
Happy reading semuaaa đ¤.
Maaf masih banyak kekurangan đ.
Mendengar pernyataan Aline wajah Jennie sedikit panik dia langsung melangkahkan kakinya untuk kabur.Namun usaha itu gagal dengan sigap Aline memegang pergelangan
Tangan Kak Jennie.Raisa dan Fauzan pun ikut memegang pergelangan tangan Kak
Jennie.Kak Jennie nampak panik dan berusaha melepaskan pergelangan tangan.
âMending kakak ngomong yang sebenarnya sebelum kesabaran aku habis,âbentak Aline dengan nada tinggi.
âKalian kepo banget ya kalau pengen tau cari tau sendiri sekarang kalian lepasin tangan
gue,âsahut Kak Jennie dengan nada santai.
âKayaknya percuma deh,Kak Jennie enggak bakal kasih tau,âucap Raisa sembari terus
memegang pergelangan tangan Kak Jennie.
âYa udah kalau kakak enggak mau kasih tau kita sekap aja dia dikampus biar ditemeni
setan wkwkwkwwkw,âsambung Fauzan sambil terus memegang tangan Kak Jennie.
âJangan zan,Raisa saat nya gue pakai rencana gue yang kemarin gue sama Fauzan jaga Kak Jennie ini telefon gue  sini gue bisikin,âbisik Aline pada Raisa.
Aline pun membisikkan sesuatu pada Raisa.Kak Jennie nampak penasaran dan mencoba untuk mendengar bisikan Aline ke Raisa.Fauzan tidak akan membiarkan hal itu terjadi dia langsung menarik Kak Jennie.
âOooooo gitu ya lin,gue paham,âujar Raisa sambil tersenyum dan melangkahkan kakinya ke luar.
âJujur kak loe itu cantik menarik,tapi sayang hatinya busuk,âujar Fauzan sembari terus memegang pergelangan tangan Kak Jennie
âYang tau hati gue itu gue jadi,loe enggak sok tau mending sekarang loe lepasin,âujar Kak
Jennie agar dilepaskan.
âEnak aja minta dilepasin pembunuh kayak loe itu enggak akan gue lepasin,âsahut Fauzan
dengan muka serius.
âAduhhh,gimana caranya supaya gue bisa lepas dari temen cewe aneh ini semoga aja mereka enggak tau kalau Justin juga pembunuh Almh.Bu Rossa,âbatin Kak Jennie.
âKakkk,aku masih enggak nyangka kalau kakak adalah otak kematian Almh.Bu Rossa
apa kakak enggak mikir kedepannya kayak gimana?âTanya Aline dengan nada emosi.
âHeh!Loe enggak pernah masa lalu gue itu kayak apa,jadi jangan sok-sok nasihatin
__ADS_1
orang,âsahut Kak Jennie dengan nada emosi
âZan,kita bawa Kak Jennie ke ruangan kemarin dilantai tiga,âgumam Aline pada Fauzan sambil terus memegang pergelangan tangan Kak Jennie.
Aline dan Fauzan pun membawa Kak Jennie ke sebuah ruangan di lantai 3 secara paksa.Di
tempat berbeda
Raisa keluar kampus untuk menghubungi Kak Justin agar ia datang ke sini.Suasana
kampus saat itu sangat sepi dan sunyi karena tidak ada kendaraan yang belalu Lalang.Raisa berdiri di dekat gerbang kampus untung saja tidak ada petugas yang menjaga.Petugas yang biasa menjaga kampus sepertinya sedang berpatroli.Aline mengamati situasi dan kondisi terlebih dahulu.Setelah dirasa aman ia meraih ponsel yang ada di dalam tasnya dan menelfon Kak Justin. Di tempat berbeda Kak Justin sedang diparkiran motornya dan mondar-mandir tidak jelas dengan ekspresi kebingungan.
âKeadaan Arine gimana?Dia sudah sadar apa belum?Kenapa gue jadi khawatirin dia gini ya?âTanya Kak Justin pada dirinya sendiri.
Arine masih terbaring di sofa dan masih tidak sadarkan diri.Beberapa saat kemudian tangan Arine nampak bergerak-gerak perlahan mata sipitnya terbuka.Arine sudah sadar dan perlahan-lahan mendudukkan tubuhnya.Wajah Arine nampak kebingungan dan berusaha mengingatkan sesuatu.
âGue tadi kenapa ya?Oooo iya tadi gue sama Kak Justin,tapi sekarang Kak Justin kemana
ya?âTanya Arine kebingungan.
Arine keluar dari ruang tamu dan menuju pinggir kolam renang untuk mengetahui acara
pestanya berantakan.Betapa kagetnya Arine melihat pestanya hancur berantakan semua makanan dan minuman hancur berantakan serta dekor-dekor hancur berserakan.Arine berjalan menyusuri pinggir kolam.Arine mencari keberadaan Kak Justin,namun sayang orang yang ia cari tidak ada.
âAstaga,ini kenapa jadi kayak gini?Pasti ini gara-gara Kak Aline oh ya Kak Justin kemana ya?âTanya Arine dengan ekspresi kebingungan sembari membereskan barang-barang yang berserakan.
âAstaga,dia udah sadar males banget ngladenin dia,âgumam Kak Justin dengan muka kesal.
âKak Jus,aku mohon tolong terima cinta aku,âtangis Arine dalam pelukan Arine.
âLepasin rinnn,âucap Arine dengan nada emosi dan mendorong tubuh Arine dengan sedikit kasar.
âHiks..Kak,aku akan nuruti semua perintah Kak Justin asal Kak Justin mau nerima aku,âpinta Arine dengan air mata yang cukup deras membasahi pipi.
