Dosen Gaib

Dosen Gaib
43.Tania sudah sadar.


__ADS_3

Zan,itu Aline sama Tania,”ucap Raisa sambil menunjuk ke arah Tania dan Aline.


“Iya sa,ternyata mereka ada disana,”ucap Fauzan.


“Alineee…Taniaaa…”teriak Raisa dengan suara lantang.


Aline menyadari bahwa ada yang memanggil dirinya dan Tania.Dia pun melihat sekeliling sudut dan dia menemukan Raisa dan Fauzan.Raisa dan Fauzan pun menghampiri Aline dan Tania.


“Lin,loe enggak papa kan?” tanya Fauzan dengan ekspresi khawatir.


“Gue enggak papa kok,kalian ngapain disini?” tanya Aline sambil terus memegang tangan Tania.


“Kita khawatir banget sama loe makanya kita nyariin loe ke semua ruangan,”ucap Raisa.


“Iya lin,kita enggak mungkin biarin loe sendirian disini ya walaupun kita baru kenal,”ucap Fauzan.


“Makasih ya kalian berdua care banget sama gue,”ucap Aline.


“Sama-sama lin,anggep aja kita ini sahabat tapi sekarang kita harus gimana,lin?” tanya Raisa.


Lili yang dari tadi hanya memperhatikan nampak menunjukkan ekspresi senang sekaligus sedih.Tania masih terus membrontak dengan ekspresi wajah yang masih sama seperti yang tadi.


“Andai aja ibu masih hidup pasti ibu seneng banget bisa ketemu sama mereka apalagi Kak Aline dia baik banget” batin Lili.


“Sebelumnya gue mau ngasih tau kalian kalau arwah yang masuk ke tubuh Tania itu Dosen Gaib Bu Rossa,”ucap Aline.


“Astaga,bener dugaan gue kasian banget Tania,”ucap Raisa.


“Terus sekarang kita harus gimana?” tanya Fauzan.


“Gini aja sekarang kalian berdua pegangin Tania,”ucap Aline.


Walaupun dalam hati mereka sangat takut dan penasaran apa yang akan dilakukan Aline ,namun Raisa dan Fauzan memutuskan untuk mengiyakan permintaan Aline.Mereka pun memegang tangan Tania dengan sekuat tenaga.Sementara Aline ingin mengulang cara yang tadi semoga saja cara ini berhasil.Aline pun kembali memegang kepala Tania dan mengucapkan beberapa kalimat sambil memejamkan mata.


“Hati-hati ya lin,gue takut loe kenapa-kenapa,”ucap Fauzan sambil memegang tangan Tania.


“Tan,loe kok bisa kayak gini,”ucap Raisa dengan ekspresi khawatir.


Lili ikut memegang kaki Tania berharap semoga dengan kehadiran dua teman Aline bisa segera mengeluarkan arwah Bu Rossa dari tubuh Tania.Aline terus memegang kepala Tania sementara Tania seperti ingin mengajak Aline berbicara,namun yang keluar dari mulut Tania kata yang sama.Namun bersamaan dengan itu ada cahaya terang berada di tubuh Tania.


"Aaaaaaaaaa!" teriak Tania.


Diperkemahan Justin nampak sangat khawatir.Begitu pula dengan Jennie.


"Gimana ya kalau Aline tau semuanya," ucap Justin.


"Ya janganlah Jus,apa pun yang terjadi mereka mereka itu enggak boleh tau," ucap Jennie.

__ADS_1


"Ya kita harus bertindak enggak mungkin kan kita diem kayak gini," ucap Justin dengan nada yang emosi.


Jennie nampak diam dan berpikir.Namun otaknya sangatnya susah untuk diajak kompromi.Alhasil dia pun berkata seperti ini.


"Aku yakin arwah Bu Rossa enggak akan bertahan lama ditubuh Tania dan pastinya akan keluar dengan sendirinya mending sekarang kita tidur aja," ucap Jennie.


"Percuma ngomong sama loe mending gue ke tendanya Aline," ucap Justin yang langsung berlalu pergi.


"Aku yakin dia itu khawatir banget sama Aline bukan hanya khawatir kalau rahasia kita bakal kebongkar pokoknya gue harus atur strategi," ucap Jennie.


Cahaya itu nampak sangat terang dan sangat kuat.Aline nampak sangat kelelahan,namun dia tetap berusaha hingga akhirnya arwah Bu Rossa pun keluar dari tubuh Tania dan Tania pun tersadar.Bu Rossa pun nampak menampakkan wujudnya.


"Lin,pembunuh saya ada disekitar kamuu," ucap Bu Rossa secara lirih dan langsung menghilang.


Lili pun ikut menghilang bersamaan dengan hilangnya Bu Rossa.Aline memperhatikan sekelas,tapi perhatiannya sekarang ada di Tania.


"Syukur lah tan,loe udah sadar," ucap Aline.


Fauzan dan Raisa nampak ikut lega karena Tania sudah normal kembali.


