
Happy reading semuaaa 🤗.
Maaf masih banyak kekurangan 🙏.
Jus,dari pada kamu datang ke pesta yang enggak penting itu mending kamu jalan sama aku,”ucap Jennie sambil merangkul Justin.
“Apaan sih loe mending loe pergi lagian siapa juga yang mau jalan sama loe,”ucap Justin sambil melepaskan rangkulan Jennie dan bangkit dari tempat duduknya.
“Ya terus kamu mau gimana kamu mau datang ke pesta itu?Lagian firasat aku berkata kalau si cewe aneh dan kawan-kawannya itu lagi merencanakan sesuatu,”ucap Jennie sambil bangkit dari kursinya dan menghampiri Justin.
“Maksud loe?”Tanya Justin sambil menatap Jennie sembari mengerutkan alisnya.
“Maksud aku bisa aja mereka punya rencana buat ngejebak kamu atau bahkan kita ini bahaya buat kita jus,percaya deh sama aku,”ujar Jennie sambil menyentuh pundak Justin.
Justin nampak diam mendengar pernyataan Jennie dan kembali duduk.Justin tidak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.Matanya menatap ke satu arah dengan tatapan kosong.Hati dan pikirannya benar-benar kelabu.Badannya lemas seketika ia membayangkan apa yang terjadi jika semua orang tau tentang rahasia yang selama ini ia sembunyikan.Melihat kondisi Justin yang tiba-tiba down Jennie pun menghampiri Justin dan duduk kembali ke posisi tadi.Terdengar bunyi ponsel rupanya ponsel itu milik Justin yang ia geletakkan di meja dekat kursi.Justin pun melihat ponselnya.
“Astaga,Aline nelefon lagi pasti dia bertanya-tanya kenapa aku enggak datang,”ucap Justin sambil memegang ponselnya.
“Eh jus,kamu mau ngapain?Jangan angkat telefon itu,”ucap Jennie dengan nada suara tinggi.
Justin tidak menghiraukan perkataan Jennie dan mengangkat telefon Aline siapa tau ada hal penting yang mau disampaikan.Jennie nampak sinis dan kesal karena perkataan tidak dihiraukan Justin.Justin melangkahkan kakinya ke samping kos untuk menghindari Jennie yang dari tadi tidak mau pergi dari kos-kosannya.Melihat Justin menghindari darinya Jennie makin kesal dan geram.Suasana saat itu sangat sepi dan sedikit menyeramkan hanya ada Jennie,Justin,dan beberapa hewan seperti kucing Persia berwarna abu-abu berukuran sedang nampak santai di depan pintu kos serta ada cicak-cicak yang menempel di dinding sedang mencari mangsa.
“ihhhhh,malah diangkat telefonnya rasanya pengen banget ngerebut telefon dan kebanting telefon itu,”ujar Jennie penuh kekesalan.
Jennie mengikuti arah gerak kaki Justin untuk mengetahui apa yang dibicarakan mereka berdua dengan langkah pelan.
“Hallo lin,ada apa ?”Tanya Kak Justin seolah-olah ia lupa bahwa hari ini adalah pesta ulang tahun Arine.
“Hallo kak,ada apa?Kak Justin enggak inget kalau hari ini tepatnya malam ini pestanya ulang tahun Arine?”Tanya Aline keheranan dan curiga.
“Iya kah?Ya ampun kok aku bisa lupa ya maaf ya,”ujar Kak Justin berpura-pura lupa.
“Aneh banget tiba-tiba Kak Justin lupa sama pesta Arine kayaknya dia pura-pura lupa,”batin Aline sambil menerka-nerka.
“Hallo lin,kamu denger saya aku kan?”Tanya Kak Justin sambil memastikan apakah Aline mendengarnya apa tidak.
__ADS_1
“Iya kak denger kok ya udah mending kakak langsung ke sini aja kasihan Arine sedih gara-gara Kak Justin belum datang,”ucap Aline dengan nada cukup tinggi.
