Dosen Gaib

Dosen Gaib
42.Usaha Aline


__ADS_3

"Lepasinnnnnnn sayaaaa!" teriak Tania dengan suara sangat keras.


"Bu.. saya mohon ibu keluar ya dari tubuh temen saya," pinta Aline sambil terus memegang tangan Tania.


"Sayaaaa tidak akan pergiiii sebelum dia mati," ucap Tania dengan gaya bicara yang sangat berbeda.


"Siapa yang harus matii,Bu?" tnya Aline.


Lili pun muncul secara tiba-tiba disamping Aline dan membuat Aline sedikit kaget.


"Ini ada apa,kak?" tanya Lili.


"Liliii," ucap Tania secara tiba-tiba dan memeluk Lili.


"Ibuuu,tapi kenapa ibu berbeda?" tanya Lili.


"Ini teman baru ku li,namanya Tania sekarang arwah ibu kamu ada ditubuh dia," ucap Aline.


"Ya ampun kok bisa kayak gini,kak?" tanya Lili.


"Ceritanya panjang sekarang kamu pegangin Tania ya aku mau coba ngeluarin arwah ibu kamu dari tubuh Tania," ucap Aline.


Lili pun mengangguk tanda dia setuju.Aline pun mencoba mengeluarkan arwah Bu Rossa dari tubuh Tania dengan cara memegang menyentuh kepala Tania dan mengucapkan beberapa kalimat.Tania terus memberontak hingga tubuh nya sudah berada dilantai.


"Diaaaa harus matiiiii!" ucap Tania dengan sangat keras sambil terus memberontak.


"Ibu harus keluar dari tubuh kakak ini," ucap Lili.


Aline masih terus berusaha menyadarkan Tania dengan segenap kemampuannya.


Sementara di perkemahan semua masih bingung dimana keberadaan Aline dan Tania.


"Kak,terus kita gimana dong? enggak mungkin kita diem disini sementara Aline disana berjuang," ucap Sovia.


" Iya kak, gimana jadinya?" tanya Karina dengan ekspresi panik.


"Kalau semua orang ngeliat Tania dan Aline tau semuanya habis lah gue,tapi gue takut Aline kenapa-kenapa," batin Kak Justin.


"Wah,ini bahaya gimana kalau semua orang tau hancur reputasi gue.Gue pasti bakal dikucilin,dikatai-katain gue enggak mau," batin Kak Jennie.


"Kak,kok diem aja ini gimana?" tanya lagi Sovia.


"Jus biar aku aja yang ngomong," ucap Kak Jennie.

__ADS_1


"Gue tanya Kak Justin malah Kak Jennie yang njawab sebel," batin Sovia.


"Kalian semua sekarang kembali ke tenda masing-masing untuk masalah Aline dan Tania biar jadi urusan kita jadi kalian semua enggak usah khawatir ," ucap Jennie dengan nada tenang.


Semua orang terheran-heran dengan nada ucapan Kak Jennie yang nampak santai biasanya dia judes dan sinis.Tak sedikit dari mereka yang bingung dengan perkataan Kak Jennei termasuk Kak Justin.


"Kok gitu,kak? urusan mereka urusan kita juga lah," ucap salah satu peserta.


"Gue khawatir banget sama Aline kayaknya gue harus nekat deh,nyari Aline sama Tania gue ajak Fauzan," batin Raisa.


"Ayo semua balik ke tenda masing-masing ingat jangan ada yang mekar buat nyari Aline dan Tania," ucap Kak Jennie.


Semua peserta menuruti perintah Kak Jennie dan mereka pun sudah berada di tenda.Raisa tidak dapat menutupi kekhawatirannya dia pun menghampiri Fauzan dan membisik Fauzan.


"Kita susul Aline yuk zan,gue khawatir," bisik Fauzan.


Fauzan pun mengangguk.Mereka pun mencari Aline dan Tania dengan alasan izin ke toilet.Teman seregu mereka pun tidak ada yang curiga karena mereka juga sudah ngantuk berat.Aline masih berjuang keras mengeluarkan arwah Bu Rossa dari tubuh Tania.


"Keluar lah dari tubuh Tania," ucap Aline sambil memejamkan mata.


"Aaaaaaaaa lepaskannnn akuuuuu!" teriak Tania.


