
“Lumayan sepi nih,mending gue sekarang langsung ke lantai 3 aja,”ucap Aline yang langsung masuk ke area lobi.
Kondisi kampus saat itu lumayan sepi hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang.Aline pun langsung ke lantai 3.Saat dia ingin naik ke tangga lantai 3 ada seseorang yang menghampirinya.
“Neng Aline kok tumben jam segini sudah berangkat?” tanya Pak Ridho sambil mengepel lantai.
“Eeee iyyaa pak,”ucap Aline dengan suara terbata-bata.
“Ini mau kemana,neng?” tanya lagi Pak Ridho.
“Ini saayaa mau ke atas pak,ada urusan,”ucap Aline dengan suara terbata-bata.
“Ohh ya udah neng,mangga kalau mau ke atas,tapi hati-hati ya,”ucap Pak Ridho.
“Iya pak,terima kasih,”ucap Aline.
Aline pun langsung naik ke lantai 3 dengan agak terburu-buru.Sementara Pak Ridho pun menatap Aline dengan tatapan curiga.
“Sepertinya ada yang disembunyiin Neng Aline, kayak saya harus naik ke atas," batin Pak Ridho.
Aline pun sudah berada di lantai 3 dengan perasaan penasaran.Suasana dan hawa lantai itu sangat dingin padahal di lantai sebelumya terasa biasa saja.Aline pun menyusuri lantai itu secara perlahan-lahan.Disana Aline melihat beberapa makhluk tak kasat mata.Mereka melihat Aline dengan tatapan tajam dan cukup menakutkan.Namun pandangannya tertuju pada salah satu ruangan.
“Permisi,”ucap Aline kepada makhluk-makhluk itu sambil berjalan.
Sekarang Aline berada didepan ruangan yang mengundang perhatiannya ruangan itu adalah ruang kelas jurusan ekonomi.Ruangan itu sangat berbeda dengan ruangan lainnya karena memiliki hawa negative dan selalu tertutup rapat.
“Gue harus masuk ke ruangan ini dan kali ini enggak boleh gagal,”ucap Aline.
Aline pun melangkahkan kakinya kearah pintu ruangan itu.Dia pun memegang gagang pintu yang tampak sangat kotor lalu membuka pintu.
“Kok enggak bisa dibuka ya?” tanya Aline sambil terus membuka pintu ruangan itu.
Sepertinya usaha Aline sia- sia karena pintu tak kunjung terbuka yang ada tangannya pegal dan kotor.Aline pun memutar otaknya.Dia memikirkan cara supaya pintu itu terbuka.
“Kalau gue minta tolong pasti mereka curiga dan malah ikut masuk ruangan ini.Aha!Mending gue dobrak aja siapa tau bisa,”ucap Aline.
Aline pun bersiap-siap mendobrak pintu itu.Dia menghela nafas cukup panjang disertai tenaga yang banyak.Dia pun langsung mendobrak pintu itu.
Brukk…
“Susah banget gue harus coba lagi,”ucap Aline yang langsung berdiri karena tadi dia sempat terjatuh.
Aline pun mendobrak pintu itu lagi kali ini dia yakin bahwa pintu itu akan terbuka.
Sementara itu Pak Ridho nampak bingung mencari keberadaan Aline.Dia clingak-clinguk kebingungan disertai perasaan takut.Mata Pak Ridho nampak terbelalak melihat ke sudut ruangan.
__ADS_1
“Itu Apaan ya?” tanya Pak Ridho.
Pak Ridho pun mendekati sosok itu.Namun sosok itu malah hilang.
"Kok enggak ada siapa-siapa ya padahal tadi ada orang disini jangan-jangan Dosen gaib Bu Rossa lagi mending saya turun ajalah," ucap Pak Ridho sedikit ketakutan dan memutuskan untuk turun.
Aline sedang ancang-ancang mendobrak pintu itu.
"Satu..dua.. tigaaa..." ucap Aline.
Saat Aline maju tiba-tiba ada yang menarik tubuh hingga masuk ke ruangan itu.
"Aaaaaaaaaaaa!" teriak Aline.
Jam menunjukkan pukul 06.30.Hari ini ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi termasuk Fauzan dan Raisa.Mereka datang dalam waktu bersamaan dengan menggunakan motor mereka.
"Ini si Aline mana ya? tumben jam segini belum berangkat," ucap Raisa.
