Dosen Gaib

Dosen Gaib
77.Menjebak Kak Justin


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Maaf masih banyak kekurangan 🙏.


Mendengar pernyataan Aline wajah Jennie sedikit panik dia langsung melangkahkan kakinya untuk kabur.Namun usaha itu gagal dengan sigap Aline memegang pergelangan


Tangan Kak Jennie.Raisa dan Fauzan pun ikut memegang pergelangan tangan Kak


Jennie.Kak Jennie nampak panik dan berusaha melepaskan pergelangan tangan.


“Mending kakak ngomong yang sebenarnya sebelum kesabaran aku habis,”bentak Aline dengan nada tinggi.


“Kalian kepo banget ya kalau pengen tau cari tau sendiri sekarang kalian lepasin tangan


gue,”sahut Kak Jennie dengan nada santai.


“Kayaknya percuma deh,Kak Jennie enggak bakal kasih tau,”ucap Raisa sembari terus


memegang pergelangan tangan Kak Jennie.


“Ya udah kalau kakak enggak mau kasih tau kita sekap aja dia dikampus biar ditemeni


setan wkwkwkwwkw,”sambung Fauzan sambil terus memegang tangan Kak Jennie.


“Jangan zan,Raisa saat nya gue pakai rencana gue yang kemarin gue sama Fauzan jaga Kak Jennie ini telefon gue  sini gue bisikin,”bisik Aline pada Raisa.


Aline pun membisikkan sesuatu pada Raisa.Kak Jennie nampak penasaran dan mencoba untuk mendengar bisikan Aline ke Raisa.Fauzan tidak akan membiarkan hal itu  terjadi dia  langsung menarik Kak Jennie.


“Oooooo gitu ya lin,gue paham,”ujar Raisa sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya ke luar.


“Jujur kak loe itu cantik menarik,tapi sayang hatinya busuk,”ujar Fauzan sembari terus memegang pergelangan tangan Kak Jennie


“Yang tau hati gue itu gue jadi,loe enggak sok tau mending sekarang loe lepasin,”ujar Kak


Jennie agar dilepaskan.


“Enak aja minta dilepasin pembunuh kayak loe itu enggak akan gue lepasin,”sahut Fauzan


dengan muka serius.


“Aduhhh,gimana caranya supaya gue bisa lepas dari temen cewe aneh ini semoga aja mereka enggak tau kalau Justin juga pembunuh Almh.Bu Rossa,”batin Kak Jennie.


“Kakkk,aku masih enggak nyangka kalau kakak adalah otak kematian Almh.Bu Rossa


apa kakak enggak mikir kedepannya kayak gimana?”Tanya Aline dengan nada emosi.


“Heh!Loe enggak pernah masa lalu gue itu kayak apa,jadi jangan sok-sok nasihatin

__ADS_1


orang,”sahut Kak Jennie dengan nada emosi


“Zan,kita bawa Kak Jennie ke ruangan kemarin dilantai tiga,”gumam Aline pada Fauzan sambil terus memegang pergelangan tangan Kak Jennie.


Aline dan Fauzan pun membawa Kak Jennie ke sebuah ruangan di lantai 3 secara paksa.Di


tempat berbeda


Raisa keluar kampus untuk menghubungi Kak Justin agar ia datang ke sini.Suasana


kampus saat itu sangat sepi dan sunyi karena tidak ada kendaraan yang belalu Lalang.Raisa berdiri di dekat gerbang kampus untung saja tidak ada petugas yang menjaga.Petugas yang biasa menjaga kampus sepertinya sedang berpatroli.Aline mengamati situasi dan kondisi terlebih dahulu.Setelah dirasa aman ia meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan menelfon Kak Justin.  Di tempat berbeda Kak Justin sedang diparkiran motornya dan mondar-mandir tidak jelas dengan ekspresi kebingungan.


“Keadaan Arine gimana?Dia sudah sadar apa belum?Kenapa gue jadi khawatirin dia gini ya?”Tanya Kak Justin pada dirinya sendiri.


Arine masih  terbaring di sofa dan masih tidak sadarkan diri.Beberapa saat kemudian tangan Arine nampak bergerak-gerak perlahan mata sipitnya terbuka.Arine sudah sadar  dan perlahan-lahan mendudukkan tubuhnya.Wajah Arine nampak kebingungan dan berusaha mengingatkan sesuatu.


“Gue tadi kenapa ya?Oooo iya tadi gue sama Kak Justin,tapi sekarang Kak Justin kemana


ya?”Tanya Arine kebingungan.


Arine keluar dari ruang tamu dan menuju pinggir kolam renang untuk mengetahui acara


pestanya berantakan.Betapa kagetnya Arine melihat pestanya hancur berantakan semua makanan dan minuman hancur berantakan serta dekor-dekor hancur berserakan.Arine berjalan menyusuri pinggir kolam.Arine mencari keberadaan Kak Justin,namun sayang orang yang ia  cari tidak ada.


“Astaga,ini kenapa jadi kayak gini?Pasti ini gara-gara Kak Aline oh ya Kak Justin kemana ya?”Tanya Arine dengan ekspresi kebingungan sembari membereskan barang-barang yang berserakan.


“Astaga,dia udah sadar males banget ngladenin dia,”gumam Kak Justin dengan muka kesal.


“Kak Jus,aku mohon tolong terima cinta aku,”tangis Arine dalam pelukan Arine.


“Lepasin rinnn,”ucap Arine dengan nada emosi dan mendorong tubuh Arine dengan sedikit kasar.


“Hiks..Kak,aku akan nuruti semua perintah Kak Justin asal Kak Justin mau nerima aku,”pinta Arine dengan air mata yang cukup deras membasahi pipi.