Justin sangat bimbang sebenarnya di sangat malas datang ke pesta ulang tahun Arine yang rata-rata tamunya anak-anak SMA,namun di sisi lain ia tidak mau terlihat tidak baik di depan Aline.Aline bingung kenapa Kak Justin diam saja.Sementara Jennie dari tadi mengintip dari balik tembok kos Justin.Dia berusaha mendengar pembicaraan Justin dengan Aline.Namun Jennie sempat merasa terusik dengan kucing Persia abu-abu yang ada di depan pintu kos Justin yang diketahui bernama Mimi.Kucing itu nampak santai dan lucu duduk di kaki Jennie padahal Jennie sangat pobia dengan kucing.
“Aduh!Ini kucing kucing malah disini syuuu……syuuuu ayo pergi,”ucap Jennie ketakutan dengan nada pelan.
Kucing imut itu tidak kunjung malah ia semakin nyaman rebahan dikaki Jennie.Jennie merasa tidak kuat hampir saja ia berteriak,namun hal itu bisa diatasinya agar tidak ketahuan Justin.Justin masih terdiam dan memikirkan sesuatu hingga akhirnya suara Aline yang menyadarkan Justin.
“Gimana kak?Kalau kakak enggak mau datang aku enggak masalah cuma aku bakal ngerasa bersalah sama Arine,”ucap Aline dengan nada tegas.
“Semoga aja kak Justin mau datang jujur enggak sabar liat reaksi dia waktu kita jebak,”ucap Raisa sambil memegang segelas orange jus.
“Aamiin sa,semoga aja dugaan gue sama Aline bener kalau Kak Justin adalah otak dari pembunuhan itu,”ucap Fauzan yang wajahnya bahagia karena habis makan enak.
“Kita liat aja hari ini,esok atau nanti berjuta memori yang terpatri ”ucap Raisa sambil berjalan pergi meninggalkan Fauzan.
“Kayak judul lagu?Sejak kapan Raisa Adriana nyanyi lagunya Anneth tau ah mending gue lanjut makan lumayan gratis,”ucap Fauzan sambil melihat-lihat makanan yang ada di meja.
Kak Justin sangat bingung,namun ia sudah mengambil suatu keputusan yang sulit dan terpaksa ia jalankan.Aline masih setia menunggu jawaban Kak Justin supaya rencana yang ia susun rapi-rapi bisa ia laksanakan hari ini juga.
“Oke aku bakalan datang lin,”ucap Kak Justin dengan nada datar.
Aline pun menutup telefonnya dan kembali ke kolam renang,namun para tamu yang datang nampak bersiap-siap untuk pulang dan meninggalkan lokasi padahal acara belum dimulai.Raisa nampak mencegah mereka untuk pulang.Sontak Aline buru-buru menghampiri Raisa dan ikut mencegah mereka agar acara bisa dilanjutkan kembali.Fauzan tidak ikut membantu kedua rekannya,dia sibuk memilih-milih makanan yang akan dibawa pulang.
“Eh,ini pada mau kemana?Jangan pulang dulu bentar lagi acaranya dimulai kok,”ucap Aline dengan suara tegas dan tatapan tegas.
“Lin,kak Justin mau datang ke sini?”Tanya Raisa sambil berbisik-bisik.
“Iya sa,dia mau datang ke sini,”bisik Aline.
“Kak sebenarnya ini gimana acaranya?Udah yang punya acara tiba-tiba ngilang acara nya enggak dimulai-mulai kalau kita tau bakal kayak gini pasti kita enggak mau datang,”ucap salah satu tamu dengan nada emosi.
“Acaranya pasti ada kok jadi,kalian stay disini ya jangan pulang dulu dijamin kalian pasti enggak nyesel,”ucap Raisa sambi menyakinkan tamu yang hadir.
“Iya bener banget yang dikatakan Raisa,”sambung Aline.