"Bu,sebenarnya orang yang ibu maksud itu siapa?" tanya Aline.


"Aaaaaaaaaaa," teriak Aline.


Tubuh Tania terpental cukup jauh rupanya ada aura negatif yang menolak kehadiran Aline.Namun rupanya Aline tidak apa-apa dia kembali menghampiri Tania.


"Bu,tolong keluar dari tubuh teman saya mohon," pinta Aline.


"Iya bu,aku tau ada orang yang ibu benci di kampus ini tapi jangan kayak gini," ucap Lili sambil meneteskan air mata.


Fauzan dan Raisa nampak kebingungan mencari keberadaan Aline.Sekarang mereka ada di area depan kampus tepatnya lobi kampus.Hawa mistis sangat terasa disana.Mereka berkeliling dengan rasa gemetar


"Zan,hawa disini kok serem banget ya?" tanya Raisa sedikit ketakutan.


"Dasar penakut ada Aline aja sok berani giliran enggak ada Aline takut," ucap Fauzan.


"Apa sih zan,ya kan Aline bisa liat setan jadi enggak takut tapi kayaknya hantu disini itu bukan hanya Dosen gaib aja," ucap Raisa dengan suara lirih.


"Itu dibelakang loe kayak ada bayangan," ucap Fauzan.


"Ih mana zan,jangan bikin gue takut dong," ucap Raisa dengan ekspresi kaget.

__ADS_1


"Hahahaha tapi bohong," ucap Fauzan sambik tertawa.


"Ih gue kira beneran bisa-bisa disaat kayak gini malah bercanda," ucap Raisa dengan ekspresi kesal.


Tiba-tiba ada sosok bayangan hitam tepat dibelakang Fauzan.Raisa nampak kaget dan ketakutan karena bayangan itu nampak besar dan menyeramkan.


"Zan, belakang loe ada itu aaaaaaaaa," teriak Raisa sambil berlari.


"Eh,kok loe lari emang ada apa sih,kok gue jadi merinding ya coba gue balik badan lah," ucap Fauzan sambil balik badan.


Awalnya dia biasa saja,namun dalam hitungan detik dia menyusul Raisa bukan dengan Lari,namun dengan jalan cepat dengan gaya yang kocak.Sementara sosok bayangan hitam itu pun menghilang.Raisa pun kewalahan di pun memilih beristirahat di kursi dekat kelas yang biasa digunakan untuk mengajar.


"Capek banget ngomong-ngomong Fauzan kemana ya kok belum kelihatan batang hidungnya," ucap Raisa dengan nafas tersengal-sengal.


Beberapa saat kemudian...


Dubrakkkk....


"Fauzan loe kenapa?" tanya Raisa.


"Ternyata tadi beneran ada bayangan sa,kapok gue," ucap Fauzan dengan nafas yang tersengal-sengal.


"Lain kali bercanda itu boleh tapi ada batasnya," ucap Raisa.


"Iya sa,maaf," ucap Fauzan.


"Ya udah sekarang kita lanjutin cari Aline sama Tania keburu mereka kenapa-kenapa," ucap Raisa.


Mereka pun lanjut mencari keberadaan Aline dan Tania.Di tempat berbeda Aline nampak berusaha mati-matian untuk mengeluarkan arwah Bu Rossa dari tubuh Tania.


"Bu,saya mohon tolong keluar dari tubuh teman saya," pinta Aline sambil memegang tangan Tania dengan sekuat tenaga.


"KAMU HARUS MUSNAHKAN DIAAAAA" ucap Tania dengan ekspresi menyeramkan.


"Siapa yang ibu maksud?Jujur saya bingung bu,tapi kalau memang ada yang ibu benci disini beri tau saya," ucap Aline.


Tidak ada jawaban yang ada hanyalah pemberontakan Tania yang ingin lepas dari genggaman Aline.Raisa dan Aline yang dari tadi keliling mencari keberadaan Aline dan Tania akhirnya mereka bertemu dengan Aline dan Tania.


Happy Reading semuaaa 🤗.


Jangan lupa like dan vote🙏.


Seperti yang saya katakan kemarin mohon maaf akhir-akhir ini update sedikit.

__ADS_1


Tunggu terus kelanjutannya ❣️.


__ADS_2