“Sorry gue enggak bisa rin,gue cuma anggep loe sebagai adik enggak lebih,”tolak Kak Justin dengan tatapan cukup tajam serta dengan nada sedikit emosi.


Drrttttt….


Terdengar Ponsel seseorang rupanya itu ponsel milik Kak Justin.Kak Justin pun memeriksa ponselnya.Terlihat senyum simpul dari bibirnya ketika menerima telefon dari Aline.Kak Justin pun langsung mengangkat  telefon itu dihadapan  Arine.Arine sangat kesal melihat Kak Justin tersenyum saat menerima telefon tersebut.Dalam hatinya dia ingin sekali mengambil dan membanting ponsel milik Kak Justin.


“Hallo lin,kamu dimana?”Tanya Kak Justin dengan ekspresi khawatir.


“IHHH!Ternyata yang nelefon Kak Justin itu Kak Aline pokoknya aku enggak akan pernah maafin Kak Aline walaupun dia kakak kandungku,”batin Arine dengan ekspresi wajah kesal.


“Kak,ini gawat ini aku Raisa,”ucap Raisa dengan ekspresi panik.


“Ha?Raisa kok telefon Aline bisa ada dikamu?”Tanya Kak Justin keheranan.

__ADS_1


“Gimana ya kak jelasinnya yang jelas Alineeee diculik kak,”ucap Raisa dengan muka panik.


“Astaga,kok bisa Aline diculik?Sekarang kamu dimana?’Tanya Kak Justin yang mukanya langsung berubah drastic mendengar kabar Aline diculik.


“Ha?Kak Aline diculik?Kayaknya ini cuma akal-akalan Kak Aline aja buat caper sama Kak Justin,”batin Arine dengan muka sinis.


“Ini aku lagi dikampus kak,cepetan kesini ya kak nanti aku jelasin,”ucap Raisa dengan muka panik dan sambil mengamati keadaan.


“Oke-oke aku bakal kesana kamu jangan kemana-mana ya,”ucap Kak Justin sambil melangkahkan kakinya untuk mengendarai motor.


“Ya ampun ternyata Kak Justin ngampang  dikibulin padahal yang sebenarnya bukan Aline yang diculik,tapi Kak Jennie hahahhahaa,”ucap Raisa sambil tertawa karena puas berhasil  mengibuli Kak Justin.


Raisa pun menunggu kedatangan Kak Justin.Rencana Aline membawa Kak Justin ke kampus sukses.Namun Raisa harus tetap berakting seperti tadi agar Kak Justin tidak curiga.Saat dia ngin mengendarai motornya ia terhalang Arine yang terus merengek dan mencegahnya untuk menolong Aline kakaknya sendiri.Kak Justin tidak memperdulikan Arine dan meninggalkan Arine seorang diri.


“Kakkk,percaya sama aku kalau Kak Aline bohonggg,”teriak Arine dari kejauhan sambil melihat pundak Kak Justin yang lama-kelamaan menghilang dari


pandangannya


Arine nangis sesegukkan sambil melihat Kak Justin yang begitu perhatian pada Aline kakaknya sambil duduk di teras rumahnya.Pesta yang ia pikir akan berakhir bahagia malah jadi hancur berantakan seperti ini.Arine sangat kecewa dengan Aline atas kejadian malam ini.Di jalan Kak Justin nampak melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.Dia sangat khawatir dengan kondisi Aline.Tak perlu waktu lama Kak Justin untuk sampai di kampus hanya perlu waktu kurang dari 5 menit.Raisa nampak kaget dengan kehadiran Kak Justin.


“Gilaaaa  cepet Kak Justin jangan-jangan dia punya kekuatan super,”gumam Raisa dari kejauhan.


Kak Justin pun menghampiri Raisa yang dari tadi berdiri depan gerbang dengan langkah terburu-buru.Raisa pun kembali berakting seperti tadi seolah-olah Aline benar-benar diculik


“Sa,kok bisa Aline diculik?”Tanya Kak Justin dengan muka khawatir.


“Ini gimana ya jelasinnya?”Tanya Raisa dalam hati sambil sesekali melirik Kak Justin.


“Sa?Kok  diem aja?”Tanya Kak Justin sambil melambaikan tangannya ke muka Raisa.


“Eeeeee jadi gini kak ceritanya Alinee tadi tiba-tiba menghilang kak,terus kita panik dia habis itu ada telefon kalau Aline dibawa ke kampus,”ucap Raisa dengan nada sedikit terbata-bata.


“Terus sekarang Aline dimana?”Tanya Kak Justin dengan ekspresi khawatir.


“Tadi akudapat telefon katanya Aline ada  di salahsatu ruangan dikampus ini soal Fauzan aku udah nyuruh dia buat keliling sambil nyecek setiap ruangan makanya aku nyuruh datang ke sini,”ujar Raisa dengan ekspresi khawatir agar tidak membuat Kak Justin curiga.


“Aneh banget ngapain Aline dibawa ke sini,”batin Kak Justin sambil memperhatikan kondisi Kampus.


Mereka berdua akhirnya masuk ke kampus untuk menghampiri Aline,Fauzan,dan Kak Jennie.Walaupun ada rasa keraguan dalam hati Kak Justin soal kejadian yang diceritakan Raisa secara mendadak.Terlihat senyum simpul di wajah Raisa dia senang Kak Justin percaya soal Aline yang diculik.


Wah, Sepertinya rencana Aline dan kawan-kawan berhasil


😊.


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote 🙏.

__ADS_1


__ADS_2