__ADS_1
Setelah cukup lama merayu tamu yang hadir akhirnya hati mereka luluh juga,tapi mereka sedikit ketakutan melihat sosok Aline yang nampak cukup menyeramkan dengan busana serba hitam.Aline pun bergegas menghampiri Arine yang berada di kamar.
Ditempat berbeda Kak Justin bergegas menuju rumah Aline.Jennie sangat panik ketika meihat Justin melangkahkan kaki ke arah teras kos.Saat Jennie melihat ke bawah ada sosok tak kasat mata badan Jennie langsung kaku dan merinding sementara matanya langsung melihat segala arah kucing imut dan lucu kini berubah menjadi hantu yang sangat menyeramkan.Sosok itu berseragam dosen dengan rambut tergerai dan berlumuran darah dibagian perut dengan wajah pucat dan dingin menatap tajam Jennie dan langsung memegang pergelangan tangan Jennie.
“BU ROSSAA AAAAAAAAAAAA LEPASIINN TANGAN SAYAAA!”Teriak Jennie sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Bu Rossa si Dosen Gaib yang genggamannya begitu kuat.
“KAMU HARUS MATIIIIIII!”ucap Bu Rossa dengan wajah menyeramkan.
Mendengar suara teriakan Jennie yang cukup keras Justin pun menghampiri Jennie.Para penghuni kos yang belum tidur nampak berhamburan keluar karena mendengar teriakan Jennie.Bu Rossa si Dosen Gaib tiba-tiba menghilang mungkin karena ada banyak orang disana.
“Loe kenapa?”Tanya Justin pada Jennie dengan ekspresi khawatir.
Jennie nampak terdiam dan kaget karena tiba-tiba Bu Rossa menghilang.Namun dia sangat senang melihat Justin yang masih peduli dengannya.Karena di sana banyak orang Jennie pun berbohong dia menggunakan kepobiaan dengan kucing sebagai alasan.Dia memilih untuk mengatakan yang sebenarnya pada Justin saja.Para penghuni kos yang berhamburan keluar nampak menyoraki Jennie karena membuat mereka kaget dan masuk kembali ke kos mereka masing -masing.Sementara Justin terlihat tidak percaya dengan perkataan Jennie.Jennie nampak tersenyum dan tiba-tiba memeluk Justin.
“Aku enggak nyangka kamu masih peduli sama aku,”ucap Jennie dengan suara lembut.
“Apa-apaan sih loe jangan geer loe tadi gue denger teriakan loe jadi wajar gue khawatir sama loe,”ucap Justin sambil menghempaskan tubuh Jennie agar menjauh dari tubuhnya.
“Kok dilepas jus?Tadi ada Bu Rossa jus,aku takut banget,”ucap Jennie penuh ketakutan.
“Yang bener loe?”Tanya Justin tidak percaya.
“Ya kali aku bohong jus,tapi untung orang-orang itu langsung datang kalau enggak mungkin aku udah mati ditangan hantu itu,”ucap Jennie dengan ekspresi lega.
“Mungkin ini teguran buat kita jen,kalau selama ini kita udah jahat dan mungkin ini saat kita ngaku ke semua orang,”ujar Justin dengan nada pelan.
"Ngaku?Sama aja kita nyerahin diri kita ke polisi jus,"ujar Jennie dengan suara tinggi.
"Percuma ngomong sama loe mending gue ke pesta Arine sekarang," ucap Justin sambil memakai jas berwarna hitam yang ia geletakkan di atas meja.
"Kok kamu jadi ke sana sih jus,ayolah percaya sama omongan aku,"ucap Jennie sambil memegang tangan Justin.
Justin sama sekali tidak mengubris dan melepaskan tangan Jennie dan melangkahkan kaki ke motornya.
Wah,enggak nyangka Kak Justin mau datang,tapi Jennie gimana ya?
__ADS_1
Tunggu terus kelanjutannya ❤️.
Jangan lupa like dan vote 🙏.