"Emang gue kenapa,Lin?" tanya Tania kebingungan.


"Gimana ya jelasinnya," ucap Raisa.


"Loe itu tadi kesurupan tan, dan loe sukses bikin kita semua panik," ucap Fauzan spontan.


"Haaa? emang bener lin,tadi gue kesurupan?" tanya Tania.


"Astaga makasih banyak ya kalian semua udah mau nolongin gue,terutama loe lin,makasih ya," ucap Tania.


"Sama-sama tan,sebagai manusia itu harus tolong menolong," ucap Aline.


"Ya udah sekarang kita balik yuk ke perkemahan sebelum yang lainnya tau hehehe," ucap Raisa.


"Pasti kalian perginya diam-diam ya?" tanya Aline mengira-ngira.


"Ya mau gimana lagi lin, habisnya kita itu khawatir banget sama loe," ucap Fauzan.


"Semoga aja enggak ada yang sadar ya kalau kalian itu nyuusulin gue kesini," ucap Aline.


"Aamiin sini tan,gue bantu berdiri," ucap Raisa sambil membantu Tania berdiri.


"Makasih ya sa,udah bantuin," ucap Tania


Aline nampak termenung Karena perkataan sekilas Bu Rossa mengenai siapa pembunuh Bu Rossa.Namun ada sedikit titik terang mengenai pembunuhan itu.Namun disisi lain dia juga bersyukur karena Tania sudah sadar.


"Sepertinya pembunuh Bu Rossa itu warga kampus ini entah mahasiswa/mahasiswi atau mungkin sesama ddosen.Gue harus tanya masalah ini sama Pak Ridho semoga aja dia tau," batin Aline.

__ADS_1


Mereka pun kembali ke perkemahan dengan perasaan senang karena Tania sudah kembali normal.Di tenda Sovia dan Karina nampak sedang duduk disekitar tenda ditemani api unggun yang tidak terlalu terang dengan ekspresi khawatir karena jam sudah menunjukkan pukul 23.30 WIB.


"Sov,gimana dong ini Aline sama Tania kok belum balik-balik si Raisa juga dari tadi enggak balik-balik dari toilet," ucap Karina dengan ekspresi khawatir sambil mondar-mandir dideket tenda.


"Daripada loe mondar-mandir enggak jelas mending kita berdoa semoga mereka enggak kenapa-kenapa," ucap Sovia.


Tiba-tiba Kak Justin muncul dan Karina tidak sengaja menabrak Kak Justin.


"Aduh kak,maaf enggak sengaja," ucap Karina sedikit salah tingkah.


"Eh ada Kak Justin ada apa,kak?" tanya Sovia.


"Saya mau tanya Aline sama Tania udah kembali?" tanya Kak Justin.


"Belum kak,kita aja disini khawatir banget sama keadaan mereka," ucap Sovia.


"Iya kak,aku aja nyampek mondar-mandir gini," ucap Karina.


Kak Justin nampak menghela nafas panjang dia sangat merasa bersalah kenapa semua orang karena perbuatannya dan Jennie masa lalu.


"Sampai kapan gue harus kayak gini jujur gue udah lelah,tapi kalau semua orang tau gue belum siap dikucilin apalagi sampai dipenjara," batin Kak Justin.


Tiba-tibaaa ada suara yang membuyarkan lamunan Kak Justin.


"Assalamu'alaikum," ucap Raisa sambil menggandeng tangan Tania yang dibelakang nya disusul Aline dan Fauzan.


Karina dan Sovia nampak kaget dan senang karena Tania sudah sadar.


"Alhamdulillah Tania,loe udah sadar," ucap Karina sambil memeluk Tania.


"Taniaaaa,akhirnya loe sadar juga," ucap Sovia sambil memeluk Tania.


"Makasih ya kalian udah khawatir sama gue," ucap Tania sambil membalas pelukan teman dekatnya itu.


Aline, Fauzan dan Raisa serta Kak Justin hanya bisa tersenyum melihat kondisi Tania.


"Syukurlah Tania,kamu udah sadar," ucap Kak Justin.


"Iya kak,ini juga berkat doa kalian dan bantuannya Aline," ucap Tania sambil melirik Aline.


"Iya tan,walaupun kita baru kenal enggak akan pernah menghilang rasa solidaritas gue sebagai teman," ucap Aline sambil tersenyum.


"Gue makin kagum sama Aline rasa solidaritasnya itu tinggi banget sama kayak Hanna coba aja dulu gue lebih milih mempertahankan hubungan gue sama Hanna mungkin kejadian itu enggak akan pernah terjadi," batin Kak Justin sambil memandang bahwa wajah Aline dengan ekspresi tersenyum.


Happy reading semuaa 🤗.


Jangan lupa like dan Vote 🙏.

__ADS_1


Mohon maaf belum bisa update setiap hari🙏.


Tunggu terus kelanjutannya ❣️.


__ADS_2