Dosen Gaib

Dosen Gaib
111.Pertemuan Luna dan Arine


__ADS_3

Happy reading semuaaa 🤗.


Mohon maaf bila masih banyak kekurangan 🙏.


Jangan lupa mampir ke novel ku yang lainnya "Dear Jaka" dengan meninggalkan like dan vote thank you 🙏.


Luna berjalan seorang diri dengan langkah terburu-buru di pinggir jalan kondisi jalan saat ini cukup ramai dan banyak pejalan kaki berlalu  Lalang.Di saat yang bersamaan ia malah melihat dua orang laki-laki yang ia liat di bangunan tersebut kedua orang itu nampak sedang berbincang-bincang santai dengan membawa beberapa makanan dan minuman.Luna pun bersembunyi di gang kecil sambil mengintip kedua orang tersebut dan berhenti di sebuah tempat tak jauh dari lokasi persembunyian Luna.


“Aduh!Kok bisa ketemu mereka semoga tadi mereka enggak ngeliat aku,”batin Luna dengan muka panik sambil sesekali melirik ke arah dua orang itu.


“Sebenarnya gue masih bingung alasan si boss nyulik gadis itu apa ya?Kira-kira loe tau enggak?” tanya laki-laki bertubuh besar dengan nada pelan.


“Mungkin si boss punya dendam sama gadis itu,tapi ya juga enggak tau alasan pastinya sekarang yang gue takutin gimana kalau kita ikut keseret si boss masuk ke penjara?Apa lagi dia sekarang statusnya buronan


polisi,”ucap laki-laki bertubuh kurus dengan nada cukup nyaring.


“Hah?Jadi,ada yang buronan ini enggak bisa di biarin nih aku harus bisa nemuin gadis itu dan menangkap mereka,tapi gimana ya caranya?”tanya Luna pada dirinya sendiri.


“Sama gue juga takut,tapi kalau kita lepas tangan si boss bakal marah besar ya udah kita balik aja keburu boss marah,”ucap laki-laki bertubuh besar dengan nada pelan.


“Eh iya,hampir aja gue lupa ya udah yuk,” sahut laki-laki bertubuh kurus dengan nada nyaring.


Mereka pun berjalan kembali ke bangunan tersebut dari belakang terlihat gadis mungil siapa lagi kalau bukan Luna mengikuti kedua orang tersebut secara diam-diam dengan langkah perlahan-lahan.Di parkiran mobil Aline,Raisa,dan Fauzan sudah bersiap-siap ingin masuk mobil tiba-tiba ada kakak tingkat yang menghampiri mereka sosoknya sudah tidak asing lagi.


“Eh,kalian bener ya Justin kabur dari penjara?”tanya Kak Petter rekan Justin dengan nada pelan.


“Iya kak,sekarang polisi sedang melakukan pencarian,” sahut Aline dengan nada pelan.


“Bener-bener tuh orang bukannya tobat malah


ngelunjak ngelunjak sampai sekarang aja gue masih enggak nyangka kalau Justin orangnya kayak gitu,” ucap Petter sambil geleng-geleng kepala.


“Nah,bener banget kak,zaman sekarang good looking tak menjamin good attitude  buktinya banyak yang ganteng atau cantik,tapi kelakukan kayak setan,”ucap Fauzan dengan penuh percaya diri.


“Nah,iya makanya itu ya udah gue doain semoga kalian bisa nemuin Justin dan lainnya dan hati-hati di jalan gue duluan ya,”ucap Kak Petter sambil tersenyum dan melangkahkan kaki kea rah loby.

__ADS_1


“Iya kak,makasih doanya,”ucap Raisa sambil tersenyum.


“Hahahahahh siap kak,” ucap Fauzan sambil tertawa melihat ke arah Kak Petter.


“Ya udah gyus,yuk kita langsung aja,”ucap Aline sambil melirik kedua temannya.


Aline,Raisa,dan Fauzan pun masuk ke mobil di ikuti Almh.Bu Rossa dan Lili.Mereka langsung tancap gas ke Bogor dengan membawa sejuta harapan agar bisa menemukan orang-orang yang mereka cari.


"Semoga mereka benar-benar ada di bogor," batin Aline penuh harapan.


"Semoga ayah ada di bogor,aamiin," ucap Lili penuh harapan.


Di Bogor tempat tujuan mereka Luna masih mengikuti dua orang tersebut sampai lokasi tujuan.Luna berhasil masuk ke area bangunan tersebut secara sembunyi-sembunyi.Dua laki-laki tersebut sedang berbicara dengan seorang laki-laki tampan bertubuh tegap memakai masker,jaket kulit,celana warna hitam dan sepatu kets warna putih wajahnya tidak terlalu jelas karena menggunakan masker.Luna nampak memperhatikan laki-laki tersebut dengan tatapn intens di balik tembok dengan jarak cukup dekat sepertinya Luna terpesona dengan ketampanan wajah Justin.


“Ganteng banget cowok itu sayang ya ganteng-ganteng kok penjahat ih!Apaan sih lun,dia kan penjahat kok malah di puji,tapi emang ganteng banget,”ucap Luna dengan nada pelan.


“Lama banget sih,kalian kalau warga di sini curiga gimana?” tanya Justin dengan nada pelan.


“Ya maaf boss,tadi kita ngobrol sebentar,” sahut dua orang tersebut dengan nada pelan.


