget gue jadi curiga kalau mereka merencanakan sesuatu." ucap Tania dalam hati.


"Ini kita jadi enggak ke sumber suara takutnya nanti dimarahin?" tanya Karina.


"Oh iya ya udah yuk ngapain kita masih ada disini." ucap Aline.


Mereka pun ke sumber suara.Rupanya Kak Justin memberi instruksi untuk mengumpulkan kayu-kayu,ranting yang para peserta bawa dan masing-masing regu membawa 5 barang kayu atau ranting.


"Gyuss mana kayunya ?" tanya Aline.


"Bukannya Karina yang bawa ya?" tanya Raisa.


"Hehehehe maaf ya gue lupa bawa habisnya besar-besar kayunya." ucap Karina dengan ekspresi bersalah.


"Harusnya loe tanggung jawab dong kalau udah kagak gimana kita juga yang bakal kena." ucap Tania penuh emosi.


"Iya gue mikirnya juga kayak gitu." ucap Sovia.


"Iya-iya gue tau gue salah gue bener-bener minta maaf." ucap Karina.


Kak Justin tiba-tiba menghampiri regu Aline.


"Lin,mana kaya atau ranting regu kamu kamu enggak mungkin lupa kan?" tanya Kak Justin dengan nada lembut.


"Lin,loe aja yang ngomong." bisik Tania.


"Eeee sebelumnya maaf kak kita lupa bawa kayunya." ucap Aline secara pelan-pelan.


"Maafin kita ya,kak." ucapTania, Sovia,dan Raisa.


"Ini sebenarnya salah saya,kak saya yang lupa bawa." ucap Karina dengan perasaan campur aduk.


Tidak ada angin tidak ada hujan Jennie pun menghampiri mereka.


"Kalian gimana,sih kalau dikasih penjelasan ya dijalanin." ucap Kak Jennie dengan emosi.


"Loe ngapain disini?" tanya Justin.


"Ya aku disini mau ngecek mau bantuin kamu soalnya kamu sendirian." ucap Jennie.


"Kak Jennie ngikutin Kak Justin melulusebel gue." ucap Raisa.


"sstt kalau ngomong itu dijaga." bisik Aline.


"Ya udah kali ini saya maafin tapi lain kali jangan teledor Kalian bisa cari kayunya dibelakang kampus ada kok." ucap Kak Justin.


"Makasih ya kak udah dimaafin." ucap Tania senang dan lega.


Aline yang mendengar perkataan Kak Justin hanya bisa tersenyum.


"Kak Justin bukan cuma ganteng tapi juga baik jadi makin kagum." ucap Aline dalam hati.


"Ya ampun Kak Justin baik banget makasih ya,kak udah di maafin." ucap Raisa.

__ADS_1


"Ih sok baik banget Kak Justin." ucap Fauzan dari kejauhan.


"Loe kenapa,zan Iri?" tanya salah satu teman seregu Fauzan.


"Ya enggak lah ngapain gue iri." ucap Fauzan dengan percaya diri.


"Santai dong gitu aja emosi." ucap salah satu teman seregu Fauzan.


"Jus,kok kamu maafin mereka?" tanya Kak Jennie.


Justin tidak menggubris omongan Jennie.


"Ih kok gue dicuekin." ucap Kak Jennie dalam hati.


"Ya udah,kak nanti aku sama temen-temen ambil di belakang kampus." ucap Aline.


"Hati-hati lho ya kalau ambil dibelakang kampus." ucap Kak Justin yang secara tidak langsung memberi perhatian ke Aline.


"Cie-cie ada yang diperhatiin,nih."bisik Raisa.


Kak Justin pun kembali ke depan dan menjelaskan kembali tentang kegiatan nanti malam begitu pula Jennie,namun dia disaat dia bergegas ke depan dia menatap Aline dengan sinis.Mereka pun dibubarkan dan kembali ke tenda masing-masing.


"Apaan,sih loe kayak gitu dicie-cie." ucap Aline dengan nada sewot.


Instruksi pun selesai Dan mereka akan berkumpul lagi pada pukul 20.00 WIB untuk game dan api unggun.


"Gue lihat-lihat Kak Justin kayaknya naksir sama loe,Lin." ucap Sovia.


"Ya enggak mungkin lah kak Justin naksir sama gue ada-ada aja loe." ucap Aline dengan muka yang tersipu malu dan memerah.


"Mungkin aja,Lin yang namanya jatuh cinta itu bisa kapan aja." sambung Tania.


"Gyuss gue minta maaf ya soal kejadian tadi." ucap Karina dengan ekspresi bersalah.


"Enggak papa,rin jadiin pelajaran aja." ucap Aline sambil mendekati Karina.


"Enggak papa,rin gue juga minta maaf tadi gue sempet marah-marah sama loe " ucap Tania.


"Iya santai aja,Rin." ucap Sovia.


"Enggak papa,kok rin santai." ucap Raisa sambil merangkul bahu Karina.


"Makasih ya semua walaupun kita baru kenal tapi gue ngerasa lumayan nyaman sama kalian." ucap Karina sambil tersenyum menatap teman-temannya.


"Kalau kita orang yang baru kenal malah kayak udah kenal lama ni contohnya gue sama Raisa." ucap Aline sambil tersenyum ke arah Raisa.


"Eh btw ini siapa yang ngambil kayunya?" tanya Tania.


"Oh iya gimana kalau gue aja." ucap Aline.


"Loe sendiri,Lin?" tanya Karina.


"Ya kalau salah satu dari kalian mau nemenin boleh kok." ucap Aline.


"Hehehe,lin gue enggak dulu ya lagi mager." ucap Raisa.


"Mager apa takut,sa." bisik Aline.


"Dua-duanya,sih." bisik Raisa.


"Gue aja yang nemenin ya sekalian buat nebus kesalahan." ucap Karina.


"Ya udah Karina aja,Lin." ucap Sovia.


"Beneran,rin?" tanya Aline.


"Iya beneran,lin." jawab Karina.


Aline dan Karina pun pergi ke belakang kampus untuk mencari kayu-kayu atau ranting-ranting pepohonan.


Happy Reading semua 🤗.


Jangan lupa like dan vote.


Ditunggu kritik dan sarannya🙏.


Maaf ya kalau masih banyak kekurangan 🙏.

__ADS_1


__ADS_2