"Kita tunggu aja lah paling bentar lagi dateng lagi pula dia enggak mungkin lupa kalau hari itu ada kuis," ucap Fauzan.
Raisa pun mengangguk tanda ia setuju.Fauzan pun nampak memperhatikan sekitar hingga dia menyadari bahwa motor yang diparkir kan disebelahnya itu adalah motor milik Aline.
"Eh,ini bukannya motornya Aline ya?" tanya Fauzan.
"Iya ini motornya Aline berarti dia udah berangkat dari tadi dong," jawab Raisa.
"Yuk," ucap Raisa.
Mereka berdua pun menuju ke kelas.
Sementara itu.Aline nampak tersungkur di lantai,dia merasakan sakit yang luar biasa.
"Aw,ini gue dimana?"kok tempatnya kayak gini," ujar Aline sembari melihat sekeliling ruangan yang sedikit minim cahaya.
Aline pun berdiri dengan perasaan bingung sekaligus penasaran.Dia pun membalikkan badannya dan melihat pintu yang ada dibelakangnya.
"Ini ruangan yang tadi akhirnya gue bisa masuk," ucap Aline.
Aline pun melihat-lihat sudut demi sudut ruang kelas itu.Kondisi ruang kelas itu nampak sangat kotor dan sedikit gelap.kursi-kursinya sangat berantakan,lantainya sangat kotor.
"Berantakan banget ruang kelas ini pasti semenjak dikosongkan enggak pernah dibersihin," ucap Aline sambil menyentuh meja dan tembok ruang kelas itu.
Aline pun mendekati suatu benda yang tergeletak diatas meja dosen sambil berkata," Ini punya siapa ya?" Seperti nya gue pernah liat benda ini," ucap Aline.
Benda itu berupa kalung emas berbentuk hati yang sangat indah.
__ADS_1
"Bagus banget kalung ini,tapi sayang kotor banget," ucap Aline sambil membersihkan kalung itu.
Pada saat Aline membersihkan kalung itu.Namun dia malah mendapat suatu petunjuk lewat ilusinya.Dalam ilusinya itu dia melihat Almh.Bu Rossa sedang berbicara dengan seseorang.
"Ini serius buat ibu?" tanya Bu Rossa.
"Iya Bu,itung-itung ini hadiah buat ibu karena udah sering membantu Hanna," jawab Kak Hanna.
"Aduh,terima kasih ya Hanna saya suka sekali dengan kalung ini," ucap Bu Rossa sambil memeluk hangat Hanna.
Bu Rossa nampak suka sekali dengan Kalung berbentuk hati yang diberi Hanna.
"Jadi ini kalung nya Bu Rossa yang dikasih Kak Hanna berati Kak Hanna dulu deket banget sama Almh.Bu Rossa," ucap Aline.
Ditempat berbeda Fauzan dan Raisa nampak kebingungan karena Aline tidak ada dikelas.
"Ini Aline kemana?" tanya Raisa.
"Eh,elo elo dan elo liat Aline enggak?" tanya Fauzan sambil ketiga orang temannya.
"Gue enggak tau zan, dari tadi gue enggak liat Aline di kelas ini," jawab salah satu mahasiswa dikelas itu
"Gue juga enggak tau zan, soalnya gue baru aja datang," ucap salah satu mahasiswa yang baru saja datang.
"Sama gue juga enggak tau dari awal gue masuk ke kelas udah sepi," ucap salah satu mahasiswi.
"Ya udah makasih," ucap Fauzan.
"Gimana,zan?" tanya Raisa.
"Enggak ada yang tau sa,apa dia lagi sama Kak Justin?" tanya Fauzan sambil berpikir.
"Bisa jadi zan,coba loe tanya sama Kak Justin," ucap Raisa.
"Ogah loe aja sana," ucap Fauzan.
Tanpa pikir panjang,raisa pun keluar dari kelas untuk mencari keberadaan Aline dan mencari Kak Justin siapa tau Aline sedang bersama Kak Justin.
"Eh main pergi-pergi aja gue ikut!" teriak Fauzan.
Happy Reading semuaa 🤗
Jangan lupa like dan vote🙏.
Mohon maaf belum bisa update setiap hari
__ADS_1
Terima kasih banyak buat kalian-kalian yang sudah setia membaca novel ini dari awal hingga episode ini💙
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.