“Banyak alasan kalian,”ucap Justin sambil memantau situasi dengan nada bicara pelan.


Luna berdiri di depan pintu tersebut.


“Kalau aku lewat pintu utama pasti akan ketahuan apa aku cari jalan lain aja ya udah aku enggak mau ngambil resiko lebih baik aku cari jalan lain aja,”ucap Luna yang langsung melangkahkan menjauhi pintu utama dengan langkah dan nada pelan dan hati-hati.


Luna memilih lewat samping rumah saja sambil terus memantau situasi dengan langkah pelan.Langkahnya terhenti pada satu titik di sebuah jendela yang nampak tertutup rapat karena mendengar suara seseorang di balik tirai warna putih.Luna pun mencoba mendengarkan pembicaraan mereka serta


mengintip celah yang ada.


“Ni makanan buat loe,”ucap Justin dengan nada cukup kasar sembari melempar sebuah makanan untuk Arine dengan kasar.


“Astaga,kasar banget kak,”rintih Arine dengan nada pelan.


“Suka-suka gue mau kasar mau enggak makann masih beruntung loe ya gue kasih makan kalau enggak mungkin loe udah mati,”ucap  Justin dengan nada yang masih kasar.

__ADS_1


“Sebelumnya makasih udah mau ngasih makanan,tapi tolong lepasin aku kakak aku kangen sama orang tua ku sama Kak Aline juga,”rintih Aline dengan mata berkaca-kaca.


Melangkah mendekati Arine dengan sorot mata tajam sambil memegang dagu gadis itu Justin berkata,”Jangan mimpi gue bakal ngelepasin loe gue pengen liat kakak loe sendiri yang bakal nyelamatin loe di sini.


“Dasar pembunuh,orang yang enggak punya hati seharusnya orang kayak kamu di hukum mati,”ucap Arine dengan nada kencang.


“Lancang banget  loe ya ngomong kayak gitu loe itu Cuma bocah ingusan yang tiba-tiba hadir ke kehidupan gue jadi,loe enggak tau apa-apa soal kehidupan gue,”ucap Justin yang langsung menghempaskan Arine begitu saja.


“Ya ampun kasar banget orang itu muka doang ganteng,tapi orangnya kasar aku harus gimana ya?Kasihan gadis itu,”batin Luna dengan wajah panik.


Justin pun mengambil sesuatu  di dalam tasnya sebuah pisau tajam dan korek api dan langsung menodongkan ke arah Arine dengan tatapan tajam dan menakutkan.Luna sangat kaget melihat Justin menodongkan sebuah pisau tajam dan korek api ke arah Arine.Arine sangat ketakutan dan kaget karena di hadapannya ada sebuah pisau tajam dan sebuah korek api.


“Kak kamu mau ngapain?”tanya Arine dengan wajah sangat panik dan ketakutan.


“Takut ya?Atau panik?Loe peringatin kalau loe macem-macem ama gue.Gue jamin loe enggak selamat tinggal pilih aja mau sebelah kanan sebuah pisau atau loe mau gue bakar hidup-hidup,”bisik Justin sambil tersenyum.


“Kakak udah gila ya tolonggg....tolong siapa pun yang ada di luar tolong gue,"teriak Arine dengan nada kencang.


"Gimana ini?Kasihan banget dia orang itu jahat banget apa aku nekat masuk aja,tapi kalau aku nekat yang ada aku malah ikut jadi korban," ucap Luna dengan nada panik.


"Percuma loe mau minta tolong enggak akan ada yang bakal nolongin intinya loe dengerin peringatan gue tadi ya udah tinggalin aja dia gue mau makan dulu laper kalian berdua awasin dia ya," ucap Justin yang langsung melangkah keluar.


Arine tidak memakan makanan tersebut ***** makannya tiba-tiba hilang begitu saja berbeda dengan dua orang tersebut yang makan begitu lahap hingga tanpa sadar mereka sudah tertidur dengan lelap membuat Arine sedikit tertawa.


"Ya ampun tadi makannya lahap banget sekarang malah tidur ada-ada aja," ucap Arine sambil tertawa.


Melihat dua orang itu tertidur Luna memutuskan untuk masuk ke ruangan tersebut lewat jendela yang di hadapannya.Luna mencoba membuka jendela tersebut ternyata jendela tidak di kunci ia pun langsung masuk sambil memantau situasi.Arine nampak ketakutan melihat ada sesuatu muncul dari dalam jendela.


"Ih!Itu apaan?Kok ada yang gerak-gerak jangan-jangan hantu lagi," ucap Arine dengan nada pelan dan ekspresi panik.


Luna pun muncul dari balik tirai matanya langsung menatap Arine.Rasa takut Arine mulai menghilang setelah melihat sosok di balik tirai tersebut ternyata seorang gadis cantik memakai seragam SMA seperti dirinya.Luna pun menghampiri Arine dengan langkah pelan.


"Siapa kamu?Kok kamu bisa tau ada orang di sini?"tanya Arine dengan tatapan bingung.


Apakah Luna bisa membebaskan Arine dari Justin?Atau malah sebaliknya?Lantas apakah mereka bisa segera bertemu dengan Aline dkk?

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutannya ❤️.


Jangan lupa like dan vote thank you 🙏.


__ADS_2