âSorry gue enggak bisa rin,gue cuma anggep loe sebagai adik enggak lebih,âtolak Kak Justin dengan tatapan cukup tajam serta dengan nada sedikit emosi.
DrrtttttâŚ.
Terdengar Ponsel seseorang rupanya itu ponsel milik Kak Justin.Kak Justin pun memeriksa ponselnya.Terlihat senyum simpul dari bibirnya ketika menerima telefon dari Aline.Kak Justin pun langsung mengangkat telefon itu dihadapan Arine.Arine sangat kesal melihat Kak Justin tersenyum saat menerima telefon tersebut.Dalam hatinya dia ingin sekali mengambil dan membanting ponsel milik Kak Justin.
âHallo lin,kamu dimana?âTanya Kak Justin dengan ekspresi khawatir.
âIHHH!Ternyata yang nelefon Kak Justin itu Kak Aline pokoknya aku enggak akan pernah maafin Kak Aline walaupun dia kakak kandungku,âbatin Arine dengan ekspresi wajah kesal.
âKak,ini gawat ini aku Raisa,âucap Raisa dengan ekspresi panik.
âHa?Raisa kok telefon Aline bisa ada dikamu?âTanya Kak Justin keheranan.
__ADS_1
âGimana ya kak jelasinnya yang jelas Alineeee diculik kak,âucap Raisa dengan muka panik.
âAstaga,kok bisa Aline diculik?Sekarang kamu dimana?âTanya Kak Justin yang mukanya langsung berubah drastic mendengar kabar Aline diculik.
âHa?Kak Aline diculik?Kayaknya ini cuma akal-akalan Kak Aline aja buat caper sama Kak Justin,âbatin Arine dengan muka sinis.
âIni aku lagi dikampus kak,cepetan kesini ya kak nanti aku jelasin,âucap Raisa dengan muka panik dan sambil mengamati keadaan.
âOke-oke aku bakal kesana kamu jangan kemana-mana ya,âucap Kak Justin sambil melangkahkan kakinya untuk mengendarai motor.
âYa ampun ternyata Kak Justin ngampang dikibulin padahal yang sebenarnya bukan Aline yang diculik,tapi Kak Jennie hahahhahaa,âucap Raisa sambil tertawa karena puas berhasil mengibuli Kak Justin.
Raisa pun menunggu kedatangan Kak Justin.Rencana Aline membawa Kak Justin ke kampus sukses.Namun Raisa harus tetap berakting seperti tadi agar Kak Justin tidak curiga.Saat dia ngin mengendarai motornya ia terhalang Arine yang terus merengek dan mencegahnya untuk menolong Aline kakaknya sendiri.Kak Justin tidak memperdulikan Arine dan meninggalkan Arine seorang diri.
âKakkk,percaya sama aku kalau Kak Aline bohonggg,âteriak Arine dari kejauhan sambil melihat pundak Kak Justin yang lama-kelamaan menghilang dari
pandangannya
Arine nangis sesegukkan sambil melihat Kak Justin yang begitu perhatian pada Aline kakaknya sambil duduk di teras rumahnya.Pesta yang ia pikir akan berakhir bahagia malah jadi hancur berantakan seperti ini.Arine sangat kecewa dengan Aline atas kejadian malam ini.Di jalan Kak Justin nampak melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.Dia sangat khawatir dengan kondisi Aline.Tak perlu waktu lama Kak Justin untuk sampai di kampus hanya perlu waktu kurang dari 5 menit.Raisa nampak kaget dengan kehadiran Kak Justin.
âGilaaaa cepet Kak Justin jangan-jangan dia punya kekuatan super,âgumam Raisa dari kejauhan.
Kak Justin pun menghampiri Raisa yang dari tadi berdiri depan gerbang dengan langkah terburu-buru.Raisa pun kembali berakting seperti tadi seolah-olah Aline benar-benar diculik
âSa,kok bisa Aline diculik?âTanya Kak Justin dengan muka khawatir.
âIni gimana ya jelasinnya?âTanya Raisa dalam hati sambil sesekali melirik Kak Justin.
âSa?Kok diem aja?âTanya Kak Justin sambil melambaikan tangannya ke muka Raisa.
âEeeeee jadi gini kak ceritanya Alinee tadi tiba-tiba menghilang kak,terus kita panik dia habis itu ada telefon kalau Aline dibawa ke kampus,âucap Raisa dengan nada sedikit terbata-bata.
âTerus sekarang Aline dimana?âTanya Kak Justin dengan ekspresi khawatir.
âTadi akudapat telefon katanya Aline ada di salahsatu ruangan dikampus ini soal Fauzan aku udah nyuruh dia buat keliling sambil nyecek setiap ruangan makanya aku nyuruh datang ke sini,âujar Raisa dengan ekspresi khawatir agar tidak membuat Kak Justin curiga.
âAneh banget ngapain Aline dibawa ke sini,âbatin Kak Justin sambil memperhatikan kondisi Kampus.
Mereka berdua akhirnya masuk ke kampus untuk menghampiri Aline,Fauzan,dan Kak Jennie.Walaupun ada rasa keraguan dalam hati Kak Justin soal kejadian yang diceritakan Raisa secara mendadak.Terlihat senyum simpul di wajah Raisa dia senang Kak Justin percaya soal Aline yang diculik.
Wah, Sepertinya rencana Aline dan kawan-kawan berhasil
đ.
Tunggu terus kelanjutannya â¤ď¸.
Jangan lupa like dan vote đ.
__ADS_1